Rabu, 29 MEI 2024 • 07:00 WIB

Kisah Kim Sin-rak: Legenda Gulat Korea Utara yang Menjadi Pahlawan Jepang

Author

Kim Sin-rak, atau yang dikenal sebagai Mitsuhiro Momota.

INDOZONE.ID - Ngomong-ngomong soal gulat, di Indonesia kita mungkin mengenal olahraga yang satu ini dengan acara gulat profesional AS milik World Wrestling Entertainment alias WWE.

Satu acara yang jadi primadona di Indonesia kala itu adalah SmackDown. Dari sinilah kita bisa kenal dengan beberapa nama tenar seperti Dwayne “The Rock” Johnson, John Cena, Dave Bautista, “Stone Cold” Steve Austin, Triple H, The Undertaker dan lainnya.

Gulat profesional sendiri tersebar di beberapa negara di dunia dan ditampung ke dalam perusahaan yang lebih dikenal sebagai promosi gulat.

Baca Juga: Kabin Dipenuhi Atlet Sumo, Pesawat di Jepang Batal Terbang karena Kelebihan Kapasitas Berat Badan

Beberapa nama promosi gulat ternama di dunia saat ini diantaranya ada WWE, Total Nonstop Action Wrestling (TNA), All Elite Wrestling (AEW), New Japan Pro Wrestling (NJPW), Lucha Underground dan masih banyak lagi.

Di masa kini, ada 3 wilayah yang merajai pasar gulat profesional, mereka adalah AS, Amerika Latin dan Jepang.

Ketiga wilayah ini memiliki ciri khasnya sendiri dalam menyajikan acara gulatnya. AS yang identik dengan gulat penuh gimmick dan alur cerita yang menghibur, Amerika Latin yang identik dengan para pegulat bertopengnya, serta Jepang yang identik dengan gaya bergulatnya yang keras, akrobatik dan inovatif.

Ada fakta menarik soal dunia gulat profesional, khususnya untuk wilayah Jepang. Tahu nggak sih kalau ternyata yang menjadi pelopor gulat profesional di sana adalah seorang pegulat yang berasal dari Korea Utara?

Penasaran dengan sosoknya? Daripada menunggu lama, kita langsung saja ke pembahasannya.

Kim Sin-rak, atau yang dikenal sebagai Mitsuhiro Momota adalah seorang pegulat asal Hongwon, Hangyong Selatan, Korea Utara kelahiran 14 November 1924. Beliau memiliki nama panggung Rikidozan Mitsuhiro sepanjang kariernya di dunia gulat.

Kim adalah putra bungsu dari pasangan Kim Sok-tee dan Chon Gi. Orang tua Kim berprofesi sebagai petani, jadi kehidupan Kim waktu itu bisa dibilang cukup sederhana.

Sampai akhirnya, sang Ayah mengidap sakit berat, membuat Kim harus merawat sang Ayah, sementara Ibu dan Kakaknya harus menggantikan tugas sang Ayah sebagai petani.

Kim pun tak tinggal diam, Ia membantu perekonomian keluarga dengan berprofesi sebagai pegulat Ssireum, gulat tradisional di Korea.

Satu waktu, Kim ditemui oleh seorang pengamat gulat Sumo bernama Minosuke Momota. Ia datang langsung dari Jepang ke Korea untuk mencari bibit pegulat baru yang akan Ia ajak untuk menjadi pegulat Sumo di Jepang.

Kim sebenarnya tertarik untuk mengikuti Minosuke ke Jepang, tapi Ia terhalang izin dari sang Ibu yang memintanya untuk tetap di Korea sambil merawat sang Ayah.

Sampai pada tahun 1939, Kim harus kehilangan sang Ayah untuk selamanya. Dari sini, Kim pun nekat pergi ke Jepang untuk menjadi pegulat Sumo, meskipun sang Ibu tetap melarangnya untuk pergi.

Debut Sebagai Pegulat Sumo

Debut sebagai pesumo.

Kim memulai debutnya sebagai pegulat Sumo pada tahun 1940. Sepanjang kariernya sebagai pegulat Sumo, Kim kerap mendapatkan diskriminasi dari para pegulat senior dan orang-orang sekitar hanya karena Kim berasal dari Korea.

Meski begitu, Kim berhasil membuktikan kepada mereka kalau dirinya memang berbakat sebagai seorang pegulat.

Sepanjang kariernya, Kim telah mengikuti 23 turnamen dengan rekor 135 kali menang dan 82 kali kalah.

Tidak hanya itu, Kim juga berhasil mencapai kasta tertinggi sebagai pegulat Sumo dengan memperoleh gelar "Sekiwake". Karier Kim sebagai pegulat Sumo hanya berlangsung selama 11 tahun saja, yakni di tahun 1951.

Ada yang menyebut kalau faktor diskriminasi menjadi alasan utama mengapa Kim pensiun sebagai pegulat Sumo.

Keberhasilan Kim sebagai pegulat Sumo rupanya membuat para pegulat lainnya cemburu, sehingga mereka terus menerus mencemooh Kim.

Pada 10 September 1950, Kim dikabarkan terlibat pertengkaran dengan pegulat senior bernama Tamanoumi Daitaro. Untuk alasannya sendiri sudah jelas karena faktor cemburu.

Selain faktor diskriminasi, ada juga yang menyebut kalau Kim memutuskan untuk pensiun dini akibat mengidap Paragonimiasis, sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit Paragonimus dan mampu menyerang paru-paru dan organ dalam lainnya.

Jalan Menuju Ketenaran

Usai pensiun, Kim baru mendapatkan identitas barunya sebagai warga Jepang dengan nama Mitsuhiro Momota. Ia bahkan mengganti tempat kelahirannya menjadi Omura, Nagasaki, Jepang.

Akan tetapi, jauh sebelum Kim mendapat identitasnya sebagai warga Jepang, Ia dikenal dengan nama panggung Rikidozan Mitsuhiro.

Riki memulai masa pensiunnya dengan menjadi seorang pebisnis. Meski bisnis pertamanya adalah sebagai penjual barang bekas milik tentara AS di pasar gelap, tapi Riki berhasil meninggalkan bisnis kotornya itu.

Riki sempat mencoba untuk kembali menjadi pegulat Sumo, namun sayang Ia ditolak untuk kembali menjadi pegulat.

Sampai akhirnya, Ia bertemu dengan Shinsaku Nitta, seorang mandor konstruksi bangunan yang kebetulan penggemar berat gulat Sumo.

Ia menawarkan pekerjaan kepada Riki untuk membantunya sebagai pengawas di tempat proyeknya. Dan tentunya Riki menerima tawaran tersebut.

Bulan Juli 1951, ada sebuah tur promosi gulat yang ditujukan sebagai acara galang dana bagi anak-anak penyandang disabilitas. Sebagai promotornya, acara gulat tersebut dipegang oleh seorang pebisnis bernama Moe Lipton.

Mendengar adanya acara tersebut, Riki pun tertarik untuk bergabung dan berhenti sejenak dari pekerjaannya.

Bekerja sama dengan promosi gulat milik Lipton, Al Karasick dari 50th State Big Time Wrestling dan Joe Malcewicz dari NWA San Fransisco ikut mengirimkan pegulat terbaiknya dalam tur tersebut. Tur pun digelar pada periode 30 September sampai 11 Desember 1951.

Selain Riki, tur gulat ini diikuti juga oleh pegulat Harold Sakata, Bobby Bruns, Kokichi Endo, Yasuyuki Sakabe, serta beberapa pegulat lain dari Big Time Wrestling dan NWA.

Pada 28 Oktober 1951, Riki memulai debutnya sebagai pegulat profesional usai menjalani latihan selama 1 bulan. Lawan pertamanya saat itu adalah Bobby Bruns.

Selepas tur, pada Februari 1952 Riki bertolak ke AS untuk menekuni kariernya sebagai pegulat profesional. Selama 5 bulan, dirinya dilatih oleh Oki Shikina, kemudian Riki bertanding di Big Time Wrestling.

Penampilan Riki pada partai ganda putra melawan Sharpe Brothers di tahun 1954 membuat namanya naik daun.

Kala itu, Riki berpasangan dengan Masahiko Kimura, seorang pegulat asal Jepang yang juga seorang atlet Judo.

Puncaknya pada 27 Agustus 1958, Riki berhasil memenangkan sabuk Juara Kelas Berat Internasional NWA usai mengalahkan pegulat legendaris AS, Lou Thesz.

Selain Lou Thesz, Riki juga menjalani pertandingan dengan 2 pegulat legendaris AS lainnya, yakni Freddie Blassie dan Dick Beyer. Kedua pertarungan ini terjadi pada periode 1962-1963.

Kesibukan Riki di Luar Gulat

Tidak hanya menjadi seorang pegulat profesional, Riki juga sukses membangun promosi gulatnya sendiri, yaitu Japan Pro Wrestling Alliance atau JWA. Promosi ini Riki dirikan pada tahun 1953.

Selain itu, Riki juga menjadi guru dari beberapa pegulat legendaris lainnya, seperti Kintaro Oki, Giant Baba dan Antonio Inoki.

Di samping kesuksesannya sebagai pegulat profesional, Riki juga merupakan seorang pebisnis yang sangat sukses.

Beliau berhasil mendirikan sejumlah tempat, seperti klub malam, hotel, kondominium, apartemen, gelanggang olahraga, restoran dan lainnya.

Salah Satu Bisnis Apartemen Milik Rikidozan.

Riki menikah dengan Keiko Tanaka. Dari pernikahannya ini, jejaknya sebagai pegulat profesional diwarisi kepada anak-anaknya, yaitu Mitsuo dan Yoshihiro Momota.

Kemudian, jejaknya ini dilanjutkan kepada cucunya yang bernama Chikara Momota.

Kehidupan Riki yang glamor membuatnya didekati oleh banyak sekali wanita. Bahkan, Riki sempat dikabarkan sudah pernah menikah dan mempunyai anak sebelum bertemu dengan Keiko.

Setidaknya begitulah yang disampaikan dalam sebuah artikel di majalah Playboy rilisan tahun 1984.

Usai bertanding, Riki selalu pergi ke gelanggang olahraga miliknya, meski sekujur tubuhnya masih dipenuhi luka selepas pertandingan.

Di masa senggangnya, Riki biasa berburu dan bermain Shogi, permainan catur tradisional khas Jepang.

Saat bermain Shogi, Riki biasa bertanding melawan temannya yang juga seorang pemain Shogi profesional, yaitu Kusama Matsuji.

Riki dikenal bersahabat dengan Hideo Nakamura, seorang atlet Karate asal Pyongyang, Korea Utara. Riki dan Hideo bahkan sudah seperti pasangan Kakak beradik.

Dari Hideo inilah Riki mendapat inspirasi untuk gerakan pamungkasnya saat masih bergulat, yang mana gerakannya ini terinspirasi dari pukulan chop karate.

Sisi Gelap di Balik Kehidupan Riki

Di satu sisi, Riki selalu dianggap sebagai sosok pahlawan bagi masyarakat Jepang. Tapi di sisi lain, Riki dikenal sebagai pembuat onar.

Riki selalu terlibat perkelahian dengan beberapa orang, satu nama yang sempat jadi trending waktu itu adalah Roberto Barbon, seorang atlet baseball yang bermain di klub Hankyu Braves.

Kejadiannya sendiri terjadi di sebuah bar, dimana keduanya sedang asyik minum-minum. Sampai akhirnya, Roberto mengucapkan "kalimat tabu" bagi setiap pegulat di dunia, yaitu "gulat itu palsu".

Riki pun naik pitam dan langsung memberi bogem mentah kepada sang atlet baseball. Usai perkelahian tersebut, Riki mengaku khilaf dan meminta maaf atas perbuatannya. Untungnya, Roberto mau menerima permintaan maaf dari Riki.

Riki juga dikabarkan sebagai seorang yang sering bermabuk-mabukan dan mengonsumsi obat-obatan, terutama obat penghilang rasa nyeri.

Tak hanya itu, Riki ternyata pernah memiliki hutang sebesar 96,9 juta Yen. Beruntung, hutang tersebut sudah dilunasi oleh anaknya.

Akhir Kisah Rikidozan

Pada 7 Desember 1963, Rikidozan mengumumkan kalau dirinya sudah pensiun sebagai pegulat. Akan tetapi pada keesokan harinya, Riki mengalami nasib buruk.

Saat itu, ia ditusuk oleh seorang anggota kelompok Yakuza bernama Katsushi Murata. Kejadian ini terjadi pasca keduanya bertengkar di sebuah klub malam.

Riki langsung dilarikan ke Rumah Sakit Sannoh untuk dioperasi pada bagian perutnya. Beruntung, nyawa Riki masih tertolong dan proses operasinya berjalan dengan lancar.

Sayangnya, di hari yang sama usai menjalani operasi, Riki malah pergi makan-makan di sebuah kedai Sushi. Tidak hanya makan Sushi, Riki juga meminum Sake dalam jumlah yang berlebih.

Akibatnya, kondisi kesehatan Riki kian memburuk dan membuatnya harus kembali masuk Rumah Sakit seminggu setelahnya.

Naas, itu adalah saat terakhir dalam hidup Riki. Ia meninggal pada 15 Desember 1963 pukul 21:50 waktu setempat.

Menurut analisa Dokter, luka pada perutnya akibat tusukan masih belum sembuh, namun ia memaksakan diri untuk minum alkohol dalam jumlah yang berlebih, membuatnya mengidap Peritonitis.

Ini adalah peradangan pada lapisan peritoneum yang terletak di antara dinding perut bagian dalam dengan organ pencernaan.

Jenazah Riki dimakamkan di Kuil Ikegami Honmonji, Ota, Tokyo pada 20 Desember 1963.

Di sisi lain, Katsushi Murata sebagai pelaku penusukan akhirnya ditangkap Polisi. Selain kasusnya dengan Riki, Katsushi juga terbukti sebagai pelaku pembunuhan pada bulan Oktober 1964. Atas tindakannya, Katsushi mendapat vonis hukuman penjara selama 8 tahun.

Setelah bebas, Katsushi dikabarkan rutin mengunjungi makam Riki dan selalu menemui anak-anaknya Riki di kediamannya untuk meminta maaf.

Meskipun Katsushi adalah seorang anggota Yakuza terpandang di Jepang saat itu, namun ia tak segan untuk melakukan permohonan maafnya kepada Riki dan keluarga hingga akhir hayatnya pada 9 April 2013.

Selepas kepergiannya Riki, Beliau dinobatkan ke dalam penghargaan Wrestling Observer Newsletter Hall of Fame 1996, Professional Wrestling Hall of Fame and Museum 2006, WWE Hall of Fame 2017 dan daftar "100 Pegulat Terbaik Sepanjang Masa" edisi tahun 2002.

Baca Juga: Kejuaraan Sumo Sekolah Dasar Seluruh Jepang, Ini Foto-fotonya

Dalam daftar tersebut, Riki menempati posisi ketiga, di bawah Lou Thesz dan Ric Flair. Selain menjadi pegulat dan pebisnis, Riki sempat menjadi bintang film sejak era 1950-an dengan total 29 judul film yang sudah Beliau perankan.


Konten ini adalah kiriman dari Z Creators Indozone.Yuk bikin cerita dan konten serumu serta dapatkan berbagai reward menarik! Let's join Z Creators dengan klik di sini.

 

 

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wikipedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU