Kembali Bergulir Dini Hari Nanti, Ini Alasan Premier League Musim 2025/26 Terasa Berbeda
INDOZONE.ID - Pekan pertama Premier League musim 2025/26 akan bergulir pada dini hari nanti. Yang mana, laga Liverpool vs Bournemouth akan menjadi partai pembuka penanda musim baru Premier League telah bergulir.
Liverpool akan menjamu Bournemouth di Anfield pada Sabtu (16/8/2025) pukul 02.00 WIB dini hari nanti, dan dilanjutkan pertandingan-pertandingan seru lainnya.
Mulai dari Aston Villa vs Newcastle, Brighton vs Fulham, Sunderland vs West Ham, Tottenham vs Burnley hingga Manchester City vs Wolverhampton pada Sabtu malamnya, atau tepat saat malam minggu.
Lalu pada hari Minggunya, juga ada beberapa pertandingan menarik lain. Salah satu pertandingan yang paling menyita banyak perhatian adalah laga antara Manchester United vs Arsenal yang akan dimainkan pada pukul 22.30 WIB.
Kemudian pekan pertama Premier League musim 2025/26 akan ditutup laga Leeds United vs Everton pada Selasa (19/8/2025) dini hari WIB.
Akan tetapi, Premier League musim 2025/26 akan terasa berbeda dari musim sebelumnya. Yang mana pada musim ini, divisi teratas sepak bola Inggris itu akan dihiasi banyak wajah baru karena banyak klub yang memperkuat skuadnya.
Sementara itu, wajah-wajah lama sudah tak lagi merumput di Liga Inggris, bahkan ada juga yang meninggal dunia jelang musim dimulai.
Lantas, apa saja alasan yang membuat Premier League musim 2025/26 terasa berbeda dari musim-musim sebelumnya? Berikut ini, tim INDOZONE akan merangkumnya berdasarkan hasil amatan. Yuk simak!
Baca juga: UEFA Bentangkan Spanduk ‘Hentikan Pembunuhan Anak-anak’ di Super Cup 2025
Banyak Wajah Baru yang Menghiasi Premier League
Hal yang pertama yang bikin Premier League musim 2025/26 terasa berbeda adalah, banyaknya wajah-wajah baru yang merumput di Premier League.
Kita bisa mulai dari Tijjani Reijnders dan Rayan Cherki, yang bergabung dengan Manchester City jelang Piala Dunia Antarklub 2025 bergulir.
City membeli kakak Eliano Reijnders itu dari AC Milan dengan biaya 46,5 juta Pounds (Rp1,3 triliun).
Pemain keturunan Ambon itu dikontrak Manchester City selama 5 tahun ke depan, atau hingga musim panas 2030 mendatang.
Keputusan City untuk memboyong Reijnders karena dipandang sebagai salah satu suksesor yang ideal bagi Kevin de Bruyne yang hengkang ke Napoli.
Sementara itu. Rayan Cherki diboyong City dari Lyon dengan biaya 36 juta Euro (Rp682 miliar) ditambah add-ons sebesar 6 juta Euro (Rp113 miliar).
Pemain berusia 21 tahun ini dikontrak The Citizens hingga musim panas 2030 mendatang.
Baca juga: Tottenham Hotspur Kecam Pelecehan Rasial terhadap Mathys Tel usai Kalah dari PSG di UEFA Super Cup
Selain itu, City juga mendatangkan pemain dari klub rival mereka juga seperti Rayan Ait-Nouri dari Wolverhampton Wanderers, Marcus Betinelli dari Chelsea dan mantan kiper akademi mereka James Trafford dari Burnley
Bergeser ke klub rival, Liverpool menjadi klub yang paling aktif di jendela transfer musim panas ini. Mereka setidaknya telah mendatangkan 7 pemain baru seperti Florian Wirtz dan Jeremie Frimpong dari Leverkusen.
Kemudian ada Hugo Ekitike dari Frankfurt, Freddie Woodman dari Preston North End, Armen Pecsi dari Puskas AFC, Giorgi Mamardashvili dari Valencia, serta Milos Kerkez yang dibeli dari tim rival Bournemouth.
Kehadiran pemain-pemain baru tersebut tentunya akan menambah kekuatan bagi Liverpool untuk arungi musim 2025/26. Apalagi, keputusan The Reds untuk membeli Milos Kerkez, Florian Wirtz, Jeremie Frimpong hingga Ekitike adalah untuk meregenerasi skuad mereka.
Namun, aktivitas belanja Liverpool diprediksi belum berakhir, sebab mereka juga akan mendatangkan Marc Guehi dari Crystal Palace dan pemain muda Parma, Giovanni Leoni yang kabarnya sudah mencapai kesepakatan.
Kemudian, beberapa klub big six lainnya seperti Arsenal, MU dan Chelsea juga memperkuat skuadnya. Arsenal mereka berhasil memboyong Martin Zubimendi, Christian Noorgard, Kepa Arrizabalaga dan Viktor Gyokeres.
Lalu, MU baru mendatangkan 3 pemain yakni Matheus Cunha, Bryan Mbeumo dan Benjamin Sesko dari RB Leipzig. Sementara itu, Chelsea juga telah mendatangkan Liam Delap, Joao Pedro hingga Estevao dari Palmeiras.
Baca juga: Marcus Rashford Sebut MU Sulit Juara Liga Inggris jika Gonta-Ganti Manajer Terus!
Banyak Ikon Premier League yang Hengkang
Kemudian, Premier League musim 2025/26 juga akan terasa berbeda karena banyaknya ikon-ikon Premier League yang hengkang.
Mulai dari Kevin de Bruyne yang hengkang ke Napoli, Trent Alexander-Arnold ke Real Madrid, Jorginho ke Flamengo, Thomas Partey ke Villareal, Luis Diaz ke Bayern Munich.
Lalu ada Son Heung-min yang merumput ke MLS bersama LAFC, dan yang terbaru adalah Darwin Nunez ke Al Hilal.
Dari banyaknya ikon-ikon Premier League yang pergi untuk mencari tantangan baru tentunya akan membuat Liga Inggris musim ini berbeda.
Sebab, kita yang beberapa musim lalu selalu melihat aksi Kevin de Bruyne hingga Trent Alexander-Arnold, pada musim ini kita sudah tidak lagi melihat umpan-umpan akurat kedua pemain tersebut.
Yang paling sedih adalah, kita juga tak bisa lagi melihat kecepatan dan senyuman manis Son Heung-min lagi di Premier League musim ini.
Baca juga: Premier League Minta Publik Bersabar Soal Kasus 115 Pelanggaran Manchester City
Tidak Bisa Melihat Aksi dan Selebrasi Khas Diogo Jota untuk Selamanya
Poin ketiga tentunya ini menjadi salah satu momen paling sedih bagi seluruh pecinta sepak bola, Premier League dan khususnya penggemar Liverpool. Sebab, Diogo Jota meninggal dunia jelang musim kompetisi baru dimulai.
Diketahui, Diogo Jota meninggal dunia bersama adiknya karena kecelakaan lalu lintas di KM65 A-52 di kawasan Cernadilla, Zamora, Spanyol.
Saat itu, Diogo Jota dan adiknya sedang dalam perjalanan menuju Santander untuk mengejar kapal Fery untuk menuju ke Inggris.
Akan tetapi, takdir berkata lain, mobil Lamborghini yang dikendarai Jota mengalami pecah ban saat hendak menyalip kendaraan lain.
Kemudian mobil yang dikendarainya itu lepas kendali, dan menabrak pembatas jalan sebelum mobil tersebut terbakar beberapa saat kemudian.
Kabar meninggal Diogo Jota dan adiknya tentu menjadi duka tersendiri bagi dunia sepak bola, khususnya Liverpool.
Baca juga: Fabian Hurzeler: Brighton Tidak Takut Kehilangan Carlos Baleba ke Manchester United
Sebab, Diogo Jota meninggal setelah melalui momen-momen bahagia mulai dari mempersembahkan gelar Liga Inggris ke-20 bagi The Reds, menjuarai UEFA Nations League bersama Portugal hingga menikahi kekasih masa kecilnya, Rute Cardoso dua minggu sebelum pemain berusia 28 tahun itu meninggal dunia.
Liverpool juga telah memberikan penghormatan untuk mendiang Diogo Jota, mulai dari memensiunkan nomor 20 di seluruh level tim, membayar sisa gajinya ke keluarganya, membiayai pendidikan anak-anak Jota, tetap memasukkan nama Diogo Jota ke skuad Liverpool musim 2025/26, hingga siap membuat patung penghormatan untuknya di depan Anfield.
Tentunya, kepergian Diogo Jota menjadi duka tersendiri. Sebab, kita tidak lagi melihat aksinya serta selebrasi ikoniknya untuk selama-lamanya.
Baca juga: Kalahkan Tottenham Hotspur di Adu Penalti, PSG Berhasil Keluar Sebagai Juara UEFA Super Cup 2025
Muncul Stadion-stadion Baru di Premier League
Yang terakhir, Premier League musim 2025/26 terasa berbeda karena munculnya stadion baru. Salah satunya adalah Hill Dickinson Stadium, markas baru Everton.
Diketahui, The Toffess musim lalu resmi berpisah dengan markas lamanya, Goodison Park.
Tentu saja, perpisahan tersebut cukup emosional, sebab stadion tersebut sudah menjadi saksi sejarah Everton selama lebih dari satu abad.
Everton akan memulai lembaran baru di Hill Dickinson Stadium saat laga melawan Leeds United, pada Selasa (19/8/2025) dini hari mendatang.
Selain itu, juga ada stadion-stadion lama yang muncul kembali di Premier League seperti Stadium of Light karena Sunderland akhirnya berhasil kembali bermain di kasta teratas sepak bola Inggris, sejak terakhir pada tahun 2017 lalu.
Selain itu ada Elland Road dan Turf Moor setelah Leeds Unted dan Burnley kembali promosi ke Premier League.
Itu tadi sobat INDOZONE, 4 alasan Premier League musim 2025/26 terasa berbeda. Menurut kalian apa yang membuat Premier League musim ini sangat terasa berbeda?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan