Juara Piala Dunia terbanyak. (FIFA)
INDOZONE.ID - Juara Piala Dunia merupakan prestasi tertinggi bagi sebuah tim dalam skena sepak bola. Apalagi, tidak semua tim bisa mengangkat trofi Piala Dunia.
Jangankan untuk mengangkat trofi Piala Dunia, lolos ke putaran final turnamen akbar empat tahunan ini pun tidak mudah.
Tak percaya? Tanya saja pada penggemar Italia yang sudah absen dari Piala Dunia dalam tiga edisi terakhir.
Teranyar, Italia tidak lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat (AS) pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Baca juga: 7 Nama yang Siap Curi Perhatian di Piala Dunia 2026, Siapa Aja Ya?
Harapan Italia kandas setelah kalah dari Bosnia-Herzegovina dalam playoff jalur A Kualifikasi Piala DUnia 2026 zona Eropa. Sempat imbang 1-1 hingga 120 menit, Italia gugur usai kalah 1-4 dalam adu penalti dari Bosnia.
Tak ayal, Italia pun gagal ke putaran final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun. Gli Azzurri terakhir kali mentas di Piala Dunia pada 2014 silam di Brasil.
Ini torehan buruk untuk Italia yang punya sejarah emas di Piala Dunia. Kamu harus tahu, Italia merupakan salah satu dari sedikit tim yang bisa menjuarai Piala Dunia.
Lantas, tim apa saja yang punya sejarah emas seperti Italia di Piala Dunia? Yuk, simak daftar juara Piala Dunia terbanyak di bawah ini!
Juara Piala Dunia terbanyak, Brasil. (FIFA)
Brasil merupakan tim paling dominan sepanjang sejarah Piala Dunia sejak pertama kali digelar pada 1930 silam. Bagaimana tidak, Brasil sudah lima kali mengangkat trofi Piala Dunia.
Dalam 22 kali keikutsertaan, Brasil delapan kali mencapai semifinal yang enam di antaranya membawa mereka ke partai puncak.
Brasil menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kali pada 1958. Lalu, Brasil jadi juara lagi pada edisi 1962, 1970, 1994, dan 2002.
Brasil hampir selalu menjadi juara jika menembus partai puncak. Brasil hanya gagal menjadi juara Piala Dunia saat menembus final Piala Dunia 1998.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: FIFA