INDOZONE.ID - Musim 2025 memang belum selesai, tapi hype untuk musim 2026 sudah mulai memanas. Siapa lagi biang keroknya kalau bukan Red Bull Racing? Tim yang berbasis di Milton Keynes ini baru saja membuat gebrakan dengan menjadi tim F1 pertama yang membocorkan jadwal peluncuran mereka untuk musim 2026 mendatang.
Buat kamu yang mungkin berpikir, “Lah, musim 2025 aja belum kelar, kok sudah mikirin 2026?” Jawabannya, karena 2026 bukan musim biasa. Musim depan akan menjadi tahun revolusi besar-besaran di Formula 1, dan bagi Red Bull, ini akan menjadi awal dari sebuah era baru yang super ambisius, yakni era Red Bull Ford Powertrains.
Saat tim lain masih pusing tujuh keliling memikirkan tiga balapan tersisa di musim ini, Red Bull Racing justru mengambil langkah out of the box. Pada Selasa malam waktu setempat, mereka secara resmi mengonfirmasi akan meluncurkan livery mobil baru mereka untuk musim 2026 pada tanggal 15 Januari 2026.
Tidak main-main, lokasinya pun dipilih secara strategis, yakni di Detroit, Amerika Serikat. Mengapa Detroit? Tentu saja karena kota tersebut merupakan “kandang” dari partner baru mereka, raksasa otomotif Ford.
Peluncuran ini juga akan semakin meriah karena tim “adik” mereka, Racing Bulls (Visa Cash App Racing Bulls, lebih tepatnya), akan ikut hadir dan memamerkan skema warna baru di acara yang sama. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa kolaborasi Red Bull dan Ford akan dirayakan secara besar-besaran.
Melansir Crash.net, terdapat dua faktor mengapa musim depan akan sangat krusial.
Pertama, F1 akan memberlakukan perombakan regulasi teknis besar-besaran, mencakup aturan sasis (bodi mobil) dan yang paling penting, aturan mesin (power unit). Mobil-mobil F1 2026 akan terlihat berbeda, lebih ringan, dan menggunakan bahan bakar yang 100% berkelanjutan. Hal ini menjadi kesempatan emas bagi tim-tim papan tengah untuk mengejar ketertinggalan, atau justru menjadi tantangan berat bagi tim dominan seperti Red Bull untuk mempertahankan tahtanya.
Kedua, di musim depan Red Bull juga akan menggandeng Ford untuk mesin buatan mereka sendiri bernama Red Bull Ford Powertrains. Selama ini, Red Bull dikenal sebagai tim “konsumen” yang membeli mesin dari pabrikan lain (terakhir dari Honda/HRC).
Kini, mereka membangun divisi mesin mereka sendiri dari nol dan berkolaborasi dengan Ford yang kembali terjun ke F1. Langkah ini merupakan keputusan super berani yang bisa menentukan masa depan dominasi mereka.
Optimisme di kubu Red Bull dan Ford sangat terasa. Laurent Mekies, tim prinsipal Red Bull, menyebut hal ini sebagai langkah bersejarah.
“Peluncuran era Red Bull Ford Powertrains tidak hanya mewakili langkah berani ke masa depan, tetapi juga ekspresi kuat tentang apa yang mungkin terjadi ketika teknik, inovasi, dan gairah kelas dunia bersatu,” kata Mekies.
“Energi, presisi, dan skala di balik proyek ini sangat menginspirasi. Ini adalah puncak kolaborasi beberapa tahun antara dua nama besar di dunia motorsport. Kami sangat bersemangat untuk memulai babak baru ini,” tambahnya.
Di sisi lain, Jim Farley, Presiden dan CEO Ford, menegaskan bahwa kembalinya mereka ke F1 memiliki tujuan yang lebih besar daripada sekadar menang balapan.
“Sejak kami mengumumkan kembali ke F1 bersama Red Bull, tim Ford telah bekerja siang malam untuk bersiap menyambut 2026. Tapi ini lebih dari sekadar balapan,” ujar Farley.
Selain mesin, Red Bull juga akan menentukan siapa pembalap utama mereka untuk musim depan. Max Verstappen, sang juara bertahan, kabarnya akan tetap setia bersama Red Bull meski rumor kepindahannya ke Mercedes (duet dengan George Russell) semakin kencang.
Kursi pertama sudah aman, kini tinggal kursi kedua. Nah, di sinilah dramanya dimulai. Siapa yang akan menjadi rekan setim Max Verstappen di musim 2026 masih menjadi teka-teki besar.
Masih melansir Crash.net, terdapat dua nama yang digadang-gadang akan menjadi partner Verstappen: Isack Hadjardan Yuki Tsunoda.
Isack Hadjar semakin kencang disebut untuk promosi ke tim utama. Performa impresifnya di musim ini bersama Racing Bulls menjadikannya salah satu kandidat kuat pembalap kedua Red Bull. Selain Hadjar, nama lainnya adalah pembalap asal Jepang, Yuki Tsunoda.
Pembalap berusia 25 tahun itu kini berada di ujung tanduk. Banyak rumor menyebutkan bahwa ia kemungkinan besar akan terlempar dari grid F1 pada 2026. Salah satu rumor besar beredar bahwa ia akan berlabuh ke ajang balap ternama di Amerika Serikat, IndyCar.
Baca juga: Red Bull Gagal Total di Sao Paulo: Max Verstappen Start P16 Karena Salah Set-up?
Sementara itu, tim “adik” mereka, Racing Bulls, juga akan mengumumkan line-up pembalap untuk musim depan. Menurut laporan Ted Kravitz di Sky Sports, tim tersebut kemungkinan akan diisi oleh duet Liam Lawson dan Arvid Lindblad (promosi dari F2).
Peluncuran di Detroit pada 15 Januari nanti bukan sekadar pamer livery baru, melainkan deklarasi dimulainya sebuah babak baru yang ambisius bagi Red Bull. Mereka tidak lagi bergantung pada siapa pun dan siap bertarung dengan mesin buatan sendiri.
Apakah ini akan menjadi awal dari dominasi baru, atau justru menjadi pertaruhan yang terlalu berisiko?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berbagai Sumber Berita