INDOZONE.ID - Rapat Umum Pemegang Saham PT LIB pada Senin (7/7/2025) menghasilkan keputusan klub Liga Indonesia atau dengan nama barunya Super League boleh mendaftarkan 11 pemain asing.
Selain itu, delapan pemain di antaranya boleh masuk daftar susunan pemain (DSP) pertandingan.
Aturan ini lantas menimbulkan kegaduhan di percaturan sepakbola Indonesia. Kebijakan ini mengancam para pemain lokal. Kesempatan bermain mereka berpotensi berkurang karena regulasi baru ini.
Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), sebagai organisasi yang menampung aspirasi para pemain, berpendapat aturan ini akan mengurangi kesempatan pemain lokal untuk mendapatkan pengalaman bertanding.
“Regulasi ini secara langsung akan mengurangi jam terbang daripada bakat lokal sepakbola Indonesia,” ujar Andritany Ardhiyasa, Presiden APPI.
Berdasarkan survey singkat yang dilakukan APPI, mayoritas pemain Liga Indonesia keberatan dengan regulasi sebelas pemain asing. Terlebih, hanya ada satu kompetisi yang dijalankan.
Jika seluruh klub memenuhi kuota pemain asing, maka ada 198 pemain lokal yang kehilangan pekerjaan dan akan pindah ke Kasta Kedua Championship.
Efek berantai akan terjadi. Akan ada 198 pemain lain yang akan turun ke kasta yang lebih bawah, bahkan terancam menganggur. Mereka malah terpaksa main tarkam atau beralih profesi untuk mendapatkan penghasilan.
Baca juga: Joystick Tak Kasat Mata: Warisan Diogo Jota yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola dan Esports
Andritany mengatakan, kebijakan sebelas pemain asing tidak sesuai dengan visi pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert. Kulivert ingin pemain lokal mendapat banyak menit bermain di klub.
“Jika muara kompetisi yang berkualitas adalah Timnas Indonesia, maka kebijakan sebelas pemain asing kontradiktif dari pernyataan pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert yang menyatakan jika para pemain tidak punya menit bermain di klub maka akan tidak dapat kesempatan bermain di Timnas Indonesia,” tegas Andritany.
Baca juga: Gyokeres Jadi Pilihan Utama Arsenal Setelah RB Leipzig Tak Mau Turunkan Harga Sesko
Mantan pemain Timnas Indonesia yang pernah merasakan kerasnya Liga Thailand, Yanto Basna, mengaku pemain asing yang masuk di Indonesia seringkali mempunyai kualitas di bawah rata-rata.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Appi-online.com, Instagram @yanto_basna