Apa itu Peran False Nine dalam Sepak Bola? Ini dia Penjelasannya dan Pengaruhnya Bagi Sepak bola Modern!
INDOZONE.ID - Seiring perkembangan sepak bola tentunya banyak sekali perubahan aturan permainan, salah satunya perkembangan dalam hal taktikal sepak bola.
Diketahui, di era sepak bola modern seperti sekarang ini banyak sekali variasi taktik baru, salah satunya adalah penerapan false nine atau striker no.9 palsu.
Yaps, false nine sendiri pertama kali diperkenalkan pada awal 1960-an oleh pelatih legendaris asal Italia yang bernama Nereo Rocco. Bahkan ia sendiri sering disebut sebagai pencipta peran tersebut.
Diketahui, false nine sendiri merupakan peran bagi pemain yang berposisi sebagai penyerang yang memiliki peran yang lebih dalam. Pemain ini sejatinya beroperasi sebagai playmaker yang turun ke tengah lapangan untuk mengganggu struktur lini pertahanan lawan.
Dari hal tersebut, peran false nine ini merupakan jalan pintas bagi para pelatih untuk membongkar lini pertahanan lawan tanpa kehadiran dari penyerang murni.
Banyak sejumlah pemain yang sering di plot sebagai false nine seperti Lionel Messi, Francesco Totti hingga Ilkay Gundogan pun juga sempat dimainkan sebagai false nine saat memperkuat Manchester City. Bahkan banyak tim-tim sepak bola yang sudah terpengaruh dengan taktik false nine dalam sepak bola modern.
Baca juga: Wamenpora Taufik Hidayat Ungkap Tiga Fokus Penguatan Ekosistem Olahraga Nasional
Pengaruh False Nine Dalam Sepak Bola Modern
Berikut ini beberapa pengaruh false nine dalam sepak bola modern yang dilansir dari laman resmi BSS Indonesia pada Senin (29/6/2026). Yuk simak!
Tiki-taka ala Pep Guardiola
Yaps, taktik false nine juga memiliki pengaruh besar dalam kepelatihan Pep Guardiola. Pertama kali ia menerapkan taktik false nine saat ia masih melatih Barcelona dengan memasang Lionel Messi sebagai false nine.
Taktiknya itu berlanjut saat ia menukangi Bayern Munich, yang menjadikan Thomas Muller sebagai penyerang false nine. Ia juga sempat memainkan permainan false nine saat masih menukangi Manchester City sebelum kedatangan Erling Haaland.
Hal tersebut membuahkan hasil yang positif, yang mana dengan hasil tersebut membuat Pep Guardiola meraih banyak trofi bersama tim yang ia latih.
Baca juga: Gagal Total di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Mundur Sebagai Pelatih Korea Selatan
Gegenpressing ala Jurgen Klopp
Selama melatih Liverpool, Jurgen Klopp jua pernah memainkan strategi false nine, yang mana Roberto Firmino saat itu ia jadikan second striker atau false nine. Dalam penerapannya itu, Firmino turun ke dalam untuk memancing pertahanan lawan, menciptakan peluang bahkan hingga mampu mencetak gol.
Bahkan, Klopp sendiri juga pernah menjadi Mohamed Salah dan mendiang Diogo Jota untuk memainkan peran tersebut. Alhasil, taktik false nine dalam filosofi gegenpressingnya cukup bekerja maksimal.
Baca juga: Cetak Sejarah Baru di Piala Dunia, Luka Modric Buktikan Bahwa Usia Hanyalah Angka!
False Nine dalam Sepak Bola Internasional
False Nine juga mampu menemukan tempatnya di panggung sepak bola Internasional. Beberapa negara seperti Italia maupun Belgia juga sempat bereksperimen dengan menggunakan taktik ini. Sebab, taktik false nine ini menekankan pada adaptibilitas dan juga fleksibilitas.
Itu tadi sobat INDOZONE pengertian strategi false nine dan pengaruhnya terhadap perkembangan sepak bola modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sportskeeda