Sabtu, 05 JULI 2025 • 21:15 WIB

Chelsea Didenda 31 Juta Euro oleh UEFA dan Terancam Sanksi Tambahan karena Melanggar Aturan Keuangan

Author

Logo Chelsea. (REUTERS/Toby Melville)

INDOZONE.ID - UEFA resmi menjatuhkan denda kepada Chelsea setelah klub asal London tersebut dinyatakan melanggar aturan keuangan yang ditetapkan oleh otoritas sepak bola Eropa tersebut.

Keputusan ini bisa memberikan dampak terhadap aktivitas transfer Chelsea dalam beberapa musim ke depan, terutama jika mereka tidak segera membenahi struktur keuangannya.

Pelanggaran Keuangan dan Risiko Larangan Transfer

Denda sebesar 31 juta euro dijatuhkan kepada Chelsea atas ketidaksesuaian laporan keuangan klub. Tak hanya itu, UEFA juga memperingatkan bahwa denda tambahan hingga 60 juta euro dapat dikenakan jika Chelsea gagal mematuhi ketentuan yang berlaku selama empat tahun ke depan.

Salah satu pelanggaran yang menjadi perhatian adalah rasio pengeluaran untuk skuad yang mencapai lebih dari 80 persen dari total pendapatan klub.

Baca juga: Resmi! Manchester City Didenda £1 Juta karena Sering Terlambat Mulai Pertandingan

Hal ini dinilai melampaui batas aman yang ditetapkan UEFA, karena dapat mengganggu stabilitas finansial klub untuk jangka panjang.

UEFA juga menetapkan syarat bahwa Chelsea harus mencatatkan saldo transfer yang positif pada akhir jendela transfer musim panas.

Jika tidak, mereka bisa dilarang mendaftarkan pemain baru dalam kompetisi Eropa pada musim berikutnya. Ini menjadi ancaman serius, mengingat Chelsea dipastikan akan kembali berpartisipasi di Liga Champions pada musim 2025–2026.

Respons Chelsea dan Upaya Penyelesaian

Bendera dengan logo Chelsea di Stamford Bridge. (REUTERS/Hannah Mckay)

Dalam pernyataan resminya, pihak Chelsea menyampaikan bahwa mereka telah menjalin kerja sama yang terbuka dan transparan dengan UEFA.

Chelsea memastikan bahwa semua data keuangan telah disampaikan secara detail demi memperjelas kondisi keuangan terkini.

Baca juga: Joao Pedro Resmi Bergabung ke Chelsea, Total 18 Penyerang Direkrut dalam Tiga Tahun

“Klub telah memberikan laporan keuangan yang lengkap dan terperinci kepada UEFA yang menunjukkan bahwa kondisi keuangan kami saat ini sedang dalam pemulihan yang baik,” tulis Chelsea dalam pernyataan tersebut.

Selain itu, Chelsea juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan profesional dengan UEFA. Mereka memilih menyelesaikan permasalahan ini secara cepat melalui penandatanganan perjanjian penyelesaian yang diajukan oleh badan pengawas.

Perbedaan Aturan UEFA dan Premier League

Sanksi yang dijatuhkan merupakan hasil investigasi dari Badan Pengawas Keuangan Klub UEFA (CFCB). Dalam laporannya, CFCB menyoroti bahwa keuntungan dari penjualan aset tidak dapat dihitung sebagai bagian dari pendapatan dalam laporan keuangan UEFA.

Termasuk di dalamnya adalah penjualan aset berwujud, penukaran pemain, serta transaksi antar perusahaan yang masih berada di bawah naungan entitas yang sama.

Baca juga: Kenapa Arsenal Sering Beli Pemain dari Chelsea? Ini Alasannya

Chelsea sebelumnya mencatat laba sebelum pajak sebesar £128,4 juta pada Juni 2024. Namun, angka tersebut mencakup transaksi yang besar seperti penjualan tim wanita senilai £200 juta kepada entitas lain dalam grup BlueCo, selaku induk perusahaan klub.

Klub juga diketahui menjual dua hotel kepada perusahaan saudara sebagai strategi kepatuhan terhadap aturan Profit and Sustainability Rules (PSR) dari Premier League, aturan yang berbeda dengan regulasi UEFA.

Meski sedang dalam pengawasan ketat, Chelsea tetap aktif di bursa transfer. Pada musim panas ini saja, klub telah mengeluarkan dana sekitar £150 juta untuk mendatangkan lima pemain baru yang bisa menjadi pertaruhan dalam kondisi keuangan yang belum sepenuhnya stabil.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BBC Sport

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU