INDOZONE.ID - Sepak bola menjadi salah satu dari banyaknya cabang olahraga di Indonesia, yang paling menarik untuk ditonton.
Sebab, sepak bola di Indonesia menjadi olahraga pemersatu bangsa, meskipun banyak suporter yang mendukung klub di daerah masing-masing.
Tapi, ketika Timnas Indonesia bermain, maka semua suporter klub Liga Indonesia akan bersatu untuk mendukung Timnas.
Adapun, lembaga yang bertugas untuk mengurus olahraga sepak bola di Indonesia, di beri nama Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI).
Namun, ada hal yang menarik dibalik pembentukan PSSI, yakni untuk menentang para penjajah.
Lantas, bagaimana sih sejarah berdirinya PSSI? Pada artikel ini tim INDOZONE akan mengulas sedikit terkait sejarah berdirinya PSSI yang dilansir dari laman resmi mereka pada Selasa (28/4/2026). Yuk, simak!
Sejarah Berdirinya PSSI
Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) resmi berdiri pada 19 April 1930 di Yogyakarta, Jawa Tengah.
Lembaga ini didirikan pada masa kolonial Belanda, yang saat ini menjadi lembaga yang menaungi sepak bola Indonesia.
Mulanya, PSSI dibentuk untuk menentang segala bentuk penjajahan di Indonesia. Visi utama dibentuknya lembaga ini adalah, untuk mengumpulkan rasa nasionalisme yang dijunjung tinggi oleh para pemuda dan pemudi Indonesia.
Salah satu tokoh yang memprakarsai berdirinya PSSI adalah, Soeratin Sosrosoegondo. Ia merupakan salah satu lulusan sekolah tinggi teknik sipil di Heckenberg, Jerman.
Kemudian pada tahun 1927, Soeratin kembali ke Indonesia. Sekembalinya di Indonesia, ia bekerja di Sizten en Lausada, yang merupakan perusahaan milik Belanda.
Soeratin yang memiliki hobi bermain sepak bola menyadari, olahraga tersebut memiliki potensi sebagai media, atau sarana untuk melawan para penjajah.
Baca juga: Menang 2-1 atas Brentford, Manchester United Kian Dekat ke Liga Champions
Hingga akhirnya, Soeratin mengadakan pertemuan pribadi dengan segenap tokoh sepak bola di Solo, Yogyakarta, dan Bandung agar tidak terendus oleh tentara Belanda.
Lalu, terciptalah sebuah gagasan untuk membentuk organisasi yang menyatukan sepak bola di Indonesia.
Beberapa tokoh yang terlibat dalam gagasan tersebut adalah, Daslam Hadiwasito, Amir Notopratomo, A. Hamid dan lain-lain.
Akhirnya, pada 19 April 1930 pertemuan kembali digelar, hingga akhirnya terbentuklah PSSI yang awalnya bernama Persatoaen Sepakraga Seloeroeh Indonesia.
Kemudian, PSSI diubah menjadi Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia dalam kongres pertama yang diadakan di Solo, dengan Soeratin menjadi ketua umum PSSI pertama.
Baca juga: Pep Guardiola Puji Tranformasi Permainan Matheus Nunes di Manchester City
Tugas dan Wewenang PSSI
PSSI hingga saat ini masih menaungi sepak bola Indonesia. Adapun, tugas utama PSSI di antaranya adalah membina tim nasional agar bisa mengharumkan Indonesia di kancah olahraga Internasional.
Misal, Piala Dunia, Piala Asia, Piala AFF, Olimpiade, Asian Games hingga SEA Games.
Tidak cuma itu saja, tugas PSSI juga bisa menggelar berbagai jenis pertandingan. Mulai dari kompetisi domestik seperti Liga Indonesia, Piala Indonesia, dan lain sebagainya.
Lalu, fokus PSSI juga tidak hanya soal timnas saja, tapi juga ikut serta dalam mengurus tim dari berbagai daerah. Tentu saja, hal ini juga sesuai harapan untuk menjadikan sepak bola sebagai olahraga rakyat.
PSSI resmi jadi anggota FIFA pada tahun 1952. Hal itu ditetapkan dalam kongres FIFA di Helsinski.
Setahun berselang, tepatnya pada tahun 1953, PSSI juga mengajukan diri sebagai organisasi berbadan hukum ke Departemen Kehakiman.
Baca juga: Lolos ke Final FA Cup, Pep Guardiola Berikan Libur Kepada Para Pemain Manchester City
Susunan Tim Nasional yang Dinaungi PSSI
Berikut ini susunan Timnas Putra dan Putri yang dibina dan dibentuk oleh PSSI, antara lain:
Timnas Putra
- Timnas Senior Putra
- Timnas U-23
- Timnas U-20
- Timnas U-17
Timnas Putri
- Timnas Senior Putri
- Timnas U-20
- Timnas U-16
Itu tadi, ulasan singkat terkait sejarah berdirinya PSSI, beserta tugas, dan wewenang mereka dalam perkembangan sepakbola Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pssi