INDOZONE.ID - Pemain sepakbola biasanya dilarang memakai aksesoris dalam pertandingan, apalagi yang berpeluang mencelakai diri sendiri atau lawan. Akan tetapi, itu tidak berlaku untuk kacamata.
Kamu harus tahu, FIFA menetapkan perlengkapan dasar pemain sepakbola ada lima, yaitu kaos, celana pendek, kaus kaki, pelindung tulang kering, dan sepatu.
Lalu, bagaimana untuk perlengkapan tambahan? FIFA menyatakan, “Seorang pemain boleh menggunakan peralatan selain peralatan dasar, asalkan tujuan utamanya adalah untuk melindunginya secara fisik dan tidak menimbulkan bahaya baginya atau pemain lain.”
Pernyataan FIFA itu memberi lampu hijau bagi para pemain sepakbola yang butuh kacamata dalam pertandingan.
Baca juga: Skandal Pemalsuan Dokumen Naturalisasi 7 Pemain, FIFA Hukum Federasi Sepakbola Malaysia
Selain itu, seiring perkembangan kacamata di era modern, FIFA menilainya lebih aman digunakan dalam pertandingan. FIFA bahkan memberikan kelonggaran tersendiri bagi para pemain muda yang butuh kacamata.
“Mengingat teknologi baru yang telah membuat kacamata olahraga jauh lebih aman, baik bagi pemakainya maupun bagi pemain lain, wasit hendaknya menunjukkan toleransi saat mengizinkan penggunaannya, terutama bagi pemain yang lebih muda,” jelas FIFA.
Di era modern, kacamata olahraga dilengkapi berbagai teknologi mutakhir, seperti terbuat dari plexiglass, lensa tahan benturan, bingkai pelindung dari karet, tali elastis, dan teknologi antikabut.
Dalam sejarah sepakbola, ada beberapa pemain yang terkenal karena memakai kacamata dalam pertandingan. Siapa saja mereka?
Pemain Sepakbola yang Pakai Kacamata dalam Pertandingan
1. Annibale Frossi
Daftar ini akan dimulai dengan Annibale Frossi yang bertanding menggunakan kacamata. Karena aktif di sepak bola pada era 1930 hingga 1945, ia memakai kacamata biasa dengan lensa bulat, bukan yang dibuat khusus untuk olahraga.
Namun, pria asal Italia itu tetap mampu menunjukkan tajinya di lapangan hijau. Ia bahkan membantu Inter Milan menjadi juara Liga Italia (1938 serta 1940) dan Coppa Italia (1939).
Meski cuma aktif bermain di sepak bola Italia, Frossi cukup dikenang karena kacamata yang jadi ciri khasnya. Frossi telah meninggal dunia pada 26 Februari 1999 di umur 87 tahun.
2. Jef Jurion
Selanjutnya, ada pemain asal Belgia, Jef Jurion, yang telah pensiun pada 1974 lalu. Pria yang kini berumur 89 tahun itu, dikenal dengan kacamata saat bertanding. Ia menggunakan kacamata karena alasan medis, yaitu rabun jauh.
Ia mengawali karier sebagai pesepakbola pada 1954 bersama RSC Anderlecht sebelum pensiun usai meninggalkan KSC Lokeren pada 1974.
3. Edgar Davids
Posisi ketiga ditempati oleh legenda Ajax Amsterdam dan Juventus, Edgar Davids. Bagi Milenial dan Gen Z awal yang mencintai sepakbola, Edgar Davids amat identik dengan kacamata saat bertanding.
Aksesoris itu tidak untuk bergaya karena ia memang membutuhkannya. Cerita bermula pada 1999, kala Edgar Davids harus menjalani operasi untuk mengobati glaukoma pada matanya.
Glaukoma merupakan kondisi mata degeneratif. Jadi, saraf optik, yang menghubungkan mata ke otak, rusakk sehingga menyebabkan penghlihatan kabur atau paling parah adalah kebutaan.
Operasi menyelamatkan mata sekaligus karier sepakbola Edgar Davids meski kacamata kini jadi ciri khasnya.
Edgar Davids awalnya kesulitan beradaptasi dengan kacamata dalam pertandingan. Akan tetapi, seiring waktu berjalan, pria asal Belanda itu mampu menyesuaikan diri sehingga tetap mampu tampil optimal.
Baca juga: Mengenal Lamberto Boranga, Kiper Italia Berusia 82 Tahun yang Kembali Merumput di Sepakbola Italia
“Ya, itu pukulan yang cukup besar. Saya khawatir, dan saya sempat berpikir mungkin harus pensiun. Tapi, kemudian, saya mengetahui ada pilihan lain; memakai kacamata pelindung,” ungkap Edgar Davids, dikutip dari Give Me Sport, Rabu (1/7/2026).
“Awalnya, terasa aneh saat pertama kali memakainya. Kacamata itu berembun, jadi butuh waktu untuk menyesuaikan diri, tapi saya rasa itu tidak mempengaruhi penampilan saya,” jelas gelandang berjuluk The Pitbull itu.
Edgar Davids pun mengukir banyak prestasi dalam karier sepakbola yang tersaji pada 1991 hingga 2014. Di antara banyak prestasi itu, ia paling dikenal karena memenangkan 3 trofi Liga Italia dan 1 Liga Champions.
Selain tiga nama di atas, ada pesepakbola lain yang memakai kacamata saat bertanding, yaitu Rinus Israel dan Joop van Daele dari Belanda.
Meski begitu, ketiga nama dalam daftar di atas dinilai lebih identik dengan kacamata, terutama Edgar Davids.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Give Me Sport, NSS Sports