Jepang, Korea, dan Indonesia Dikabarkan Siap Tinggalkan AFC, Protes Dominasi Qatar dan Arab Saudi
INDOZONE.ID - Dunia sepak bola Asia tengah diguncang kabar besar. Media asal Irak, Sp7sp7, melaporkan bahwa Jepang dan Korea Selatan secara resmi menyatakan niat untuk keluar dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).
Tidak berhenti di situ, Indonesia disebut telah melakukan koordinasi dengan Oman dan tengah menunggu sikap Irak untuk mendukung langkah bersejarah ini.
Langkah tersebut disebut sebagai bentuk protes terhadap dominasi Qatar dan Arab Saudi yang dianggap telah “menguasai” hampir seluruh aspek sepak bola Asia.
Kedua negara tersebut dianggap terlalu mendominasi mulai dari tuan rumah turnamen besar, keputusan strategis, hingga pengaruh politik dan sponsor di tubuh AFC.
Baca juga: Deretan Prestasi Buruk Patrick Kluivert di Timnas Indonesia hingga Berujung Dipecat PSSI
Dalam laporan yang diterbitkan Sp7sp7, disebutkan:
“Federasi Jepang dan Korea secara resmi mengumumkan niat keluar dari AFC setelah terus terjadinya ‘malaise’ dalam tubuh organisasi. Federasi Indonesia kini berkoordinasi dengan Oman, dan menunggu dukungan dari Irak untuk menyatukan sikap bersama Jepang dan Korea.”
Lebih lanjut, laporan tersebut menuding AFC telah “kehilangan keadilan dan prinsip kesetaraan”, serta berpihak pada dua negara kaya di kawasan Teluk, yakni Qatar dan Arab Saudi.
“AFC sudah tidak lagi mengenal apa itu keadilan dan kesempatan yang setara. Kini, dua negara—Qatar dan Arab Saudi—telah mendominasi seluruh turnamen, keputusan, bahkan posisi strategis di konfederasi,” tulis media Irak tersebut.
Baca juga: Resmi Dipecat PSSI, Berapa Pesangon yang Didapat Patrick Kluivert?
Menurut data yang diungkap Sp7sp7, Korea Selatan terakhir kali menjadi tuan rumah Piala Asia pada 1960.
Sementara Jepang pada 1992, lebih dari tiga dekade lalu.
Sebaliknya, Qatar dalam 14 tahun terakhir sudah dua kali menjadi tuan rumah Piala Asia serta Piala Dunia 2022, dan Arab Saudi dijadwalkan menggelar Piala Asia 2027 serta Piala Dunia 2034.
Media itu juga menyoroti bahwa hampir semua turnamen tingkat Asia—baik antarnegara maupun antarklub—kini berpusat di dua negara tersebut.
Baca juga: PSSI Pecat Patrick Kluivert sebagai Pelatih Timnas Indonesia
Bahkan, posisi puncak dalam struktur AFC disebut telah “dimonopoli” oleh figur yang dekat dengan Qatar dan Arab Saudi.
“Semua turnamen dan sponsor besar kini dikuasai Qatar dan Arab Saudi. Mereka bahkan sudah memesan seluruh event besar masa depan, termasuk hak siar, sponsor utama, dan posisi penting di AFC,” ungkap laporan itu.
Langkah Jepang dan Korea disebut sebagai “keputusan berani” untuk melawan ketimpangan yang sudah berlangsung lama.
Jika benar terjadi, ini bisa menjadi perpecahan terbesar dalam sejarah sepak bola Asia.
Bukan tidak mungkin, negara-negara yang kecewa terhadap AFC akan membentuk konfederasi baru sebagai tandingan, dengan visi memperjuangkan keadilan dan kesetaraan di kancah sepak bola Asia.
Baca juga: Tanjung Verde Lolos Piala Dunia untuk Pertama Kalinya: Populasinya Hanya 525 Ribu Jiwa!
Sampai berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari AFC maupun federasi sepak bola negara-negara yang disebutkan dalam laporan tersebut.
Namun, jika kabar ini terbukti benar, maka masa depan sepak bola Asia akan menghadapi babak baru yang penuh gejolak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sp7sp7