Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 29 JANUARI 2026 • 13:42 WIB

Mengulik Formasi 5-3-2 dalam Sepak Bola, Beserta Kelebihan dan Kelemahannya

Mengulik Formasi 5-3-2 dalam Sepak Bola, Beserta Kelebihan dan KelemahannyaFormasi sepak bola 5-3-2. (Freepik/stockbg)

INDOZONE.ID - Pecinta sepak bola tentunya sudah tidak asing lagi dengan formasi 5-3-2. Yaps, formasi ini merupakan formasi tradisional yang masih cukup sering dipakai oleh sejumlah tim yang menerapkan permainan bertahan.

Diketahui, Formasi 5-3-2 merupakan formasi sepak bola yang terdiri dari 5 bek sejajar, 3 pemain tengah dan juga dua penyerang.

Formasi 5-3-2 memang dikenal sebagai formasi bertahan, tapi banyak pelatih sepak bola dunia yang memodifikasi formasi ini menjadi fleksibel dan trademark bertahan dalam formasi ini seakan hilang. Salah satu pelatih pelatih yang memodifikasi formasi 5-3-2 menjadi fleksibel adalah Louis van Gaal saat melatih Belanda di Piala Dunia 2014 lalu.

Baca juga: Diisukan Gabung Manchester United, Liam Rosenior Tegaskan Cole Palmer Bahagia di Chelsea

Saat itu, Louis van Gaal kerap kali menerapkan formasi 5-3-2 sebagai fondasi awal Timnas Belanda. Namun, pada praktiknya di atas lapangan, Van Gaal menyulap formasi ini menjadi lebih fleksibel.

Saat menyerang Van Gaal merubah shape formasi ini menjadi 3-5-2, namun saat transisi bertahan ia kembali merubah shape formasi Belanda asuhannya itu ke pakem formasi awal yaitu 5-3-2.

Lantas bagaimana awal mula formasi 5-3-2 tercetuskan, dan apa saja kelebihan dan kelemahan pada formasi ini? Pada artikel ini, tim INDOZONE akan mengupas tuntas sejarah terbentuknya formasi 5-3-2 beserta kelebihan dan kelemahan formasi ini sebagaimana yang dilansir dari Jobs in Football pada Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Kiper Timnas Indonesia Maarten Paes Selangkah Lagi Gabung Ajax Amsterdam, Jadi Pemain Inti?

Sejarah Formasi 5-3-2 Berkembang di Sepak Bola

Mengulik Formasi 5-3-2 dalam Sepak Bola, Beserta Kelebihan dan KelemahannyaHelenio Herrera saat melatih Inter Milan (X @LoversInter)

Formasi 5-3-2 diyakini pertama kali digunakan oleh Timnas Brasil di era 1960-an. Formasi ini awalnya dirancang untuk memaksimalkan kemampuan para pemain berbakat di Timnas Brasil seperti Pele dan juga Garrincha.

Namun, salah satu formasi 5-3-2 yang paling terkenal ketika formasi ini digunakan oleh pelatih asal Argentina Helenio Herrera saat melatih klub Serie A Inter Milan di era tahun 1960-an.

Di periode pertamanya ia melatih Inter Milan dari tahun 1960 hingga 1968, Inter Milan asuhan Helenio Herrera sangat sukses dengan gaya permainan bertahan mereka dan mengandalkan serangan balik.

Bahkan dengan formasi 5-3-2 ala Helenio Herrera, Inter Milan sukses memenangkan 7 gelar, seperti 3 gelar Serie A (1962/63, 1964/65, 1965/66), 2 gelar Liga Champions (1963/64, 1964/65) dan juga Piala Interkontinental (1964 dan 1965).

Oleh karena itu, banyak pelatih kelas dunia yang sering menggunakan formasi 5-3-2, seperti Antonio Conte, Luis Felipe Scolari hingga Louis van Gaal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jobsinfootball.com

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Mengulik Formasi 5-3-2 dalam Sepak Bola, Beserta Kelebihan dan Kelemahannya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!