Fakta Pertandingan Belanda vs Jepang di Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram @fifaworldcup)
INDOZONE.ID - Piala Dunia 2026 bener-bener gak pernah kehabisan drama yang bikin jantungan. Kali ini, giliran pertarungan sengit di Grup F yang mempertemukan Belanda melawan Jepang.
Laga super seru ini baru saja selesai digelar di Stadion Dallas, Arlington pada Senin 15 Juni 2026 dini hari tadi.
Buat kalian yang rela begadang demi nonton match ini, pasti setuju kalau pertandingan berjalan sangat intens dan penuh dengan jual beli serangan.
Berdasarkan amatan, Belanda dan Jepang harus puas berbagi angka setelah bermain imbang dengan skor akhir 2-2.
Kejar-kejaran gol yang terjadi sepanjang babak kedua sukses bikin para suporter di stadion maupun di rumah gak bisa duduk tenang.
Baca juga: Arda Guler di Piala Dunia 2026: Tetap Bersinar Walau Turki Tumbang
Sejak peluit pertama dibunyikan, kedua tim langsung mencoba mengambil alih dominasi permainan.
Belanda yang diperkuat barisan pemain bintang Eropa mencoba menekan lini pertahanan Jepang dengan permainan taktis mereka.
Di sisi lain, Jepang yang terkenal dengan kedisiplinan tinggi dan serangan balik cepatnya juga gak tinggal diam.
Mereka sukses meredam setiap gempuran yang dibangun oleh anak-anak Belanda. Alhasil, sepanjang 45 menit pertama, pertarungan lebih banyak terjadi di lini tengah dan kedua tim kesulitan untuk menembus kotak penalti lawan masing-masing.
Skor kacamata alias 0-0 pun menutup jalannya babak pertama dengan tensi yang mulai memanas.
Memasuki babak kedua, Belanda langsung menaikkan intensitas serangan mereka demi memburu gol pembuka.
Usaha keras De Oranje akhirnya membuahkan hasil manis pada menit 51. Sang bek tangguh sekaligus kapten tim, Virgil van Dijk, sukses memecah kebuntuan lewat skema yang sangat rapi.
Gol dari situasi bola mati ini langsung membakar semangat para pemain Belanda untuk terus menggempur pertahanan Samurai Biru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan