Membedah Aturan DOGSO: Panduan Lengkap Kriteria dan Sanksi Kartu bagi Pemain Sepak Bola
INDOZONE.ID - DOGSO adalah salah satu konsep paling penting yang harus dikuasai oleh setiap wasit sepak bola agar pertandingan berjalan dengan adil.
Singkatan dari Denying an Obvious Goal-Scoring Opportunity ini merujuk pada pelanggaran yang menghentikan lawan untuk mencetak gol atau menggagalkan peluang bersih mencetak gol.
Pelanggaran ini merupakan salah satu dari tujuh tindakan yang dapat berujung pada kartu merah langsung sesuai dengan panduan Law 12.
Menilai situasi ini membutuhkan kejelian wasit karena taruhannya sangat besar bagi jalannya pertandingan yang kamu saksikan. Wasit dituntut untuk mengambil keputusan krusial dalam hitungan detik untuk menjaga netralitas dan keadilan di atas lapangan hijau.
Baca juga: Arsenal Kebut Negosiasi Julian Alvarez, Kesepakatan Biaya Transfer Masih Alot
Melalui pemahaman yang mendalam mengenai aturan ini, kamu akan mengerti mengapa sebuah pelanggaran keras terkadang mendapatkan ganjaran hukuman kartu yang berbeda.
Oleh karena itu, mari kita bahas mengenai DOGSO secara mendalam.
Empat Kriteria untuk DOGSO
Jarak ke gawang
Wasit harus mengukur seberapa jauh posisi terjadinya pelanggaran tersebut dari mistar gawang lawan secara cermat.
Jarak yang sangat dekat akan meningkatkan probabilitas terjadinya gol sehingga kriteria ini menjadi indikator utama dalam pengambilan keputusan.
Baca juga: Jelang Duel Panas Lawan Inggris, Argentina Ingin Pakai Jersey Bertuah
Pemahaman mengenai jarak geografis lapangan ini membantu kamu melihat apakah peluang mencetak gol tersebut benar-benar nyata atau hanya spekulasi belaka.
Arah permainan
Wasit juga wajib memperhatikan arah lari atau pergerakan penyerang saat terjadinya pelanggaran di atas lapangan.
Apabila penyerang tersebut bergerak lurus menuju gawang, maka kriteria ini terpenuhi sepenuhnya demi mendukung klaim peluang emas.
Namun, jika pergerakan pemain melebar atau menjauhi area gawang, kamu akan melihat wasit tidak akan menjatuhkan hukuman maksimal.
Baca juga: Jelang Laga Lawan Inggris, Julian Alvarez Sebut Laga Semifinal Piala Dunia Selalu Sulit
Kemungkinan mempertahankan penguasaan bola
Penilaian berikutnya berfokus pada seberapa besar peluang sang penyerang untuk mengontrol dan mempertahankan penguasaan bola.
Jika laju bola terlalu cepat atau berada di luar jangkauan penyerang, situasi tersebut tidak lagi dianggap sebagai sebuah kesempatan bersih mencetak gol.
Melalui pengamatan ini, kamu dapat memahami bahwa kontrol bola yang baik merupakan aspek krusial sebelum pelanggaran dinilai sebagai DOGSO.
Lokasi dan jumlah pemain bertahan
Keberadaan serta posisi pemain bertahan lawan lainnya menjadi faktor penentu terakhir yang sangat memengaruhi keputusan wasit.
Apabila masih ada bek lain yang memiliki kesempatan untuk menutup ruang gerak atau merebut bola, maka peluang mencetak gol dianggap tidak lagi mutlak.
Jumlah pemain bertahan yang berada di belakang bola ini menjadi batasan kritis yang wajib kamu perhatikan.
Kartu Merah atau Kartu Kuning?
Kartu Merah DOGSO
Kartu merah langsung akan dikeluarkan oleh wasit jika pelanggaran penggagalan peluang emas ini terjadi di luar area kotak penalti.
Hukuman maksimal ini juga otomatis berlaku apabila pelanggaran yang dilakukan berupa handball yang disengaja atau tidak melibatkan upaya apa pun untuk memainkan bola.
Keputusan tegas ini diambil untuk memastikan tindakan tidak sportif yang merugikan lawan mendapatkan ganjaran setimpal yang bisa kamu saksikan di lapangan.
Kartu Kuning DOGSO (Perubahan Hukuman Tiga Kali Lipat)
Perubahan aturan hukuman tiga kali lipat (triple punishment) sejak tahun 2016 menetapkan bahwa pelanggaran di dalam kotak penalti yang didasari upaya murni merebut bola hanya diganjar kartu kuning.
Ketentuan ini berlaku asalkan pelanggaran tersebut berujung pada hadiah tendangan penalti bagi tim penyerang yang dirugikan.
Logika di balik aturan ini adalah karena tendangan penalti itu sendiri sudah dianggap sebagai bentuk hukuman yang sangat signifikan bagi tim kamu.
DOGSO vs SPA (Stop Promising Attack)
Melalui pemaparan aturan di atas, kamu kini dapat membandingkan secara langsung perbedaan mendasar antara pelanggaran berat DOGSO dan taktik menghalau serangan menjanjikan yang dikenal sebagai SPA.
Jika DOGSO mengacu pada situasi di mana semua penonton di stadion akan berpikir "itu pasti gol" andai pelanggaran tidak terjadi, maka SPA (Stopping a Promising Attack) hanya berada pada level "peluang itu mungkin bisa menghasilkan gol" dan hanya berbuah kartu kuning.
Perbedaan tingkat kepastian inilah yang membuat pelaku pelanggaran DOGSO berisiko terkena kartu merah langsung di luar kotak penalti, sedangkan pelanggar SPA hanya akan dijatuhi hukuman kartu kuning demi menjaga alur permainan tetap adil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: 360tft.co.uk