INDOZONE.ID - Sebagai olahraga paling digemari di dunia, sepak bola memiliki aturan-aturan yang wajib dipatuhi demi menjaga sportivitas dan keselamatan pemain.
Pelanggaran yang terjadi tak hanya mengganggu jalannya pertandingan, tapi juga merugikan tim dan bahkan membahayakan kondisi fisik pemain.
Dalam artikel ini, Indozone akan membahas secara lengkap jenis-jenis pelanggaran dalam sepak bola yang diatur dalam Laws of the Game oleh IFAB (International Football Association Board).
Baca juga: Mengulik Formasi 5-3-2 dalam Sepak Bola, Beserta Kelebihan dan Kelemahannya
Tingkatan Pelanggaran Sepak Bola
Menurut aturan FIFA, pelanggaran dalam sepak bola diklasifikasikan berdasarkan tingkat keseriusannya. Klasifikasi ini akan membantu wasit dalam memberikan keputusan yang adil.
1. Pelanggaran Ringan
Sesuai namanya, pelanggaran ini tidak membahayakan pemain lain dan tidak terlalu memengaruhi jalannya pertandingan.
Contoh pelanggaran ringan:
- Handsball tidak disengaja
- Pelanggaran teknis ringan
- Kontak fisik minimal
Sanksi untuk pelanggaran jenis ini biasanya tendangan bebas atau teguran lisan dari wasit.
2. Pelanggaran Sedang
Kalau ini bisa menyebabkan terganggunya jalan pertandingan. Biasanya dilakukan dengan intensitas lebih tinggi, meski tidak tergolong tindakan berbahaya.
Contoh pelanggaran sedang:
- Tekel yang tidak mengenai bola
- Pelanggaran berulang oleh pemain yang sama
- Menghalangi pergerakan lawan secara tidak wajar
Sanksi untuk pelanggaran sedang umumnya kartu kuning.
3. Pelanggaran Berat
Pelanggaran berat dilakukan dengan unsur kekerasan, sengaja membuat lawan cedera atau perilaku tidak sportif yang mencolok.
Contoh pelanggaran berat:
- Menendang atau memukul lawan tanpa bola
- Tindakan rasis atau diskriminatif
- Menghina wasit atau ofisial pertandingan
Sanksi untuk jenis pelanggaran ini adalah kartu merah dan berpotensi mendapat larangan bermain di laga berikutnya.
Jenis Pelanggaran Sepak Bola
1. Tendangan Bebas Langsung
Tendangan bebas langsung diberikan jika seorang pemain melakukan pelanggaran terhadap lawan yang menurut penilaian wasit dilakukan secara ceroboh, sembrono, atau menggunakan kekuatan berlebihan.
Pelanggaran yang Digolongkan Tendangan Bebas Langsung:
- Menabrak lawan (charge)
- Melompat ke arah lawan
- Menendang atau mencoba menendang
- Mendorong
- Memukul atau mencoba memukul (termasuk sundulan kepala)
- Melakukan tekel atau tantangan
- Menjegal atau mencoba menjegal
Jika pelanggaran tersebut melibatkan kontak fisik, maka hukumannya berupa tendangan bebas langsung atau penalti.
Pelanggaran Lain yang Dihukum Tendangan Bebas Langsung:
- Handball (kecuali kiper di area penalti sendiri)
- Menahan lawan
- Menghalangi lawan dengan kontak fisik
- Menggigit atau meludah ke pemain atau ofisial
- Melempar benda ke bola, lawan, atau wasit
- Menyentuh bola dengan benda yang dipegang
Aturan Handball
Batas atas lengan yang dinilai sebagai handball adalah sejajar dengan bagian bawah ketiak. Tidak semua sentuhan tangan atau lengan dianggap pelanggaran.
Handball Dinyatakan Pelanggaran Jika Pemain:
- Sengaja menyentuh bola dengan tangan atau lengan
- Membuat tubuh terlihat lebih besar secara tidak alami
- Mencetak gol langsung dari tangan/lengan (meski tidak sengaja) dan setelah bola mengenai tangan/lengan terlebih dahulu
Kiper memiliki aturan yang sama seperti pemain lain saat berada di luar kotak penalti.
Jika kiper melakukan handball ilegal di area penalti, hukumannya tendangan bebas tidak langsung, tanpa kartu, kecuali pelanggaran tersebut menggagalkan peluang gol.
2. Tendangan Bebas Tidak Langsung
Tendangan bebas tidak langsung diberikan jika pemain:
- Bermain dengan cara berbahaya
- Menghalangi pergerakan lawan tanpa kontak
- Melakukan protes berlebihan atau berkata kasar
- Menghalangi kiper melepaskan bola
- Mengakali aturan dengan umpan kepala/dada/lutut ke kiper
- Melakukan pelanggaran lain yang menyebabkan wasit menghentikan permainan
Pelanggaran Khusus oleh Kiper:
- Menyentuh bola lagi setelah melepasnya sebelum disentuh pemain lain
- Menangkap bola dari umpan kaki sengaja dari rekan dan emparan ke dalam dari rekan setim
3. Tendangan Sudut karena Pelanggaran Kiper
Tendangan sudut diberikan jika kiper menguasai bola lebih dari 8 detik sebelum melepasnya.
Wasit akan:
- Menentukan kapan penguasaan dimulai
- Menghitung mundur 5 detik terakhir dengan isyarat tangan
- Saat menguasai bola, kiper tidak boleh diganggu lawan.
Jenis Sanksi dalam Sepak Bola
Teguran Lisan
Diberikan untuk pelanggaran ringan dan biasanya terjadi pada pelanggaran pertama.
Kartu Kuning
Diberikan untuk pelanggaran yang disengaja atau berulang. Dua kartu kuning dalam satu pertandingan otomatis berujung kartu merah.
Contoh pelanggarannya:
- Mengulur waktu
- Protes berlebihan
- Masuk lapangan tanpa izin
- Tidak menjaga jarak saat restart
- Perilaku tidak sportif
- Diving atau pura-pura jatuh
Kartu Merah
Sanksi paling berat. Pemain harus keluar lapangan dan tim melanjutkan pertandingan dengan jumlah pemain lebih sedikit.
Contoh pelanggarannya:
- Menggagalkan peluang gol secara ilegal (DOGSO)
- Melakukan pelanggaran keras
- Meludah atau menggigit
- Kekerasan fisik
- Ujaran kasar, menghina, atau diskriminatif
- Menerima kartu kuning kedua
Sanksi Tambahan Setelah Pertandingan
Selain hukuman di lapangan, federasi sepak bola juga dapat memberikan sanksi lanjutan berdasarkan laporan wasit atau rekaman pertandingan.
Baca juga: Mengenal Istilah-Istilah dalam Sepak Bola dan Artinya: Aturan Permainan, Posisi, dan Teknik Pemain
Bentuk sanksi tambahan:
- Skorsing beberapa pertandingan
- Denda finansial untuk pemain atau klub
- Pengurangan poin atau sanksi administratif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: IFAB