llustrasi bola voli. (Freepik)
INDOZONE.ID - Dalam permainan bola voli modern, masih banyak pencinta olahraga awam yang sering kali dibuat bingung ketika melihat seorang pemain menyelamatkan bola menggunakan tendangan kaki atau sundulan kepala.
Banyak yang mengira tindakan tersebut adalah sebuah pelanggaran (foul). Padahal, aturan resmi dunia sepak bola dan bola voli memiliki batas elastisitas taktis yang sangat berbeda.
Sebagai ulasan edukatif dan panduan regulasi yang presisi, artikel ini akan menjelaskan secara lugas aturan resmi dari Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) terkait anggota tubuh yang sah digunakan untuk memantulkan bola di lapangan.
Baca juga: Bedah Taktik Bola Voli: Menguasai 4 Peran Krusial untuk Dominasi Lapangan!
Berdasarkan buku regulasi resmi FIVB Official Volleyball Rules, aturan mengenai kontak dengan bola diatur secara sangat jelas dan mutlak pada Aturan 9.2.1 (Characteristics of the Hit). Regulasi tersebut menyatakan:
"The ball may touch any part of the body." (Bola boleh menyentuh bagian tubuh mana pun).
Artinya, secara legal dan konstitusional di mata hukum voli internasional, seluruh anggota tubuh pemain dari ujung rambut hingga ujung kaki adalah sah digunakan untuk memantulkan bola. Tidak ada batasan bahwa voli hanya boleh dimainkan dengan tangan.
Berikut adalah beberapa bagian tubuh non-tangan yang paling sering menjadi penyelamat taktis di lapangan:
Baca juga: Evolusi Bola Voli: Morgan, Mintonette, dan Indonesia!
Meskipun seluruh bagian tubuh boleh digunakan, FIVB tetap memberikan batasan taktis agar permainan tidak berubah menjadi kacau. Kontak tubuh tersebut hanya dinyatakan sah jika memenuhi syarat berikut:
Bola tidak boleh berhenti, menempel, ditangkap, diangkat, atau dilempar oleh bagian tubuh mana pun, termasuk kaki atau dada. Bola harus memantul dengan bersih (clean hit).
Bola boleh menyentuh beberapa bagian tubuh sekaligus, dengan syarat sentuhan tersebut terjadi secara serentak dalam satu gerakan refleks defensif, terutama saat menerima smash keras atau service.
Jika bola menyentuh dada lalu memantul ke dagu secara berurutan, itu akan dihitung sebagai pelanggaran double hit.
Regulasi yang membebaskan penggunaan seluruh anggota tubuh ini diadopsi oleh FIVB demi meningkatkan dinamika, kecepatan, dan keseruan reli permainan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: FIVB