Imran Nahumary, Yeyen Tumena, dan Jajaran Kepelatihan
INDOZONE.ID - Malut United yang finish di peringkat 3 di Liga 1 musim 2024/2025 secara mengejutkan memecat pelatihnya Imran Nahumarury dan direktur teknik Yeyen Tumena.
Pemecatan tersebut dikonfirmasi oleh Dirk Soplanit selaku Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera.
Pemecatan dilakukan terhadap Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena karena dianggap melakukan pelanggaran berat yang tidak bisa ditolerir dan bertentangan dengan prinsip dan tujuan klub.
“Surat pemecatan sudah kami kirimkan dan telah mereka terima. Keduanya terbukti melakukan pelanggaran berat yang tak bisa ditolerir karena bertentangan dengan filosofi, prinsip, dan tujuan klub,” ujar Dirk Soplanit.
Langkah tegas diambil oleh Malut United terhadap Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena agar menyelamatkan klub dari keterpurukan.
Diduga Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena melakukan pemotongan fee terhadap pemain lokal maupun asing yang dimainkan sejak Malut United bermain di Liga 2.
Dirk Soplanit telah mencium dugaan tersebut sejak Malut United bermain di Liga 2. Namun pihak manajemen masih memberi kesempatan karena prestasi mereka berhasil membawa promosi.
Ternyata setelah berada di Liga 1, pemotongan fee terhadap pemain masih terjadi dan semakin parah.
“Dari situ kami punya banyak bukti transaksi dari siapa ke siapa dan itu bagi kami sudah tidak bisa ditolerir, maka jalannya hanya pemecatan karena kita tidak ingin managemen pecah secara internal,” ujar Dirk Soplanit.
Baca juga: Impian CEO Manchester United: Bisakah Tim Angkat Trofi Premier League di Tahun 2028? Tentu Saja
Dirk Soplanit menegaskan kalau mereka mendapatkan bukti dari para pemain, asisten pelatih, hingga agen pemain asing.
Untuk pemain asing, terdapat fee agen yang dipatok sebanyak 10 persen yang diambil oleh pelatih dan pemain.
“Saya ambil contoh untuk kontrak pemain asing 1 miliar itu feenya 10% yaitu 100 juta diambil oleh direktur teknik dan selama ini Maluku United mengontrak 14 pemain asing sejak Liga 2 hingga sekarang semua diambil direktur teknik,” ujar Soplanit.
Karena sistem di Malut United membayar pemain dengan DP 25% terlebih dahulu, maka agen pemain asing langsung melakukan pemotongan fee sebesar 10% karena sebelumnya telah diambil dan dibagi-bagi ke direktur teknik dan pelatih kepala.
Sedangkan untuk pemain lokal, terdapat bukti berupa setoran mulai dari puluhan sampai dengan ratusan juta yang diberikan pemain kepada pelatih dan dirtek.
Dirk Soplanit kalau seluruh temuannya diungkap oleh para pemain yang megadu ke manajemen dan tidak ada rekayasa.
Laporan ke polisi bahkan jadi salah satu opsi yang dapat ditempuh oleh Malut United jika Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena membantah temuan klub.
Baca juga: Al-Hilal Ogah Datangkan Cristiano Ronaldo dari Al-Nassr, Tidak Masuk Akal?
Mantan pelatih Malut United Imran Nahumarury membantah seluruh tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya oleh Dirk Soplanit selaku pihak manajemen Malut United.
Imran menyebut hal tersebut sebagai fitnah keji yang sengaja disampaikan olehoknum tertentu untuk mendepak dirinya sebagai pelatih dari Malut United.
“Mana ada begitu. Tuhan seng mungkin angkat beta sampai posisi ini kalau beta seng jujur. Tapi, beta tahu ini permainan sapa. Ibaratkan habis manis sepah dibuang,” sindir Imran Nahumarury.
Salah satu dugaan yang berkembang, Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena dipecat dengan alasan sudah tidak sejalan dengan manajemen.
Seperti diketahui, manajemen mendatangkan trio pemain asing asal Persib Bandung, yaitu David Da Silva, Ciro Alves, dan Gustavo Franca yang tidak sesuai dengan kebutuhan yang diinginkan tim kepelatihan.
Baca juga: Jika Cuma Cadangan di Eropa, Pemain Timnas Indonesia Mending Main di Liga 1
Ketika mengingat kembali masa bulan madu Imran Nahumarury dan Malut United selama dua tahun terakhir, sulit dipercaya kalau mereka akan berpisah tidak dengan baik-baik saja.
Prestasi Imran Nahumarury di Malut United bisa dibilang luar biasa, dia berhasil membawa Malut United promosi ke Liga 2, dan musim pertama di Liga 1 secara mengejutlkan berhasil menempati posisi ketiga.
Malut United yang saat ini fokus kepada branding dan menyiapkan diri sebagai klub profesional harus secara cepat menyelesaikan masalah ini.
Apalagi Malut United musim depan akan berkompetisi di Asean Club Championship, dimana itu adalah pencapaian positif Malut United sebagai klub baru yang berkompetisi di Liga 1.
Cita-cita Malut United sebagai klub dengan misi membahagiakan masyarakat dan menciptakan peluang bagi pengembangan pemain usia dini di Maluku dan Maluku Utara telah ditanamkan pondasinya oleh Imran Nahumarury dan Yeyen Tumena.
Baca juga: Diminati Klub Arab Saudi, Masa Depan Son Heung-min di Tottenham Hotspur Diputuskan Setelah Tur Asia
Sekarang Malut United akan berusaha menggapai mimpinya lebih tinggi, yaitu meraih juara di Liga1 musim depan. Mengambil trio pemain asing Persib yang menjadi juara musim ini adalah langkah awal sebelum mencari pelatih yang bisa mencapai target yang sangat berat tersebut.
Mari kita tunggu bagaimana sepak terjang Malut United di Liga 1 dan di kompetisi antar klub di Asia Tenggara musim depan.
Apakah tanpa Imran Nahumaury Malut United akan mencapai juara? atau justru akan jadi penyesalan karena membuang pelatih yang telah melebihi target klub selama dua tahun berdiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/@malutunitedfc