Rabu, 09 JULI 2025 • 13:35 WIB

Hasil Investigasi Kecelakaan Maut Diogo Jota: Kombinasi Kecepatan Ekstrem dan Ban yang Pecah

Author

Lokasi kecelakaan mobil Diogo Jota yang tewas di Cernadilla, Spanyol. (REUTERS/Guillermo Martinez)

INDOZONE.ID - Penyebab kecelakaan mengerikan yang merenggut nyawa striker Liverpool, Diogo Jota, dan saudaranya akhirnya dipastikan. 

Garda Sipil di Zamora menyatakan bahwa insiden maut tersebut dipicu oleh kombinasi kecepatan ekstrem dan pecahnya ban belakang. 

Dua hal itu yang menyebabkan mobil Lamborghini yang mereka tumpangi meledak hebat dan terbakar hingga habis.

Kejadian memilukan itu berlangsung pada 3 Juli di salah satu jalan sekunder wilayah Zamora. Lokasi yang terpencil dan rusaknya kendaraan secara total akibat kebakaran menyulitkan penyelidikan selama beberapa hari.

Baca juga: Ruben Amorim Tolak Dokumenter Amazon Prime Video di Manchester United: Ganggu Persiapan Tim

Setelah investigasi mendalam, pihak berwenang menyimpulkan bahwa Jota yang mengendarai kendaraan saat kecelakaan. 

Mobil kehilangan kendali ketika ban belakang pecah di kecepatan tinggi, hingga kemudian meledak dan terbakar, menewaskan kedua penumpang di tempat kejadian.

“Temuan forensik menguatkan bahwa ledakan dipicu oleh ban pecah saat mobil melaju sangat cepat. Tidak ditemukan bukti pelanggaran lain,” jelas otoritas lokal dalam konferensi pers resmi.

Tragedi ini mengejutkan dunia olahraga, terutama karena Jota baru saja mencetak prestasi penting bersama Liverpool. 

Baca juga: Penyebab Barcelona Gagal Datangkan Nico Williams: Javier Tebas Diduga Beri Data Rahasia ke Athletic Bilbao

Di usia 28 tahun, ia dianggap sebagai aset berharga tim nasional Portugal dan klub Premier League Inggris tersebut.

Sebelumnya, banyak spekulasi berkembang terkait penyebab kecelakaan, termasuk dugaan kelalaian teknis atau pengaruh eksternal. 

Namun, laporan akhir dari Garda Sipil menegaskan bahwa kecelakaan ini murni akibat faktor kecepatan dan kegagalan teknis ban.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Euronews.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU