Selasa, 28 JULI 2026 • 17:20 WIB

Siap Gelar Laga Chelsea vs AC Milan di GBK, Promotor Jelaskan Rangkaian Agenda dan Support Pemerintah

Author

Perwakilan NineSport, Kemenpora, dan PSSI saat memberikan keterangan pers terkait laga Chelsea FC vs AC Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. (Sachio Julvienza Dekrita)

INDOZONE.ID - Dua raksasa sepak bola Eropa, Chelsea dan AC Milan, dipastikan akan menyapa para penggemarnya di Indonesia dalam rangkaian tur pramusim mendatang.

Kehadiran kedua klub papan atas ini diselenggarakan oleh promotor Nine Sport yang membeberkan berbagai persiapan teknis, komitmen menghadirkan pemain bintang, hingga tingginya antusiasme dari basis suporter di tanah air.

​CEO Nine Sport, Arif Putra Wicaksono, menegaskan bahwa pihak promotor terus berupaya memastikan kehadiran para pemain terbaik dari kedua tim untuk berlaga di Jakarta.

Arif menyampaikan bahwa komitmen membawa bintang-bintang dunia sudah menjadi bagian utama dari kerja sama mereka.

"Dari awal komitmen kita atau kami Nine Sport selalu memasukkan dalam kontrak adalah best player available untuk hadir bermain. Karena itu bisnis kita, yang ingin kita jual adalah produk atau bintang-bintangnya."

Baca juga: IJBA Resmi Launching Indonesia International Jetsports Grand Prix 2026

​Mengenai kondisi kebugaran pemain seusai turnamen internasional, Arif memberikan gambaran bahwa regulasi libur FIFA tetap dihormati oleh semua pihak.

Namun, dia melihat adanya peluang besar bagi pemain bintang untuk tetap hadir karena dinamika internal klub.

"Tapi kemarin kita bicara dengan manajemen Chelsea karena dua-duanya ini pelatihnya baru, apalagi Enzo statusnya captain, ada kemungkinan dia datang. Karena dia harus membicarakan masa depannya, proyeksi pelatih baru seperti apa."

Baca juga: Cuma Gara-gara Hal Sepele, John Herdman Dapat Serangan dari Media Vietnam!

​Antusiasme pendukung dari dalam dan luar negeri diperkirakan akan memadati lokasi pertandingan secara masif.

Arif membeberkan bahwa Chelsea secara khusus sudah meminta jatah alokasi tempat duduk untuk fans dari kawasan Asia. 

"Pertama, dari awal ini sudah di-request oleh Chelsea itu ada sekitar 3.000 tiket yang diminta dialokasikan untuk 6 negara, yaitu dari Shanghai, jelas di China, dari Shanghai, Vietnam, Thailand, Hong Kong, Malaysia, dan Singapura."

Baca juga: MU Siap Lepas Joshua Zirkzee, Juventus Hanya Mampu Pinjam

​Membawa dua klub besar Eropa secara bersamaan tentu memberikan tantangan tersendiri bagi pihak penyelenggara, terutama terkait pemenuhan daftar permintaan khusus atau riders masing-masing tim.

Menurut penjelasan promotor, fasilitas dan standar operasional yang diminta kedua klub memiliki detail kebiasaan yang cukup bertolak belakang namun sangat profesional.

​AC Milan dikenal memiliki kebiasaan ketat terkait kualitas serta kesegaran makanan yang disajikan kepada para pemainnya selama masa pemusatan latihan.

Arif menceritakan bagaimana detailnya permintaan tim asal Italia tersebut, "Chelsea punya standarisasi yang beda, tapi kalau Milan itu dia punya standarisasi yang cukup tinggi dari segi makanan.

Dia nggak mau dapurnya itu lebih jauh 10 meter dari tempat makan mereka. Jadi kedaluwarsa saji itu jadi suatu hal yang penting."

​Perbedaan budaya dan kebiasaan tersebut juga terlihat jelas usai pertandingan berlangsung di ruang ganti pemain.

Arif menambahkan gambaran antara kedua tim setelah peluit panjang dibunyikan.

"Setelah selesai pertandingan ini untuk Chelsea memilih untuk sekadar makan sandwich, tapi Milan itu minta satu ruangan untuk melakukan fluids, dapet makanan yang proper."

​Tidak hanya urusan katering dan pemulihan stamina, proses negosiasi administrasi antara dua klub besar ini juga dipenuhi detail unik yang cukup menyita waktu.

Arif mengungkapkan bahwa penentuan penulisan nama klub di media promosi pun sempat menjadi perdebatan.

"Dari pemilihan nama pun itu jadi satu kendala. Jadi siapa yang mau disebut duluan aja itu jadi perdebatan. Tadinya kita mikir simpelnya berdasarkan alfabet, tapi salah satu klub nggak mau karena terpengaruh siapa yang pernah menang."

​Selama berada di Jakarta, agenda Chelsea dan AC Milan tidak hanya terbatas pada pertandingan di dalam lapangan hijau.

Pihak penyelenggara telah menyusun serangkaian kegiatan pendukung untuk mempromosikan budaya lokal, di mana para pemain dijadwalkan mengikuti sesi meet and greet, coaching clinic, open training, gala dinner, hingga kunjungan ke berbagai lokasi bersejarah di Indonesia.

​Penyelenggaraan ajang internasional ini turut mendapatkan respons dan dukungan positif dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga.

​Pemerintah juga berharap kolaborasi lintas sektor dapat tercipta secara maksimal selama perhelatan berlangsung demi menggerakkan ekonomi daerah. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU