INDOZONE.ID - Mereka memanggilnya 'Kutu Atom'. Prestasinya di Bumi benar-benar kosmik.
Lionel Messi, kata banyak orang, telah menyelesaikan sepak bola ketika ia mengangkat trofi Piala Dunia ke langit pada 2022.
Tapi ia masih terus berjalan. Demikian pula pertanyaan dari para dewa sepak bola lainnya: apakah Messi manusia atau makhluk Mars?
Rekor yang Tak Tertandingi
Messi mengantarkan Barcelona meraih 34 gelar selama 17 musim yang serafis.
Ia kemudian memenangkan dua gelar Ligue 1 bersama Paris Saint-Germain, sebelum menginspirasi Inter Miami meraih MLS Cup pertama mereka.
Baca juga: Ambisi Ousmane Dembele dengan Predikat Pemain Terbaik FIFA Menyongsong Piala Dunia 2026
Secara keseluruhan, 40 trofi di level klub menjadi rekor global.
Dalam balutan garis biru langit dan putih, Messi memenangkan Piala Dunia U-20, Olimpiade, Finalissima, dan dua Copa America.
Puncaknya di Qatar 2022, saat berusia 35 tahun, ia memainkan peran utama membawa Argentina meraih bintang ketiga.
Messi adalah penggiring bola terhebat dalam sejarah sepak bola, juga pengumpan istimewa dengan assist terbanyak yang pernah tercatat, dan penyelesai elit dengan rata-rata hampir satu gol per pertandingan untuk Barcelona dan Inter Miami.
Baca juga: Lari Jarak Menengah: Pengertian, Teknik, Aturan, dan Tips Meningkatkan Performa
Ia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik dunia oleh FIFA sebanyak delapan kali—rekor yang tak terkejar.
Piala Dunia 2026 kemungkinan besar akan menjadi panggung terakhir Messi di ajang bergengsi ini.
Sepak Terjang Messi di Piala Dunia
- Unggahan Messi merayakan kemenangan Piala Dunia 2022 adalah postingan paling disukai dalam sejarah Instagram (74,7 juta like).
- Messi adalah satu-satunya pemain yang mencetak gol di babak grup, 16 besar, perempat final, semifinal, dan final dalam satu edisi Piala Dunia.
- Ia juga satu-satunya pemain yang mencatat assist di lima edisi Piala Dunia.
Baca juga: Apa Itu Lari Maraton? Ini Pengertian, Sejarah, Aturan Resmi, dan Cara Latihan yang Benar
Rekor demi Rekor di Piala Dunia
- Penampilan terbanyak di Piala Dunia: 26 (mengalahkan Lothar Matthaus)
- Menit bermain terbanyak dalam sejarah: 2.314 menit
- Kapten terbanyak: 19 kali
- Gol dan assist terbanyak gabungan: 21 (bersama Pele)
- Top skor Argentina di Piala Dunia: 13 gol
- Pemain Terbaik Pertandingan terbanyak: 11 kali
- Satu-satunya pemain yang mencetak gol di Piala Dunia pada usia remaja, 20-an, dan 30-an
- Dua Golden Ball—satu-satunya pemain yang meraihnya dua kali
Baca juga: Jelang Piala Dunia 2026, Stadion NFL Dipaksa Lepas Logo Sponsor, Satu Dapat Pengecualian Unik
Argentina di Piala Dunia 2026
Tidak ada tim yang memenangkan Piala Dunia dua kali beruntun dalam 62 tahun terakhir. Tapi itu tak mengurangi kepercayaan diri Argentina.
Mereka masih memiliki Lionel Scaloni sebagai pelatih, Emiliano Martinez di gawang, Cristian Romero di lini belakang, dan "ikatan luar biasa" yang menurut Messi menjadi kunci kemenangan di Qatar.
Enzo Fernandez, penerima FIFA Young Player Award di Piala Dunia sebelumnya, telah berkembang jadi salah satu gelandang paling berpengaruh di dunia.
Bersama Rodrigo De Paul dan Alexis Mac Allister, plus Julian Alvarez dan Lautaro Martinez sebagai penyerang elite, Argentina memiliki skuad yang siap mempertahankan mahkota.
Baca juga: Kacau! Staf Medis Madrid Salah Scan Kaki, Mbappe Main 3 Laga dengan Cedera Lutut
Satu kehilangan adalah Angel Di Maria, tapi kemunculan Thiago Almada, Nico Paz, dan Franco Mastantuono (18 tahun) memberi Argentina banyak pilihan kreatif.
Messi telah menyelesaikan sepak bola. Tapi ia masih terus menulis sejarah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Fifa.com