INDOZONE.ID - Piala Dunia 2026 banjir kartu merah. Sebelum masuk fase gugur, enam kartu merah sudah keluar dari kantong wasit Piala Dunia 2026.
Jumlah kartu merah di Piala Dunia 2026, bahkan melampaui catatan pada dua edisi terakhir, yaitu 2022 (4) dan 2018 (4).
Sebanyak dua kartu merah teranyar, tersaji dalam pertandingan Kanada kontra Qatar pada Grup B. Tanding di BC Place Vancouver, Amerika Serikat (AS), Jumat (19/6/2026), Kanada menang besar 6-0.
Kanada tampil dominan sepanjang pertandingan dengan catatan penguasaan bola menyentuh 78 persen.
Baca juga: Penyebab Tangis Lionel Messi di Piala Dunia 2026, Ternyata karena Ini
Dominasi Kanada membuahkan 31 tembakan yang 10 di antaranya tepat sasaran. Gol-gol Kanada dicetak Cyle Larin (16), Jonathan David (29’, 45+3’, 90+2’), Nathan Saliba (64’), dan bunuh diri Mohammed Manai (75’).
Sayangnya, kemenangan ini dibayar mahal dengan cedera parah yang diderita pemain Sassuolo sekaligus rekan setim Jay Idzes, yaitu Ismael Kone.
Kaki Kone patah usai dilanggar pemain Qatar, Assim Madibo, yang membuat wasit harus mengeluarkan kartu merah kedua dalam pertandingan ini. Qatar sebelumnya sudah kehilangan Homam Ahmed pada menit 33.
Cedera Kone membuat panik pemain yang berada di dekatnya usai pelanggaran terjadi. Meski sempat meringis kesakitan, Kone yang menggunakan oksigen dari tim medis, tampak stabil saat ditandu ke luar lapangan.
Baca juga: Juara Grup A, Meksiko Tim Pertama Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Kone bahkan sempat mengangkat jempol, memeluk pelatih Kanada Jesse Marsch, dan melambaikan tangan ke fas, yang seakan memberi tanda bahwa semuanya baik-baik saja.
Karena cedera ini, perjalanan Kone di Piala Dunia 2026 dipastikan telah berakhir. Kone kini ada di rumah sakit bersama sang ibu, Suzanne.
Kone akan naik ke meja operasi untuk menyembuhkan patah Tibia dan Fibula akibat tekel brutal Madibo. Kone diperkirakan butuh waktu 4 hingga 5 bulan untuk pulih total.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: 433, Fabrizio Romano