Minggu, 13 JULI 2025 • 06:45 WIB

UEFA Coret Crystal Palace dari Liga Europa, Pemilik: Ini Keputusan Konyol dan Tidak Adil

Author

Pemilik Crystal Palace, Steve Parish. (Action Images via Reuters/Andrew Boyers)

INDOZONE.ID - Pemilik Crystal Palace, Steve Parish, menyebut keputusan UEFA yang menurunkan klubnya ke Liga Konferensi sebagai salah satu ketidakadilan terbesar dalam sejarah sepak bola.

Keputusan ini menjadi pukulan bagi Palace yang sebelumnya dipastikan lolos ke Liga Europa setelah menjuarai Piala FA musim 2024/2025.

Masalah Kepemilikan Multi-Klub Jadi Penyebab

Masalah bermula dari status kepemilikan John Textor, pengusaha asal Amerika Serikat yang diketahui memiliki saham di Crystal Palace.

Textor juga tercatat sebagai pemilik mayoritas klub Ligue 1, Olympique Lyon, yang juga lolos ke Liga Europa musim depan.

Baca juga: Gara-gara Terjerat Utang, Lyon Terpaksa Terdegradasi dari Ligue 1

UEFA menilai bahwa adanya keterkaitan kepemilikan antara dua klub yang berlaga di kompetisi yang sama melanggar regulasi multi-klub yang telah ditetapkan.

“Kami sangat kecewa. Ini adalah hari yang buruk bagi sepak bola. Ini benar-benar tidak adil. Saya yakin tidak ada yang ingin melihat hal seperti ini terjadi,” ujar Parish mengungkapkan kekecewaannya kepada Sky Sports.

Palace Terdepak, Lyon Dapat Jatah

Crystal Palace juara Piala FA. ( REUTERS/David Klein)

Crystal Palace awalnya berhak tampil di Liga Europa karena berhasil memenangkan Piala FA. Namun, posisi tersebut akhirnya diberikan kepada Lyon.

Klub asal Prancis itu menempati posisi keenam di klasemen akhir Ligue 1, sedangkan Palace finis di urutan ke-12 Premier League. UEFA pun memprioritaskan Lyon karena memiliki peringkat liga yang lebih tinggi.

Baca juga: Masalah Kepemilikan Ganda dengan Lyon, Crystal Palace Terancam Gagal Bermain di Liga Eropa

Dalam kasus ini, Palace gagal memenuhi tenggat waktu yang ditetapkan UEFA, yaitu 1 Maret 2025, untuk menyampaikan bukti perubahan struktur kepemilikan mereka.

Meski pihak klub mengklaim bahwa Textor tidak memiliki kendali langsung atas pengambilan keputusan di Palace, argumen tersebut tidak diterima oleh UEFA.

Steve Parish: Kami Bukan Bagian dari Struktur Multi-Klub

Pemilik Crystal Palace, Steve Parish. (REUTERS PHOTO)

Steve Parish menegaskan bahwa Crystal Palace tidak termasuk dalam struktur kepemilikan multi-klub secara operasional. Ia menyatakan bahwa tidak ada pertukaran staf atau sumber daya antara Palace dan Lyon.

“Kami tidak merasa sebagai bagian dari sistem multi-klub. Kami tidak berbagi staf atau manajemen. Tapi kami malah terkena dampaknya,” tegasnya.

Baca juga: Crystal Palace Juara Piala FA, Premier League Berpeluang Kirim 10 Tim di Kompetisi Eropa

“Kami yakin John (Textor) tidak punya kendali langsung atas klub ini, dan kami sudah menjelaskan itu. Tapi entah mengapa panel UEFA memutuskan sebaliknya.”

Palace kini bersiap untuk mengajukan banding atas keputusan ini ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) demi mengembalikan hak mereka tampil di Liga Europa.

Nottingham Forest Berpeluang Gantikan Palace

Jika banding dari Crystal Palace ditolak, Nottingham Forest kemungkinan besar akan menggantikan posisi mereka di Liga Europa.

Forest finis di posisi ketujuh Premier League musim lalu, dan menjadi kandidat untuk mengisi slot Liga Europa yang kosong.

Sementara itu, Aston Villa sudah dipastikan mengamankan satu tempat setelah finis di peringkat keenam klasemen Premier League.

Baca juga: Inovasi Baru Siaran Premier League, Media Dapat Akses Ruang Ganti Pemain

Ironisnya, situasi ini diperumit oleh kondisi Lyon sendiri. Klub asal Prancis tersebut sempat dijatuhi degradasi karena masalah keuangan, namun berhasil memenangkan banding atas keputusan tersebut.

Jika degradasi itu tetap berlaku, Lyon menyatakan siap mundur dari Liga Europa yang otomatis membuka jalan bagi Palace.

Namun, karena banding Lyon diterima, posisi mereka di Liga Europa tetap aman dan Palace harus menanggung akibatnya.

“Ini keputusan yang konyol. Kami akan membawa masalah ini ke pengadilan agar keadilan ditegakkan,” Parish menutup pernyataannya dengan pernyataan tegas,

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Sky Sports

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU