Daftar Skandal Paling Kontroversial di Piala Dunia yang Menggemparkan, Nomor 1 Masih Jadi Perdebatan
INDOZONE.ID - Piala Dunia telah menghadirkan begitu banyak momen bersejarah yang menjadi bagian dari perjalanan sepak bola dunia. Namun, di balik aksi-aksi spektakuler di lapangan, turnamen paling bergengsi ini juga tak pernah lepas dari berbagai kontroversi yang mengguncang dunia.
Mulai dari keputusan wasit yang bias, gol yang tidak sah, hingga dugaan pengaturan skor yang merugikan salah satu tim.
Artikel ini akan membahas beberapa skandal paling menghebohkan sepanjang sejarah Piala Dunia.
Baca juga: Beda Tangis Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi di Piala Dunia 2026, Serupa tapi Tak Sama
1. Gol "Tangan Tuhan" Maradona (Piala Dunia 1986)
Skandal pertama datang dari gol Diego Maradona saat Argentina bentrok dengan Inggris di perempatfinal Piala Dunia 1986.
Maradona mencetak gol kontroversi menggunakan tangannya. Namun saat itu wasit tidak melihat, tidak ada teknologi VAR seperti sekarang.
Alhasil, gol tersebut disahkan dan memberikan keuntungan bagi Argentina. Momen itu kemudian disebut sebagai "Hand of God" atau "Tangan Tuhan".
2. Maradona Gagal Tes Doping (Piala Dunia 1994)
Kontroversi Maradona tak sampai di gol "Tangan Tuhan." Delapan tahun kemudian, Maradona kembali menjadi sorotan karena alasan berbeda.
Legenda sepak bola itu dipulangkan dari Piala Dunia 1994 setelah dinyatakan positif menggunakan zat terlarang ephedrine dalam tes doping.
Kecurigaan itu dimulai setelah selebrasinya yang penuh ekspresi usai mencetak gol ke gawang Yunani. Kasus ini membuat Maradona tak lagi membela Timnas Argentina.
3. Dugaan Pengaturan Laga Jerman Barat vs Austria (Piala Dunia 1982)
Pertandingan fase grup antara Jerman Barat dan Austria pada Piala Dunia 1982 hingga kini masih dikenang sebagai salah satu laga paling kontroversial.
Jerman hanya membutuhkan kemenangan 1-0 agar mereka dan Austria sama-sama lolos ke babak berikutnya, sementara Aljazair tersingkir.
Setelah Jerman mencetak gol pada menit ke-10, kedua tim nyaris tidak lagi berusaha menyerang. Pertandingan berjalan sangat pasif hingga peluit akhir dibunyikan.
Insiden tersebut kemudian dikenal sebagai "Disgrace of Gijón" dan mendorong FIFA mengubah aturan agar laga terakhir fase grup dimainkan secara bersamaan.
4. Dugaan Pengaturan Skor Argentina vs Peru (Piala Dunia 1978)
Pada fase grup kedua Piala Dunia 1978, Argentina membutuhkan kemenangan dengan selisih minimal empat gol atas Peru agar bisa melampaui Brasil dan lolos ke final.
Meski sempat memberikan perlawanan di awal laga, Peru akhirnya kalah telak 0-6.
Hasil tersebut memunculkan berbagai dugaan pengaturan pertandingan. Kecurigaan semakin besar karena kiper Peru saat itu, Ramón Quiroga, lahir di Argentina.
Baca juga: IShowSpeed Dapat Serangan Rasis dari Suporter Argentina di Stadion, FIFA Lakukan Investigasi
Hingga kini, pertandingan tersebut masih menjadi salah satu kontroversi terbesar dalam sejarah Piala Dunia, meski tidak pernah ada bukti yang benar-benar membuktikan adanya pengaturan skor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Thegentleman