Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 SEPTEMBER 2025 • 12:50 WIB

Aura Baru Lewis Hamilton di Ferrari: Dari Frustrasi Jadi Happy, Ada Apa Nih?

Aura Baru Lewis Hamilton di Ferrari: Dari Frustrasi Jadi Happy, Ada Apa Nih?Lewis Hamilton (sumber: skysports.com)

INDOZONE.ID - Inget kan, baru beberapa hari lalu kita bahas gimana Lewis Hamilton lagi struggling berat di Ferrari

Setelah insiden crash di Zandvoort, banyak yang ngira tekanannya udah di ubun-ubun. Eits, tapi di Grand Prix Italia, Monza, kemarin, ceritanya beda banget. 

Aura sang juara dunia tujuh kali ini kelihatan lebih cerah, lebih happy, dan lebih enjoy.

Meski hasilnya bukan podium, perubahan suasana dari Hamilton ini jadi sorotan utama. 

Komentator legendaris F1, Martin Brundle, bahkan menyebut ada "penyesuaian mindset" dari sang pembalap. Jadi, ada apa sebenarnya?

Baca juga: Jika Latih Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2025, Gerald Vanenburg Minta TC Jangka Panjang

Balapan Penuh Perjuangan di Monza

Awalnya, akhir pekan Hamilton di Monza kelihatan bakal suram. Gara-gara pelanggaran di Zandvoort, ia kena penalti lima posisi grid, yang artinya harus start dari P10. Sebuah "PR" besar di sirkuit secepat Monza.

Tapi, namanya juga "The G.O.A.T", Hamilton nggak tinggal diam. Begitu balapan dimulai, ia langsung tancap gas, nyalip beberapa pembalap, dan dengan cepat merangsek ke barisan tengah. 

Ia bahkan sempat memberikan tekanan serius pada mantan rekan setimnya, George Russell, untuk memperebutkan posisi kelima.

Sayangnya, strategi Ferrari yang memilih untuk tetap memakai ban keras lebih lama nggak berjalan mulus untuk menyalip Russell. 

Finis di posisi keenam dari P10 adalah hasil comeback yang solid dan sebuah langkah maju setelah drama di Belanda.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Lolos ke Piala Asia U-23 2026, Gerald Vanenburg Akui Fisik Pemain Korsel Lebih Kuat!

Martin Brundle Bilang Kalau Itu "Mindset Adjustment"

Perubahan terbesar dari Hamilton bukan cuma soal performa di trek, tapi juga auranya di luar lintasan. Martin Brundle menyoroti hal ini dalam kolom pasca-balapannya.

"Secara keseluruhan dia terlihat lebih nyaman di dalam mobil, dan tampaknya telah mengalami penyesuaian mindset untuk memaksimalkan apa yang dia miliki, alih-alih frustrasi karena dia tidak punya mobil pemenang," tulis Brundle dikutip dari Crash.net.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Crash.net

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Aura Baru Lewis Hamilton di Ferrari: Dari Frustrasi Jadi Happy, Ada Apa Nih?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!