Logo European Super League (X @MadridXtra)
INDOZONE.ID - Real Madrid dan UEFA resmi mencapai kesepakatan untuk mengakhiri tuntutan hukum terkait proyek European Super League (ESL), yang mana keputusan tersebut diambil demi kebaikan sepak bola Eropa.
Diketahui, perselisihan antara Real Madrid dan UEFA terjadi sejak 2021 lalu, saat mereka meluncurkan proyek European Super League (ESL), yang mana hal tersebut memicu UEFA untuk mengambil tindakan hukum dalam upaya untuk mencegah peluncuran kompetisi ilegal tersebut.
Barcelona telah umumkan mundur dari proyek tersebut pada Sabtu (7/2/2026), yang membuat Real Madrid menjadi satu-satunya dari 12 anggota klub pendiri yang tetap bertahan.
Hingga akhirnya Real Madrid memutuskan untuk mengakhiri perselisihan dengan UEFA demi kesejahteraan klub Eropa, dan dalam kesepakatan tersebut juga menegaskan bahwa prinsip prestasi juga akan dihormati.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tampil di Asian Games 2026 atau Tidak? Ini Kata Sumardji
"Setelah berbulan-bulan berdiskusi demi kepentingan terbaik sepak bola Eropa, UEFA, European Football Clubs (EFC), dan Real Madrid CF mengumumkan bahwa mereka telah mencapai kesepakatan prinsip untuk kesejahteraan sepak bola klub Eropa, dengan menghormati prinsip prestasi olahraga dan menekankan keberlanjutan klub jangka panjang serta peningkatan pengalaman penggemar melalui penggunaan teknologi," bunyi pernyataan resmi Real Madrid dan UEFA yang dikutip dari ESPN pada Kamis (12/2/2026).
"Kesepakatan prinsip ini juga akan berfungsi untuk menyelesaikan perselisihan hukum mereka terkait dengan Liga Super Eropa, setelah prinsip-prinsip tersebut dilaksanakan dan diimplementasikan," lanjutnya.
Sebelumnya, pada November lalu, presiden Real Madrid, Florentino Perez, mengatakan bahwa ia percaya diri bahwa pihaknya akan memenangkan perselisihan tersebut, dan Real Madrid akan terus memperjuangkan hak klub untuk menyelenggarakan kompetisinya sendiri, dan menuntut ganti rugi kepada UEFA.
Sementara itu, pada Oktober lalu, UEFA mengungkapkan rangkaian diskusi informal yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir dengan sponsor Super League, A22 Management untuk mencari solusi dan kompromi.
Baca juga: Ditahan Imbang West Ham, Sesko Justru Bersyukur, Lho Kok Gitu?
"Kami dapat mengkonfirmasi laporan bahwa [Sekretaris Jenderal UEFA] Bapak Theodore Theodoridis bertemu dengan [pendiri bersama A22] Bapak Anas Laghrari beberapa kali di tempat umum. Tidak ada hasil formal yang dihasilkan dari percakapan ini," kata UEFA dalam pernyataan resminya pada Oktober 2025 lalu.
Setelah UEFA memblokir peluncuran Super League, dan mengancam klub-klub peserta, pihak A22 Management membawa kasus tersebut ke Mahkamah Eropa.
Pada Desember 2023 lalu, pengadilan memutuskan bahwa peraturan UEFA sebelumnya tentang persetujuan kompetisi baru telah melanggar hukum Uni Eropa, dan setelah pengadilan Madrid mengikuti tuntutan tersebut, Real Madrid justru meminta ganti rugi atas penanganan UEFA terhadap masalah tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ESPN