INDOZONE.ID - Taekwondo merupakan salah satu seni bela diri yang berasal dari Korea. Dalam taekwondo terdapat berbagai teknik pukulan, tangkisan, dan tendangan yang digunakan dalam pertarungan maupun untuk membela diri.
Taekwondo bukan sekadar teknik bertarung atau mempertahankan diri secara fisik. Bela diri ini merupakan sebuah disiplin yang mengajarkan cara membentuk karakter, memperkuat mental, serta meningkatkan kualitas hidup melalui latihan tubuh dan pikiran secara seimbang.
Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai bela diri taekwondo, mulai dari sejarah, istilah teknik tendangan dan pukulan hingga sistem penilaian dalam pertandingan.
Sejarah Taekwondo
Istilah taekwondo mulai digunakan pada tahun 1955. Kata ini merupakan gabungan dari tiga kata dalam bahasa Korea yang berarti “kaki”, “tangan” (atau kepalan tangan), dan “jalan” atau “cara hidup”.
Secara makna, taekwondo dapat diartikan sebagai “jalan kaki dan tangan”, yang mencerminkan teknik utama dalam bela diri ini.
Akar taekwondo sendiri berasal dari berbagai seni bela diri yang berkembang lebih dulu di Korea, Jepang, dan China.
Meski memiliki akar sejarah panjang, bentuk taekwondo modern baru benar-benar terbentuk setelah berakhirnya pendudukan Jepang di Korea pada tahun 1945.
Perkembangan taekwondo di tingkat internasional semakin kuat ketika World Taekwondo Federation (WTF) didirikan pada tahun 1973. Cabang olahraga ini resmi menjadi bagian dari Olympic Games sejak tahun 2000.
Baca juga: Mengenal Tingkatan-tingkatan Sabuk dalam Olahraga Taekwondo yang Wajib Kamu Tahu, Apa Saja?
Teknik Tendangan dalam Taekwondo
Taekwondo dikenal dengan berbagai teknik tendangan yang kuat dan eksplosif. Banyak di antaranya dilakukan setinggi kepala, bahkan disertai putaran dan lompatan. Berikut beberapa teknik tendangan taekwondo.
1. Ap Chagi (Front Kick)
Tendangan depan merupakan teknik dasar dalam taekwondo. Gerakannya dimulai dengan mengangkat lutut, lalu meluruskan kaki untuk mengenai target menggunakan bagian bola kaki (ujung telapak kaki bagian depan).
Tendangan ini cepat, lurus, dan fleksibel karena bisa diarahkan ke tubuh bagian bawah, tengah, maupun atas.
2. Dolly Chagi (Roundhouse Kick)
Sesuai namanya, teknik ini merupakan tendangan melingkar dengan mengangkat kaki ke samping. Lalu kaki diayunkan dalam gerakan melingkar untuk mengenai sasaran menggunakan punggung kaki.
Teknik ini sangat efektif untuk menyerang bagian tengah tubuh atau kepala lawan.
3. Yeop Chagi (Side Kick)
Tendangan samping dilakukan dengan mendorong lutut lurus ke arah samping, kemudian meluruskan kaki dengan kuat ke target.
Tendangan ini mengandalkan dorongan dan kekuatan pinggul. Kecepatan dan ketepatannya menjadikan teknik ini salah satu serangan yang sangat efektif.
4. Dwi Chagi (Back Kick)
Teknik tendangan selanjutnya adalah back kick yang dilakukan dengan memutar tubuh menjauhi target, lalu menghantam menggunakan tumit.
Teknik ini dikenal cepat dan memiliki unsur kejutan, sehingga sering digunakan sebagai serangan balasan saat lawan mendekat dari belakang.
5. Huryeo Chagi (Hook Kick)
Tendangan ini dilakukan dengan memutar tubuh ke samping dan mengangkat lutut setinggi pinggang menghadap target.
Saat kaki diluruskan, ayunkan dalam gerakan melengkung seperti mengait dari arah belakang menuju target.
6. Dwi Huryeo Chagi (Spinning Hook Kick)
Tendangan dilakukan dengan cara memutar tubuh terlebih dahulu, lalu melancarkan tendangan mengait.
Gerakan ini membutuhkan kelincahan, keseimbangan, dan presisi tinggi, tetapi menghasilkan serangan yang kuat dan sulit diprediksi.
7. Dollyo Chagi (Turning Kick)
Tendangan ini dilakukan dengan memutar kaki tumpuan sehingga memungkinkan kaki belakang menghasilkan tendangan yang lebih bertenaga.
Teknik ini sering digunakan dalam variasi roundhouse kick dan dapat disesuaikan dengan berbagai gaya tendangan lainnya.
8. Naeryo Chagi (Axe Kick/Hammer Kick)
Angkat kaki lurus setinggi mungkin ke depan, lalu hentakkan ke bawah seperti gerakan kapak membelah kayu. Tendangan ini bisa dilakukan lurus ke depan atau dengan sedikit lengkungan ke dalam maupun ke luar.
Teknik Pukulan dalam Taekwondo
Selain memiliki teknik tendangan yang eksplosif, taekwondo juga memiliki teknik pukulan yang berperan penting dalam latihan atau pertandingan.
Beriku ini 10 teknik pukulan yang umum dalam taekwondo:
1. Straight Punch (Jireugi)
Pukulan lurus dasar yang dilakukan dalam satu garis langsung ke depan menggunakan tangan terdepan (lead hand).
2. Front Fist Punch (Ap Joomuk Jireugi)
Pukulan ini menggunakan kepalan tangan depan dengan posisi tangan menggenggam kuat. Biasanya diarahkan lurus ke target dengan fokus pada kecepatan dan ketepatan.
3. Back Fist Punch (Dwijibo Jireugi)
Dilakukan menggunakan punggung tangan, biasanya dengan gerakan melingkar atau menyentak (whipping motion). Teknik ini efektif untuk serangan cepat dan mengejutkan.
4. Body Punch (Momtong Jireugi)
Pukulan yang diarahkan ke bagian tengah tubuh atau torso lawan. Umumnya digunakan dalam pertandingan untuk mencetak poin pada pelindung badan.
5. Side Punch (Yop Jireugi)
Pukulan menyamping yang diarahkan ke bagian rusuk atau sisi tubuh lawan. Teknik ini memanfaatkan rotasi pinggul untuk menambah tenaga.
6. Knee Strike Punch (Mureup Jireugi)
Kombinasi antara pukulan dan serangan lutut secara bersamaan. Teknik ini menghasilkan serangan ganda yang kuat dalam jarak dekat.
7. Swallow Fist Punch (Jebipoom Jireugi)
Terinspirasi dari gerakan burung walet, teknik ini menekankan kecepatan, kelincahan, dan presisi dalam menyerang, dengan gerakan tangan yang cepat dan tajam.
8. Hook Punch (Pyonhi Jireugi)
Pukulan mengait dari samping yang biasanya menargetkan kepala atau wajah lawan. Gerakan melengkungnya memungkinkan serangan melewati pertahanan depan.
9. Hammer Fist Punch (Dung Joomuk Jireugi)
Dilakukan dengan kepalan tangan menggunakan bagian bawah atau sisi luar tangan, menyerupai gerakan memukul dengan palu.
10. Knife Hand Thrusting Punch (Sonnal Mokchigi Jireugi)
Pukulan dorong menggunakan sisi tangan (seperti pisau). Teknik ini mirip dengan knife-hand strike dan biasanya diarahkan ke area leher atau bagian vital lainnya.
Berbagai Aliran Taekwondo
Taekwondo memiliki beberapa organisasi internasional besar yang mengajarkan gaya dengan perbedaan aturan, teknik, dan sistem pertandingan. Meski memiliki akar yang sama, masing-masing berkembang dengan ciri khas tersendiri.
1. World Taekwondo (WT)
World Taekwondo (WT) adalah organisasi yang menetapkan aturan resmi untuk cabang taekwondo di ajang Olympic Games dan berbagai kompetisi besar dunia lainnya.
Gaya yang digunakan WT mengacu pada sistem yang dikembangkan oleh Kukkiwon, yaitu markas pelatihan dan pusat pengembangan taekwondo yang berafiliasi dengan pemerintah Korea Selatan.
Ciri khas gaya WT fokus pada pertandingan olahraga (sport taekwondo), lalu fokus penekanan pada tendangan cepat dan teknik kaki. WT juga memiliki sistem penilaian berbasis poin elektronik dalam kompetisi.
2. International Taekwon-Do Federation (ITF)
ITF didirikan oleh Choi Hong-hi. Organisasi ini sempat memiliki hubungan dengan pemerintah Korea Selatan sebelum akhirnya berpisah.
Setelah wafatnya Jenderal Choi, ITF kemudian terpecah menjadi beberapa faksi, namun tetap mempertahankan sistem yang ia kembangkan.
Ciri khas gaya ITF adalah memiliki pola (tul) berbeda dari WT, gerakan lebih menekankan tenaga dan teknik tradisional serta memiliki kejuaraan dunia sendiri.
3. Taekwondo Tradisional
Selain WT dan ITF, banyak sekolah dan organisasi yang mengklaim mengajarkan taekwondo tradisional. Tidak ada satu badan tunggal yang mengatur aliran ini.
Gaya ini sering juga disebut Moo Duk Kwan dan Tang Soo Do. Keduanya merujuk pada sekolah-sekolah seni bela diri Korea yang berkembang setelah Perang Dunia II.
Gaya tradisional biasanya lebih menekankan nilai filosofi dan etika bela diri, teknik pertahanan diri dan pola gerakan klasik.
Istilah Penting dalam Pertandingan (Kyorugi)
Berikut beberapa istilah yang sering terdengar saat pertandingan:
- Kyorugi (겨루기): Pertandingan sparring
- Hogu: Pelindung badan
- Gam-jeom (감점): Hukuman pengurangan poin
- Kalyeo (갈려): Hentikan pertandingan
- Gye-sok (계속): Lanjutkan pertandingan
- Hong / Cheong: Atlet merah / atlet biru
Baca juga: Tingkatan Sabuk Taekwondo yang Kamu Harus Tahu
Sistem Penilaian Pertandingan (Kyorugi)
Dalam kompetisi resmi World Taekwondo, poin dihitung berdasarkan area sasaran dan tingkat kesulitan teknik.
- 1 Poin: Pukulan langsung ke pelindung badan (Protector).
- 2 Poin: Tendangan biasa ke arah pelindung badan.
- 3 Poin: Tendangan mengarah kepala atau tendangan memutar ke badan.
- 4 Poin: Tendangan memutar dengan tingkat kesulitan tinggi ke badan.
- 5 Poin: Tendangan memutar ke arah kepala.
Taekwondo juga memiliki hukuman kepada peserta yang melakukan pelanggaran seperti keluar arena, mendorong lawan hingga menghindar secara pasif. Setiap peserta yang dikenai hukuman menjadi tambahan 1 poin untuk lawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: WebMD, Chestercountymartialarts