Ilustrasi atlet memakai doping. (Freepik)
INDOZONE.ID - Setiap atlet ingin menjadi yang terbaik di setiap olahraganya masing-masing. Akan tetapi, predikat terbaik semestinya dicapai dengan cara sportif.
Sportivitas jadi nilai utama dalam setiap olahraga, bahkan berada di atas kemenangan. Oleh sebab itu, penggunaan zat terlarang atau doping dalam olahraga amat dilarang.
Bagaimana tidak, penggunaan doping oleh atlet akan membuat pertandingan tidak adil bagi sang lawan.
Namun, pada kenyataannya, ada beberapa atlet ternama yang justru terseret kasus doping. Yuk, simak penjelasan lengkapnya.
Baca juga: Staf INEOS yang Diselidiki Menggunakan Doping Ternyata Pernah Bekerja di Manchester United
Daftar ini akan dimulai dengan legenda sepak bola Argentina, Diego Maradona. Punya segudang prestasi, termasuk juarai Piala Dunia 1986 bersama Argentina, ia dua kali tersandung kasus doping.
Pada 1991, Maradona yang membela Napoli kala itu, dapat skors 15 bulan karena positif memakai kokain dalam tes doping.
Selang tiga tahun, pada Piala Dunia 1994, Maradona kembali positif memakai ephedrine. Kamu harus tahu, ephedrine adalah stimulan sistem saraf pusat yang mengurangi kelelahan dan meningkatkan daya saing serta kewaspadaan.
Lance Armstrong. (Instagram/@lancearmstrong)
Pencinta olahraga sepeda, tentu mengenal Lance Armstrong. Bagaimana tidak, ia tujuh kali beruntun menjadi juara Tour de France pada 1999 hingga 2005.
Sebagai penyintas kanker, prestasi Lance Armstrong tentu menginspirasi banyak orang, terutama para pencinta olahraga sepeda.
Namun, ia sempat dituduh oleh mantan rekan setim Lance Armstrong, Floyd Landis, yang juga pelaku doping, menuduhnya memakai zat-zat terlarang.
Hingga 2010, Lance Armstrong bisa menghindari penyelidikan mendalam perihal penggunaan obat-obatan penunjang performa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Numan