INDOZONE.ID - Mantan pelatih Real Madrid sekaligus pelatih kepala tim nasional Brasil saat ini, Carlo Ancelotti, resmi dijatuhi hukuman satu tahun penjara oleh pengadilan Spanyol atas tuduhan penipuan pajak pada tahun 2014. Meski begitu, ia diperkirakan tidak akan menjalani masa tahanan.
Pengadilan Provinsi Madrid menjatuhkan hukuman tersebut setelah menyatakan bahwa Ancelotti telah melakukan penghindaran pajak terkait hak citra pribadinya. Selain hukuman penjara, ia juga diwajibkan membayar denda sebesar €386.362 kepada otoritas perpajakan Spanyol.
Namun, untuk tuduhan di tahun 2015, pengadilan membebaskannya karena kurangnya bukti kuat tentang tempat tinggal permanennya di Spanyol saat itu. Berdasarkan undang-undang Spanyol, pelanggaran non-kekerasan yang dilakukan oleh seseorang yang tidak memiliki catatan kriminal dapat dikenakan hukuman bersyarat, sehingga Ancelotti hampir pasti tidak akan masuk penjara.
Baca juga: Kontrak Mewah Carlo Ancelotti di Timnas Brasil: Gaji Fantastis, Jet Pribadi, dan Bonus Juara Dunia
Putusan tersebut juga menetapkan bahwa selama tiga tahun ke depan, Ancelotti tidak berhak menerima bantuan publik, subsidi negara, insentif pajak, ataupun jaminan sosial dari pemerintah Spanyol.
Dalam kesaksiannya di persidangan bulan April, Ancelotti menjelaskan bahwa tindakannya selalu didasarkan pada petunjuk dari klub. “Saya selalu bertindak berdasarkan nasihat hukum Real Madrid dan konsultan pajak saya,” tegasnya di hadapan hakim.
Ia juga mengatakan bahwa pada Desember 2021, dirinya telah menyelesaikan seluruh kewajiban pajak yang belum dibayarkan, dan berharap pengadilan mempertimbangkan faktor yang meringankan seperti keterlambatan proses hukum dan pelunasan sukarela.
Baca juga: Carlo Ancelotti Pamit dari Real Madrid! Inilah 15 Trofi yang Jadi Warisan Sang Maestro
Carlo Ancelotti menjabat sebagai manajer Real Madrid dalam dua periode berbeda, yakni pada 2013–2015 dan 2021–2025. Ia mengakhiri masa baktinya bersama Los Blancos sebelum menerima tawaran melatih tim nasional Brasil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Euronews.com