Phil Foden, Harry Kane, dan Bukayo Saka saat bermain di Timnas Inggris. (Dok. FIFA)
INDOZONE.ID - Formasi 3-4-3 merupakan salah satu skema taktik sepak bola yang cukup populer dalam permainan modern.
Formasi ini dikenal mampu menghadirkan keseimbangan antara menyerang dan bertahan. Sehingga, kerap digunakan oleh tim yang ingin bermain agresif, tanpa kehilangan stabilitas di lini belakang.
Secara struktur, formasi 3-4-3 terdiri dari tiga bek tengah, empat pemain lini tengah, serta tiga pemain di lini depan.
Kombinasi ini memungkinkan tim, untuk menguasai area tengah sekaligus memaksimalkan lebar permainan melalui sisi lapangan.
Di lini tengah, biasanya terdapat dua gelandang bertahan yang berfungsi sebagai penghubung antarlini dengan menjaga tempo permainan, serta membantu pertahanan.
Sementara itu, dua pemain lainnya berperan sebagai bek sayap yang bertugas, memberikan lebar serangan dan mendukung lini depan.
Baca juga: 4 Pemain Manchester United yang Sulit Beradaptasi dengan Formasi 3-4-3 Ruben Amorim
Adapun tiga pemain depan dalam formasi 3-4-3 dapat disusun dalam beberapa variasi.
Salah satu yang paling umum adalah dua pemain kreatif, atau gelandang serang bernomor 10 yang bermain di belakang satu penyerang tengah. Variasi ini kerap disebut sebagai formasi 3-4-2-1.
Selain itu, terdapat pula opsi tiga penyerang sejajar, dengan dua penyerang sayap bermain tinggi dan lebar di sisi kiri dan kanan, sejajar dengan striker utama.
Pilihan lainnya adalah penggunaan striker sebagai false nine. Di mana penyerang tengah turun ke lini tengah, untuk menarik bek lawan keluar dari posisinya, dan membuka ruang bagi penyerang sayap yang masuk ke area tengah.
Johan Cruyff saat melatih di Barcelona. (Dok. FC Barcelona)
Secara historis, formasi 3-4-3 telah dikenal sejak awal abad ke-20, dan menjadi salah satu contoh awal penggunaan tiga bek secara konsisten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Coaches Voice