Jumat, 11 JULI 2025 • 10:10 WIB

Xabi Alonso Dapat Pelajaran Berharga dari Kekalahan Telak Real Madrid Melawan PSG

Author

Xabi Alonso saat melatih di Real Madrid. (Instagram/@realmadrid)

INDOZONE.ID - Xabi Alonso mengaku mendapat banyak pelajaran berharga setelah Real Madrid tersingkir dari Piala Dunia Antarklub 2025. Hal itu terjadi usai timnya menelan kekalahan telak dari Paris Saint-Germain (PSG).

Di pertandingan semifinal yang berlangsung di MetLife Stadium, pada Rabu (9/7/2025), Real Madrid tampil di bawah performa terbaik dan harus mengakui keunggulan PSG dengan skor telak 4-0.

Hasil ini membuat sang juara Liga Champions melangkah ke partai final Piala Dunia Antarklub, dan akan menghadapi Chelsea pada Senin (14/7/2025) pukul 02.00 WIB.

Baca juga: Bracket Mudah, Chelsea Difavoritkan Juara Piala Dunia Antarklub 2025 Menurut Superkomputer

Sementara bagi Alonso, kekalahan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi musim kompetisi yang akan datang.

Apalagi, ini adalah periode awal kariernya sebagai manajer Real Madrid sejak ditunjuk beberapa pekan sebelum Piala Dunia Antarklub dimulai.

Alonso: Banyak yang Harus Dibenahi di Real Madrid

Xabi Alonso tidak menampik bahwa, pertandingan melawan PSG menjadi ujian berat yang membuka matanya terhadap banyak hal.

Manajer asal Spanyol itu menyebutkan, kekalahan ini menyadarkan dirinya akan banyak hal yang perlu diperbaiki. Mulai dari struktur permainan hingga mentalitas tim.

“Saya datang ke Real Madrid dengan keyakinan. Turnamen ini memberi saya banyak pelajaran tentang siapa kami dan apa saja yang perlu diperbaiki. Sekarang saya punya gambaran lebih jelas untuk musim depan,” ujar Alonso kepada DAZN setelah pertandingan.

Baca juga: Luis Enrique Bantah PSG Mengalah saat Hancurkan Real Madrid 4-0: Kami Tidak Mengendurkan Tekanan

Alonso menegaskan, dirinya telah mendapatkan banyak pelajaran dari kekalahan ini untuk membangun fondasi skuad Real Madrid yang lebih kuat.

Ia juga menyampaikan, musim depan akan menjadi momen penting untuk membentuk tim yang kompak, dengan keterlibatan semua pemain dalam strategi dan permainan yang kolektif.

“Musim depan akan berbeda. Saya pulang dari turnamen ini dengan keyakinan baru dan banyak informasi penting. Kami ingin membentuk tim yang kompak, di mana semua pemain terlibat dan bekerja sama,” sambungnya.

PSG Unggul Cepat, Real Madrid Kehilangan Kendali

Gol Goncalo Ramos dirayakan oleh para pemain PSG. (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Salah satu momen paling menentukan di laga tersebut adalah dua gol cepat PSG saat laga pertandingan baru berjalan 10 menit.

Hal ini membuat permainan Real Madrid langsung kehilangan arah dan sulit untuk mengimbangi tekanan dari PSG.

“Tertinggal 2-0 di awal pertandingan sangat menentukan. Kami ingin bermain dengan intensitas tinggi, tapi setelah kebobolan cepat, semuanya jadi berubah,” jelas Alonso.

Baca juga: Dibantai PSG 4-0, Asensio dan Rudiger Dihujat Penggemar Real Madrid

Alonso juga menilai, kekalahan ini memperlihatkan adanya perbedaan kualitas antara Real Madrid dan PSG, baik secara taktik maupun mentalitas.

Menurutnya, perbedaan tersebut adalah sesuatu yang harus diperbaiki dengan serius, jika ingin kembali bersaing di La Liga dan Liga Champions musim depan.

Alonso Membangun Real Madrid dari Kekalahan

Xabi Alonso bersama Thibaut Courtois saat di Real MAdrid. (REUTERS PHOTO)

Meski kalah telak, Alonso tetap memandang Piala Dunia Antarklub ini sebagai pengalaman yang berharga. Ia yakin, Real Madrid bisa kembali lebih baik musim depan.

Ia menegaskan, timnya tidak pergi dengan tangan kosong, melainkan membawa banyak pelajaran untuk dijadikan pondasi demi jangka panjang.

Alonso menjelaskan, kekalahan ini adalah awal dari proses pembenahan menyeluruh dalam tim, bukan akhir dari perjalanan.

Baca juga: Alibi Xabi Alonso Tak Mainkan Rodrygo Lagi di Piala Dunia Antarklub 2025, Bakal Dijual?

Ia menganggap permainan kolektif lebih penting dari sekadar penampilan individu pemain.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, ada banyak kekurangan yang terlihat di pertandingan melawan PSG.

Justru dari kekurangan itulah, ia berharap para pemain bisa belajar agar kesalahan yang sama tidak terulang di masa depan.

Bagi Alonso, mengulang kesalahan berarti gagal memahami proses pembelajaran yang sebenarnya menjadi inti dari sebuah kekalahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: DAZN

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU