Mantan Pembalap F1 Kritik Lance Stroll Gara-Gara Performanya, Sudah Waktunya Aston Martin Berbenah?
INDOZONE.ID - Drama di dunia Formula 1 (F1) memang nggak ada matinya. Kali ini, sorotan tajam kembali mengarah ke garasi Aston Martin.
Bukan soal inovasi mobil hijau mereka, tapi soal salah satu pembalapnya, Lance Stroll.
Mantan pembalap F1 yang kini jadi analis, Ralf Schumacher, baru saja kritik pedas terkait performa Stroll yang dinilai makin memprihatinkan.
Adik dari legenda Michael Schumacher itu bahkan nggak ragu menyebut performa anak dari pemilik tim Aston Martin itu sebagai sebuah "bencana".
Waduh, seburuk apa sih situasinya sampai legenda F1 ngomong begitu?
Performa Lance Stroll yang "Katanya" Bikin Pusing Kepala
Buat kalian yang mengikuti F1 tiap race weekend, mungkin sadar kalau Lance Stroll sering banget kesulitan, terutama saat sesi kualifikasi.
Tapi, data yang dibeberkan Ralf Schumacher ini bener-bener bikin melongo.
Ternyata, Stroll sudah 31 balapan berturut-turut gagal mengalahkan rekan setimnya, Fernando Alonso, di sesi kualifikasi.
Terakhir kali Stroll start di depan sang "Rookie Abadi" itu terjadi di Grand Prix Inggris musim lalu.
Bayangin, sudah lebih dari setahun Stroll selalu kalah cepat di hari Sabtu.
Baca juga: FC Barcelona Kembali ke Camp Nou Akhir Pekan Ini Setelah Dua Tahun Lebih
Memang sih, kalau lihat klasemen poin, jaraknya nggak terlalu jauh. Stroll sudah mengumpulkan 32 poin, cuma selisih 8 poin dari Alonso.
Tapi, perlu diingat kalau musim ini Alonso sering banget kena apes di sisi garasinya.
Jadi, poin Stroll yang lumayan itu belum tentu mencerminkan kecepatan aslinya dibandingkan sang juara dunia dua kali.
Kritik Pedas Ralf Schumacher: "Ini Bencana"
Dalam episode terbaru podcast Sky Sports Jerman (Sky Germany F1), Ralf Schumacher secara terang-terangan mengatakan kejujurannya yang menyoroti betapa timpangnya performa antara dua pembalap Aston Martin ini.
"Aston Martin tentu saja juga sedang mencari pembalap. Performa kualifikasinya nol banding tak terhingga, jadi apa lagi yang harus dikatakan? Saya tahu Aston Martin sangat sensitif soal ini, tapi sederhananya, ya, ini adalah bencana," ujar Schumacher tegas.
Paman dari Mick Schumacher ini juga menyarankan agar Stroll mulai "melepas kacamata kudanya" dan menghadapi realita.
Menurutnya, agak memalukan kalau Stroll terus-terusan kalah dari Alonso.
Kenapa? Karena meskipun Alonso itu sudah berusia 43 tahun dan talenta luar biasa, faktanya dia sudah berada di penghujung karirnya alias sudah nggak muda lagi.
"Di balapan sana-sini, dia (Stroll) bisa membuat tanda, tapi jika saya terus-menerus lebih lambat dari Fernando Alonso, yang tentu saja merupakan bakat luar biasa tetapi agak berada di akhir karirnya, maka mungkin saya harus melepas kacamata berwarna mawar saya dan menghadapi kenyataan," tambah Schumacher.
Baca juga: 5 Keuntungan Fantastis yang Didapat Rizky Ridho Pasca Masuk Nominasi Puskas Award 2025
Musim 2026 Menanti, Masih Mau Main "Family Business"?
\Kritik Schumacher ini datang di saat yang sangat krusial buat Aston Martin.
Tim yang bermarkas di Silverstone ini lagi nggak main-main menyambut regulasi baru F1 musim 2026 mendatang.
Nggak tanggung-tanggung, Aston Martin bahkan sudah mempersiapkan hal tersebut dengan matang sempurna.
Tim yang dikelola Lawrence Stroll (ayah Lance) ini merekrut sang desainer mobil kelas dunia, Adrian Newey, dengan harapan mobil mereka bisa "ngacir" secepat kilat.
Selain itu, Aston Martin juga akan menggandeng Honda sebagai pemasok mesin. Mesin mereka digadang-gadang akan jadi salah satu yang terbaik.
Dengan modal segila itu, target Aston Martin jelas: jadi juara dunia.
Nah, pertanyaannya, apakah mereka bisa jadi juara kalau salah satu kursinya masih diisi pembalap yang performanya "bencana" di kualifikasi?
Banyak fans dan pengamat merasa kalau Aston Martin mau serius jadi top tier team, mereka butuh dua pembalap elit yang bisa konsisten mencetak poin besar.
Mempertahankan Lance Stroll hanya karena ayahnya adalah pemilik tim bisa jadi "red flag" terbesar buat ambisi juara mereka.
Situasi ini jelas bikin posisi Aston Martin serba salah. Di satu sisi, Lawrence Stroll pasti sayang anak.
Di sisi lain, investasi triliunan rupiah dan kedatangan figur seperti Adrian Newey serta Honda menuntut hasil nyata di lintasan.
Schumacher menutup kritiknya dengan menyiratkan bahwa Aston Martin sebenarnya sadar akan masalah ini, tapi topik ini terlalu sensitif di internal tim.
Tapi di dunia F1 yang super kompetitif, data nggak bisa bohong. Kalau Stroll nggak segera step up performanya, tekanan publik dan partner mungkin bakal memaksa tim hijau ini buat bikin keputusan berat.
Gimana menurut kalian? Apakah Lance Stroll masih layak dapat kursi di Aston Martin buat era baru 2026 nanti, atau sudah waktunya dia minggir dan kasih kesempatan buat talenta muda lain?
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sky Germany F1