Jonatan Christie. (Instagram/@badminton.ina)
INDOZONE.ID - Indonesia mengukir sejarah buruk di Piala Thomas 2026. Bagaimana tidak, sebagai tim tersukses di turnamen ini, Indonesia pertama kalinya gugur di fase grup!
Digelar di Forum Horsens, Horsens, Denmark, pada 24 April hingga 3 Mei 2026, Indonesia datang dengan status sebagai salah satu unggulan.
Fajar Alfian Muhammad Shohibul Fikri. (Instagram/@bandminton.ina)
Indonesia merupakan runner-up di Thomas Cup 2024. Kamu harus tahu, di Uber Cup 2024, Indonesia juga mengukir prestasi serupa.
Tak ayal, banyak pencinta bulu tangkis Tanah Air berharap Indonesia mengukir prestasi lebih baik, atau minimal menyamai prestasi pada edisi sebelumnya. Akan tetapi, harapan itu urung jadi kenyataan.
Baca juga: Thomas dan Uber Cup 2026 di Depan Mata, Marleve Mainaky Optimistis Tim Indonesia Tembus Semifinal
Tergabung di Grup D, Indonesia bersaing dengan Thailand, Aljazair, dan Prancis. Di atas kertas, Indonesia punya segalanya untuk lolos ke fase gugur.
Indonesia pun menunjukkan kapasitasnya dengan menang meyakinkan atas Aljazair (5-0) dan Thailand (3-2).
Namun, dua kemenangan itu tidak cukup untuk mengantarkan Indonesia ke fase gugur. Sebab, Jonatan Christie dan kolega kalah 1-4 dari Prancis pada pertandingan terakhir Grup D.
Jonatan Christie membuka pertandingan dengan kekalahan 19-21 dan 14-21 dari Christo Popov. Alwi Farhan kemudian takluk 16-21 dan 19-21 dari Alex Lanier. Anthony Sinisuka Ginting yang tampil di partai ketiga, juga harus mengakui keunggulan Toma Junior Popov melalui laga ketat 22-20, 15-21, dan 20-22.
Harapan Indonesia memperpanjang napas pupus setelah pasangan ganda pertama Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani kembali gagal menyumbang poin usai kalah 19-21 dan 19-21 dari Eloi Adam/Leo Rossi.
Indonesia cuma mampu meraih kemenangan melalui ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Mereka mengalahkan Christo Popov/Toma Junior Popov dengan skor 21-18, 19-21, dan 21-11.
Di klasemen akhir, Indonesia hanya mampu menempati posisi ketiga, di bawah Prancis (runner-up) dan Thailand yang menjadi juara Grup D.
Sejak pertama kali Thomas Cup digelar pada 1958, ini merupakan catatan terburuk Indonesia di turnamen tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan