Ilustrasi sepak bola. (Freepik)
INDOZONE.ID - Siapa yang tidak suka sepak bola? Ini merupakan olahraga dengan jumlah penggemar terbanyak, sehingga popularitasnya tidak perlu diragukan lagi.
Di Indonesia, fanatisme terhadap sepak bola begitu luar biasa. Itu makin tampak kala Timnas Indonesia bertanding kala semua orang, baik tua, muda, pria, maupun wanita, bahkan anak-anak, datang ke stadion untuk mendukung.
Ilustrasi sepak bola. (REUTERS/XXSTRINGERXX xxxxx)
Dalam kehidupan sehari-hari, kamu juga bisa menemukan anak-anak bermain bola di jalanan dan gawangnya cuma menggunakan sandal sebagai penanda.
Sebagai olahraga, sepak bola punya manfaat yang tidak main-main. Bahkan, manfaat itu tetap didapatkan oleh anak-anak yang memainkannya sebagai permainan di jalanan.
Baca juga: Berapa Jumlah Wasit dalam Pertandingan Sepak Bola? Ini Penjelasannya Menurut FIFA dan IFAB
Yuk, simak manfaat permainan sepak bola.
Rutin bermain sepak bola bersama teman-teman, akan meningkatkan kebugaran kardiovaskular. Itu buah dari upaya kamu bolak-balik dari ujung lapangan satu ke lainnya, saat menyerang atau bertahan.
Dalam 90 menit permainan sepak bola, kamu bisa menempuh jarak beberapa mil yang juga berujung pada pembakaran kalori.
Dalam permainan sepak bola, semua anggota tubuh saling berkoordinasi. Bahkan, tangan yang dilarang menyentuh bola, juga berkoordinasi supaya tidak melakukan pelanggaran handball tanpa sengaja.
Gerakan kompleks saat mengoper dan memblokir bola, juga membuat tubuh kamu berkoordinasi dengan maksimal.
Lal, kecepatan dan kelincahan kamu pun akan meningkat karena rutin berlari dalam setiap permainan sepak bola.
Sepak bola bukan permainan yang bisa dimenangkan oleh satu pemain. Kamu harus bekerja sama sebagai sebuah tim, baik saat menyerang maupun bertahan dari serangan lawan.
Di dunia profesional, para pemain akan bekerja sama untuk menerapkan strategi yang telah dipersiapkan pelatih untuk suatu pertandingan. Tanpa kerja sama tim yang apik, strategi itu tidak akan bisa berjalan sempurna.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: UPMC MyHealth Matters