Carlos Sainz Jr (sumber: Kym Illman via Getty Images)
INDOZONE.ID - Drama Formula 1 itu seringkali nggak ada habisnya. Meskipun balapan seru di Grand Prix Belanda udah selesai, after-party-nya ternyata lebih panas.
Williams secara resmi "pundung" dan membawa kasus penalti Carlos Sainz ke meja Federasi Otomotif Internasional (FIA).
Tim yang dipimpin James Vowles ini nggak terima pembalap andalan mereka dihukum atas insiden yang mereka anggap nggak adil.
Sekarang, drama dari sirkuit Zandvoort ini berlanjut ke ruang sidang FIA. Yuk, kita bedah kronologinya!
Baca juga: Wejangan Charles Leclerc Buat Lewis Hamilton Jelang Debut di Monza, Apa Itu?
Jadi, melansir dari Crash.net, ceritanya Carlos Sainz dijatuhi penalti waktu 10 detik plus dua poin penalti di lisensinya setelah bersenggolan dengan pembalap Visa Cash App Racing Bulls (VCARB), Liam Lawson.
Banyak yang melihat insiden itu sebagai racing incident biasa, di mana Sainz sepertinya nggak bisa disalahkan.
Sainz sendiri langsung vokal setelah balapan. Tanpa basa-basi, ia menyebut penalti itu sebagai sebuah "sesuatu yang bikin ngakak brutal" dan mempertanyakan kualitas pengawas balap (steward) di F1.
Karena penalti waktunya sudah dijalani di hasil akhir balapan, hukuman itu nggak bisa diubah.
Tapi, Williams masih bisa berjuang untuk menghapus dua poin penalti dari lisensi Sainz. Hal inilah yang mereka lakukan dengan mengajukan right of review.
"Kami mengonfirmasi telah mengajukan right of review ke FIA terkait penalti Carlos (Sainz Jr.) di Zandvoort," tulis Williams dalam pernyataan resmi mereka.
"Penting bagi kami untuk memahami cara balapan di masa depan, dan kami berharap hasilnya positif." lanjutnya.
Baca juga: Ulasan Google Pixel 10: Ponsel Flagship Google dengan AI Canggih dan Kamera Hebat
Nah, ini bagian paling menariknya. Dalam konferensi pers di Monza, Sainz ngaku kalau dia sebenarnya sudah sempat ngobrol langsung dengan para steward setelah balapan di Zandvoort.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Crash.net, The Race