INDOZONE.ID - Dalam dunia sepak bola, penghargaan tak hanya diberikan kepada tim atau klub. Sejumlah apresiasi individu juga diberikan kepada para pemain yang menunjukkan kualitas tinggi, performa konsisten, serta kontribusi besar sepanjang turnamen.
Penghargaan individu yang diberikan bukan kaleng-kaleng. Tapi memiliki reputasi yang sangat prestisius karena proses penilaiannya yang ketat dan berpengaruh besar dalam sejarah sepak bola dunia.
Maka tak heran jika para pemain top Eropa bersaing ketat untuk memenangkan penghargaan individu tersebut.
Dalam artikel ini, Indozone akan bahas 5 penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola. Berikut ulasan lengkapnya!
1. Ballon d'Or
Ballon d'Or dikenal sebagai yang tertua sekaligus paling prestisius dalam dunia sepak bola.. Penghargaan ini digelar oleh majalah asal Prancis, France Football, sejak tahun 1956.
Penghargaan ini pertama kali digagas oleh jurnalis olahraga Gabriel Hanot. Ballon d'Or awalnya dikhususkan untuk pemain asal Eropa, sehingga pemain seperti Pele dan Maradona tak pernah memenangkannya. Namun pada 1995 aturan diubah untuk pemain non-Eropa yang main di klub Eropa.
Seiring dalam perjalanannya, Ballon d’Or sempat digabungkan dengan penghargaan FIFA selama enam tahun hingga 2009. Setelah itu, Ballon d’Or kembali berdiri sendiri sebagai penghargaan independen yang diberikan oleh France Football.
Kriteria penilaian Ballon d'Or terletak pada performa individu, prestasi tim (trofi), serta perilaku dan sportivitas pemain selama satu musim.
Awalnya, hak suara hanya dimiliki oleh jurnalis sepak bola. Namun sejak tahun 2007, kapten tim nasional dan pelatih juga diberi hak untuk ikut memilih peraih penghargaan.
Dalam sejarahnya, Lionel Messi tercatat sebagai pemain dengan gelar Ballon d’Or terbanyak, yakni delapan kali, disusul Cristiano Ronaldo yang meraih penghargaan tersebut sebanyak lima kali.
2. FIFA World Player of the Year
Penghargaan ini diberikan oleh induk organisasi sepak bola dunia, FIFA kepada pesepak bola pria (dan wanita sejak 2001) terbaik dunia dari tahun 1991 hingga 2009.
Dimulai pada 1991, penghargaan ini pertama kali dimenangkan oleh Lothar Matthäus, sebagai pemain pria terbaik.
Seiring perjalanannya, penghargaan ini sempat digabungkan dengan Ballon d'Or menjadi FIFA Ballon d'Or (2010-2015), sebelum akhirnya pecah kongsi menjadi The Best FIFA Football Awards pada 2016.
Hak pilih The Best FIFA Football Awards ada di tangan pelatih timnas, kapten timnas, jurnalis media dan fans melalui voting online.
3. Golden Ball Award
Penghargaan individu bergengsi selanjutnya adalah Golden Ball Award. Penghargaan ini pertama kali diperkenalkan di Piala Dunia 1982 di Spanyol.
The Golden Ball diberikan kepada pemain terbaik di ajang Piala Dunia FIFA, bukan semata-mata berdasarkan jumlah gol, assist, atau penyelamatan.
Seorang pemenang Golden Ball Award tidak harus berasal dari tim juara, bahkan bisa saja tidak memiliki catatan statistik paling menonjol sepanjang turnamen.
Intinya, pemain tersebut dinilai mampu memberikan dampak besar dan meninggalkan jejak kuat lewat performanya di panggung sepak bola empat tahunan tersebut.
Pemenang Golden Ball Award ditentukan oleh FIFA Technical Committee dan jurnalis media internasional.
Salah satu alasan mengapa Golden Ball Award begitu prestisius adalah karena kesempatan untuk memenangkannya sangat langka. Bahkan bagi pesepak bola kelas dunia, peluang meraih penghargaan ini biasanya hanya datang sekali atau dua kali sepanjang karier.
4. The European Shoe (Sepatu Emas Eropa)
Penghargaan ini pertama kali diberikan majalah L’Équipe untuk pencetak gol terbanyak di seluruh liga sepak bola Eropa kasta tertinggi.
Pada 1968 hingga 1991, tidak ada pembedaan bobot antar liga di Eropa, hingga muncul kontroversi terkait seorang pencetak gol asal Siprus.
Akibat kontroversi tersebut, penghargaan ini dihentikan selama lima tahun. Lalu pada 1996–1997, European Sports Media (ESM) mengambil alih penghargaan ini dengan menerapkan sistem koefisien, di mana gol yang dicetak di liga-liga top Eropa memiliki nilai lebih besar.
Dalam format baru tersebut, Lionel Messi tercatat sebagai pemain tersukses dengan enam kali meraih Sepatu Emas Eropa, disusul rival abadinya, Cristiano Ronaldo, yang mengoleksi empat gelar.
5. The FIFA Puskas Award
Terakhir ada The FIFA Puskas Award sebagai penghargaan individu paling bergengsi. Penghargaan ini digelar pertama kali pada 2009 untuk gol paling indah sepanjang tahun.
Penghargaan ini dinamai untuk menghormati Ferenc Puskás, legenda penyerang asal Hungaria. Namun, karena sifat penilaiannya yang subjektif, Puskás Award kerap menuai kontroversi, salah satunya gol Mohamed Salah pada 2018.
Secara teknis, Puskás Award dapat diraih oleh pemain pria maupun wanita dari klub manapun. Salah satu contoh, bek Persija Rizky Ridho jadi pesepak bola Indonesia pertama yang berhasil masuk nominasi Puskas Award 2025.
Penilaian FIFA Puskás Award didasarkan pada kombinasi 50% voting penggemar di situs resmi FIFA dan 50% penilaian panel ahli (FIFA Legends), yang menobatkan gol paling estetis, teknis, dan suportif terhadap fair play.
Baca juga: Apa Itu FIFA Puskas Award? Ini Pengertian, Sejarah dan Makna di Balik Penghargaan Gol Terindah
Itulah daftar 5 penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola. Semoga bermanfaat!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sportskeeda