Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 09:51 WIB

Dianggap Titik Terendah Baru, Jose Mourinho Banjir Kritik Usai Komentari Insiden Vinicius

Author

Vinicius Jr adu mulut dengan Jose Mourinho usai insiden rasis dalam laga leg 1 playoff Liga Champions Benfica vs Real Madrid (Rodrigo Antunes/REUTERS)

INDOZONE.ID - Jose Mourinho menuai kecercam luas usai melontarkan komentar kontroversial terkait insiden dugaan rasisme yang menimpa Vinicius Junior. 

Dalam laga Benfica vs Real Madrid, Selasa (17/2/2026), pemain Brasil itu melaporkan Gianluca Prestianni atas dugaan ucapan rasis. 

Mourinho justru menyebut Vinicius ikut memicu situasi dengan selebrasi golnya.

Dalam wawancara dengan Amazon Prime usai laga, pelatih Benfica itu mengatakan, "Vini tidak hanya senang mencetak gol. Saat mencetak gol seperti itu, lo harus merayakannya dengan cara yang hormat." 

Baca juga: Kandidat Tak Lazim di Bursa Calon Presiden Barcelona: Eks Bintang Film Dewasa hingga Pemain Terompet

Ia juga mengklaim telah memberi tahu Vinicius bahwa tokoh terbesar dalam sejarah klub adalah Eusebio yang berkulit hitam, sehingga mustahil Benfica rasis.

Pernyataan ini memicu reaksi keras dari berbagai kalangan. 

Mantan pemain Belanda Clarence Seedorf yang bekerja sebagai pundit untuk Amazon Prime menegaskan Mourinho melakukan kesalahan besar dengan membenarkan pelecehan rasial. 

"Dia bilang ini terjadi di mana pun Vinicius main. Artinya dia menganggap wajar kalau Vini diprovokasi lalu dilecehkan secara rasis. Itu sangat salah," tegas Seedorf.

Di Amerika Serikat, legenda Liverpool Jamie Carragher dan mantan bek Manchester City Micah Richards juga menyoroti kemunafikan Mourinho. 

Baca juga: 5 Kiper Terbaik Dunia Sepanjang Masa, Urutan 3 Pernah Menangkan Ballon d'OR

"Rasanya keterlaluan. Ini orang yang merayakan dan memprovokasi lawan lebih dari pelatih mana pun," kata Carragher. 

Richards mengaku kecewa karena figur sekaliber Mourinho seharusnya bisa lebih bijak.

Vinicius Jr sendiri menulis di Instagram bahwa tindakan rasis adalah pengecut. 

Ia juga mengkritik kartu kuning yang diterimanya usai merayakan gol serta protokol anti-rasisme yang dijalankan dengan buruk. 

Prestianni membantah tuduhan dan mengaku difitnah.

Media Inggris The Athletic menyebut komentar Mourinho sebagai "level terendah baru" dan bentuk gaslighting kejam terhadap korban rasisme. 

Baca juga: Kapan Sih Waktu Terbaik Berolahraga saat Puasa? Ini Jawabannya!

Alih-alih mendukung investigasi, Mourinho justru memilih menyalahkan korban. 

Black players di skuad Benfica seperti Dodi Lukebakio dan Bruma kini mungkin bertanya-tanya, apakah klub mereka benar-benar bebas rasisme hanya karena pernah memiliki Eusebio?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Nytimes.com

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU