Senin, 15 JUNI 2026 • 15:58 WIB

Pebulutangkis Senior dari 14 Negara Ramaikan Persaingan Internasional di Indonesia

Author

Ilustrasi bulutangkis. (Freepik)

INDOZONE.ID - Bulutangkis menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu mempertemukan pemain dari berbagai usia dan latar belakang dalam semangat kompetisi sekaligus kebersamaan. 

Tidak hanya diminati kalangan muda, olahraga ini juga terus berkembang di level senior dengan menghadirkan pertandingan yang kompetitif dan melibatkan peserta dari berbagai negara. 

Hal tersebut terlihat dalam penyelenggaraan sebuah turnamen internasional di Indonesia yang mempertemukan ribuan pebulutangkis dalam berbagai kategori usia dan nomor pertandingan.

Baca juga: Bulutangkis Tak Kenal Usia, Legenda dan Atlet Senior Tampil dalam Satu Arena

Dimulai pada 12 Juni dan berakhir hari ini, HUNDRED HOO HAA CUP 2026 mencatatkan kompetisi yang berlangsung di 25 lapangan secara bersamaan, sebuah skala yang belum pernah ada sebelumnya untuk turnamen bulutangkis di Indonesia. 

Salah satu momen yang paling banyak dibicarakan sepanjang turnamen adalah Brice Leverdez (Prancis) yang turun di Tunggal Putra Profesional 35 dan Ganda Putra Combined Age 90. 

Mantan pemain top 20 dunia BWF sekaligus tiga kali Olympian (2012, 2016, 2020) itu kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain berpengalaman di level internasional. 

Sepanjang turnamen, Brice tampil kompetitif sekaligus menikmati atmosfer persaingan lintas negara, menandai kuatnya daya tarik HUNDRED HOO HAA CUP 2026 di kancah bulutangkis senior dunia. 

Turnamen Bulutangkis HUNDRED HOO HAA CUP 2026. (Istimewa)

Setelah melalui tiga hari persaingan, turnamen ini menghasilkan sejumlah juara di berbagai kategori. Pada sektor profesional, gelar tunggal putra 35+ diraih Brice Leverdez dari Prancis, sementara tunggal putri 35+ dimenangkan Fitria Firdaus dari Indonesia. 

Indonesia juga mendominasi nomor ganda putra profesional 35+, ganda putri profesional 40+, serta ganda campuran profesional 35+ melalui pasangan Danny Bawa Chrisnanta-Fran Kurniawan, Hellen Hilsye Paokie-Zelin Resiana, dan Irfan Fadilah-Pia Zebadiah. 

Di kategori khusus, gelar juara diraih oleh sejumlah pasangan dari Indonesia, dengan kategori Combined Age 90 menjadi satu-satunya yang mempertemukan kolaborasi lintas negara melalui duet Brice Leverdez dan Flandy Limpele, sedangkan nomor 3 on 3 200 dimenangkan tim yang diperkuat wakil Indonesia bersama Harro Sterrenburg dari Belanda.

Pemain asal Prancis, Brice Leverdez, mengatakan bahwa pengalamannya di turnamen ini sangat berkesan. 

"Pengalamannya sangat baik. Tentu ketika menang itu selalu menyenangkan, tetapi yang paling berarti adalah bisa kembali bermain, bertanding melawan teman-teman, dan bertemu banyak sahabat yang juga kembali ke turnamen ini."

Pemain dari Indonesia, Debby Susanto, menilai bahwa penyelenggaraan HUNDRED HOO HAA CUP 2026 merupakan langkah positif sebagai turnamen internasional yang pertama kali digelar. 

Baca juga: Ini Jadwal Tim Bulutangkis Indonesia di Thomas & Uber Cup 2026, Badminton Lovers Jangan Sampai Ketinggalan!

"Ini kan penyelenggaraan pertama untuk event internasional seperti ini. Harapannya ke depan bisa lebih meriah lagi dengan lebih banyak peserta dari berbagai negara, sehingga turnamen ini semakin ramai dan berkembang," ujarnya.

Sementara itu, Tournament Director HUNDRED HOO HAA CUP 2026, Marlev Mainaky, mengatakan, "Antusiasme pemain dari berbagai negara dan kualitas pertandingan yang tinggi selama tiga hari ini membuktikan posisi penting turnamen ini dalam komunitas bulutangkis internasional. Ini bukan hanya kompetisi, tetapi perayaan semangat olahraga lintas usia.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU