INDOZONE.ID - Penyebab tangis Lionel Messi di Piala Dunia 2026 terkuak. Ternyata, air mata Messi jatuh karena kondisi kesehatan sang ayah, Jorge Messi, sedang menjalani perawatan medis.
Partai pertama Grup J antara Argentina kontra Aljazair mencuri perhatian banyak orang. Bagaimana tidak, tangis Messi terjadi usai mencetak gol pertama Argentina ke gawang Aljazair.
Pertandingan Argentina kontra Aljazair diselenggarakan di Stadion Kansas City, Amerika Serikat (AS), Rabu 17 Juni 2026, pagi WIB.
Pertandingan bak panggung pertunjukan bagi Messi. Megabintang Inter Miami itu memporak-porandakan pertahanan Aljazair.
Baca juga: Messi, Mbappe dan Haaland Awali Piala Dunia 2026 dengan Gemilang, Ronaldo Kok Melempem?
Pada menit ke-14, aksi Messi membawa Argentina unggul 1-0. Meski mencoba memperlebar jarak, skor 1-0 untuk keunggulan Argentina tidak berubah hingga babak pertama berakhir.
Pada babak kedua, dominasi Argentina terhadap Aljazair berlanjut. Messi kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit 60.
Selang 16 menit, Messi menorehkan hattrick-nya ke gawang Aljazair. Setelahnya, Messi digantikan oleh Nico Paz pada menit 80.
Skor 3-0 untuk keunggulan La Albiceleste bertahan hingga pertandingan berakhir. Kemenangan ini membuat Argentina memimpin klasemen sementara Grup J dengan koleksi tiga poin.
Selain hattrick, tangis Messi jadi perbincangan hangat para pencinta sepak bola. Usai pertandingan, pemain berumur 38 tahun itu mengaku tangisnya tidak berkaitan dengan sepak bola.
Baca juga: Suporter Kongo Teriakan Nama Lionel Messi, Cristiano Ronaldo Tunjukkan Kelasnya
Belakangan diketahui, bahwa tangis Messi jatuh karena kondisi kesehatan sang ayah. Pada Kamis 18 Juni 2026, keluarga Messi menyatakan Jorge sedang dalam perawatan medis sehingga meminta privasi.
Terkini, kondisi Jorge disebut berangsur membaik berdasarkan keterangan pihak keluarga dalam sebuah pernyataan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Al Jazeera