Donald Trump memegang trofi Piala Dunia 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)
INDOZONE.ID - Piala Dunia 2026 terancam diwarnai masalah serius menyusul kebijakan kontroversial pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pemerintah AS secara resmi membekukan permohonan visa bagi suporter dari 15 negara peserta turnamen, sebuah keputusan yang berpotensi mengganggu atmosfer turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Kebijakan ini tertuang dalam laporan Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat yang dirilis pada Rabu (14/1/2026).
Dalam laporan tersebut, seluruh petugas konsuler diminta menolak sementara permohonan visa dari total 75 negara, sambil menunggu evaluasi ulang terhadap prosedur penyaringan dan verifikasi pemohon.
Dari 75 negara yang masuk dalam daftar penangguhan, 15 di antaranya dipastikan akan tampil di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.
Pembekuan visa ini berpotensi memberikan dampak langsung terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026, khususnya dari sisi kehadiran suporter.
Salah satu grup yang paling terdampak adalah Grup C yang diisi oleh Skotlandia, Brasil, Maroko, dan Haiti.
Tiga dari empat tim di grup tersebut Brasil, Maroko, dan Haiti, masuk dalam daftar negara yang terkena kebijakan larangan visa.
Kondisi ini membuat laga-laga fase grup Skotlandia terancam berlangsung tanpa dukungan suporter lawan dalam jumlah besar.
Baca juga: Donald Trump Berencana Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 dari Kota yang Dianggap Tidak Aman
Dua pertandingan Skotlandia dijadwalkan digelar di Foxborough saat menghadapi Haiti dan Maroko, sementara satu laga lainnya melawan Brasil akan berlangsung di Miami.
Minimnya kehadiran suporter dikhawatirkan mengurangi atmosfer pertandingan yang selama ini menjadi daya tarik utama Piala Dunia.
Selain ketiga negara tersebut, kebijakan visa AS juga berdampak pada Aljazair, Cape Verde, Kolombia, Pantai Gading, Mesir, Ghana, Iran, Yordania, Senegal, Tunisia, Uruguay, dan Uzbekistan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daily Mail UK