Selasa, 13 JANUARI 2026 • 15:25 WIB

Cara Melakukan Gerakan Meroda dalam Senam: Pengertian, Teknik Dasar, dan Variasi Tingkat Lanjut

Author

Gerakan meroda. (Dok. Freepik)

INDOZONE.ID - Gerakan meroda atau cartwheel merupakan salah satu teknik dasar yang wajib dikuasai dalam senam lantai.

Gerakan ini biasanya mulai diajarkan sejak tahap awal pembelajaran senam, seperti pada Level 1 dan 2, karena menjadi landasan untuk keterampilan senam berikutnya.

Seiring berkembangnya kemampuan pesenam, gerakan meroda tidak hanya dilakukan sebagai teknik dasar, tetapi juga dikombinasikan dengan berbagai rangkaian gerakan lain, termasuk roundoff dan akrobatik lanjutan.

Oleh sebab itu, menguasai gerakan meroda dengan teknik yang benar sangat berpengaruh terhadap koordinasi tubuh, kekuatan otot, keseimbangan, hingga kelancaran gerakan senam secara keseluruhan.

Baca juga: Apa Itu Sikap Lilin Dalam Senam Lantai? Ini Pengertian, Manfaat dan Cara Melakukannya

Pengertian Gerakan Meroda

Gerakan meroda adalah gerakan memutar tubuh ke samping dengan tumpuan tangan, diawali dari posisi lunge.

Posisi ini ditandai dengan satu kaki berada di depan, satu kaki di belakang, serta kedua tangan diangkat lurus ke atas dengan tubuh menghadap ke depan.

Dari posisi tersebut, tubuh kemudian condong ke depan sambil menendang kaki belakang ke atas hingga berat badan berpindah ke kedua tangan.

Dengan memanfaatkan momentum tendangan, tubuh berputar ke samping dan mendarat kembali dalam posisi lunge, menghadap ke arah semula.

Meski terlihat sederhana, gerakan meroda memiliki banyak pengembangan teknik, mulai dari roundoff hingga aerial, yang membutuhkan kekuatan, kelenturan, dan kontrol tubuh lebih tinggi.

Baca juga: 7 Manfaat Senam Irama Bagi Kesehatan Mental dan Tubuh yang Belum Diketahui Gen Z

Syarat Melakukan Gerakan Meroda

Sebelum mempelajari gerakan meroda, pesenam sebaiknya sudah menguasai handstand dengan stabil.

Kemampuan ini menunjukkan bahwa tubuh memiliki kekuatan otot lengan, bahu, serta keseimbangan yang memadai. Selain itu, kontrol tubuh yang baik juga menjadi faktor penting.

Tanpa syarat tersebut, gerakan meroda berisiko dilakukan dengan teknik yang kurang tepat dan dapat menghambat perkembangan keterampilan senam di tahap selanjutnya.

Baca juga: Menpora Dito Harap 1st Indonesia Gymnaestrada Festival 2024 Lahirkan Atlet Senam Berprestasi Olimpiade

Cara Memulai Belajar Gerakan Meroda

Gerakan meroda. (Dok. Freepik)

Tahap awal belajar gerakan meroda dapat dimulai dengan latihan baby cartwheel. Latihan ini merupakan versi sederhana yang bertujuan untuk memperkenalkan pola gerakan dan arah putaran tubuh.

Pada baby cartwheel, kaki tidak ditendang melewati kepala, melainkan dilompati di sekitar posisi tangan. Cara ini membantu pesenam membiasakan diri dengan perpindahan tumpuan dan ritme gerakan.

Mulailah dari posisi lunge, kemudian letakkan kedua tangan di depan kaki seolah-olah berada di atas satu garis lurus. Pastikan posisi tangan tegak lurus terhadap garis tersebut.

Selanjutnya, ayunkan kaki dari satu sisi tangan ke sisi lainnya dan usahakan mendarat kembali di garis yang sama. Lakukan latihan ini secara berulang hingga gerakan terasa lebih stabil dan nyaman.

Baca juga: Kisah Verona van de Leur, Eks Atlet Senam yang Terpaksa Jadi Bintang Film Dewasa karena Dikhianati Ayahnya!

Meningkatkan Teknik Gerakan Meroda

Setelah menguasai gerakan dasar, langkah berikutnya adalah meningkatkan dorongan dari kaki belakang. Tendangan yang lebih kuat akan membantu menciptakan ketinggian sehingga kaki dapat melewati bagian atas tubuh, bukan hanya mengitari tangan.

Semakin baik koordinasi antara tendangan kaki dan tumpuan tangan, semakin halus pula gerakan meroda yang dihasilkan. Pada tahap awal, ritme gerakan mungkin terasa kurang nyaman, tetapi dengan latihan yang konsisten, teknik akan berkembang secara alami.

Baca juga: Mengenal Olahraga Pound Fit yang Lagi Booming di Parepare Sulsel, Gunakan Stik Drum Sambil Senam

Mengembangkan Gerakan Meroda ke Tingkat Lanjut

Jika gerakan meroda dasar sudah dikuasai dengan baik, pesenam dapat mulai mencoba berbagai variasi lanjutan yang lebih menantang.

Putaran Balik (Roundoff)

Roundoff merupakan pengembangan gerakan meroda yang paling sering digunakan dalam senam. Gerakan ini menjadi awalan untuk hampir semua elemen akrobatik ke belakang karena mampu menghasilkan tenaga yang besar.

Teknik gerakan meroda yang kurang baik akan sangat memengaruhi kualitas roundoff, sehingga penting memastikan dasar gerakan sudah benar sebelum melangkah ke tahap ini.

Baca juga: Menpora Dito Ingin Jadikan Senam Olahraga Wajib di Seluruh Tingkatkan Pendidikan

Gerakan Meroda Satu Tangan

Gerakan meroda satu tangan dilakukan dengan hanya menggunakan satu tangan sebagai tumpuan. Latihan ini berguna untuk meningkatkan kekuatan, keseimbangan, dan kontrol tubuh.

Pesenam dapat menggunakan tangan bagian dalam atau tangan yang lebih jauh dari kaki depan. Umumnya, tangan bagian dalam lebih mudah digunakan, sementara tangan yang jauh membutuhkan koordinasi dan dorongan yang lebih kuat.

Aerial

Gerakan meroda. (Dok. Freepik)

Aerial adalah variasi gerakan meroda tanpa menggunakan tangan sebagai tumpuan. Gerakan ini tergolong sulit dan membutuhkan fleksibilitas tinggi, kecepatan, serta dorongan maksimal dari kaki belakang.

Dalam aerial, kaki belakang berperan penuh dalam mengangkat tubuh, sehingga kekuatan dan teknik tendangan menjadi faktor penentu keberhasilan gerakan.

Baca juga: Senam Bareng Ibu-ibu di Lapangan Banteng, Menaker: Tingkatkan Produktivitas Kerja

Gerakan Meroda di Balok Keseimbangan

Selain di lantai, gerakan meroda juga sering dilakukan di atas balok keseimbangan. Tingkat kesulitannya jauh lebih tinggi karena bidang tumpuan yang sempit dan tingkat kesalahan yang sangat kecil.

Oleh karena itu, gerakan ini menuntut konsentrasi, keseimbangan, serta penguasaan teknik yang matang sebelum dicoba.

Kesimpulan

Gerakan meroda merupakan keterampilan dasar yang memiliki peran penting dalam senam lantai.

Baca juga: Kemenpora Bersama PMKI Senam Hari Krida untuk Ajak Masyarakat Sehat dan Bugar

Gerakan ini menjadi fondasi bagi berbagai teknik lanjutan dan membantu meningkatkan kekuatan, koordinasi, serta kepercayaan diri pesenam.

Dengan latihan yang konsisten, teknik yang benar, dan kesabaran, gerakan meroda dapat dikuasai secara bertahap.

Setiap kemajuan yang dicapai merupakan bagian dari proses belajar. Teruslah berlatih dengan aman, jaga kedisiplinan, dan nikmati setiap perkembangan dalam perjalanan senam Anda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Elevate Sports Center

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU