Pelatih kepala Timnas Indonesia, John Herdman. (Indozone/Victor)
INDOZONE.ID - Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman tegaskan ia tak gentar dalam menghadapi tekanan besar saat melatih skuad Garuda.
Diketahui, melatih Timnas Indonesia menjadi tantangan yang tidak mudah bagi John Herdman. Sebab, melatih skuad Garuda tentunya cukup banyak tekanan, apalagi ekspektasi para penggemar terhadap pelatih baru yang menangani tim merah putih tentunya cukup tinggi.
Kendati begitu, John Herdman menegaskan bahwa ia tidak takut menghadapi tekanan besar dari publik sepak bola Indonesia. Sebab, baginya tekanan merupakan suatu keistimewaan tersendiri.
"Iya, tekanan itu sebuah keistimewaan. Anda datang ke sebuah organisasi, Anda memimpin sebuah tim, lalu Anda juga memikul negara ini," ujar John Herdman dalam konferensi persnya yang dikutip dari YouTube PSSI pada Selasa (13/1/2026).
Baca juga: Jadwal Lengkap MotoGP 2026, Thailand Kembali Jadi Tuan Rumah Seri Pembuka
Ketua PSSI, Erick Thohir mengumumkan John Herdman ke publik. (Indozone/Victor)
John Herdman sendiri juga melihat tekanan dari satu sisi saja. Ia justru melihat bahwa tekanan tersebut bisa menjadi sebuah anugerah, sebab energi positif dari para suporter bisa mempengaruhi permainan timnya saat bertanding.
"Sekarang, itu bisa saja jadi sebuah kutukan atau sebuah anugerah. Kita akan mengoptimalisasikan itu menjadi sebuah anugerah untuk kita semua. Akan jadi sebuah kesempatan yang besar jika saya melanjutkannya dan memberikannya kepada para pemain," ujar mantan pelatih Timnas Kanada itu melanjutkan.
Lebih lanjut, Herdman menegaskan akan mengatakan kepada seluruh pemain Timnas Indonesia bahwa tekanan adalah anugerah. Sebab, ketika suatu negara terhenti dan lolos untuk pertama kalinya, ia akan menikmati momen tersebut. Selain itu, ia juga akan mendengarkan suara para suporter dan akan menggunakan energi dari dukungan para suporter.
"Ketika sebuah negara terhenti dan lolos untuk pertama kalinya (ke Piala Dunia), saya menikmati momen itu. Jadi, saya paham akan hal itu. Saya akan mengatakan kepada para pemain bahwa tekanan itu sebuah anugerah. Kita akan mendengar para fans, kita akan menggunakan energi mereka," ujar pelatih asal Inggris itu menambahkan.
Baca juga: Jadi Direktur Teknik Ajax Amsterdam, Jordi Cruyff Dapat Kritikan dari 2 Pundit Belanda
Diketahui, Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026 usai alami dua kekalahan atas Arab Saudi dan Irak di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober 2025 lalu. Kegagalan tersebut tentunya menimbulkan kekecewaan di kalangan penggemar Timnas Indonesia.
Tentu saja, kegagalan tersebut berbuntut pada pemecatan Patrick Kluivert sebagai pelatih Timnas Indonesia setelah selama 10 bulan menjabat sejak ditunjuk pada Januari 2025 lalu.
Kini, kesempatan Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia adalah pada tahun 2030 mendatang yang digelar di Maroko, Portugal dan Spanyol, serta Argentina, Uruguay dan Paraguay tepat 100 tahun Piala Dunia pertama kali bergulir.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube PSSI TV