Presiden Como, Mirwan Suwarso (tengah). (Instagram/@msuwarso)
INDOZONE.ID - Klub Serie A, Como baru saja mencetak sejarah lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya setelah mereka membantai Cremonese dengan skor 1-4 di pekan terakhir Serie A pada Minggu malam waktu setempat atau Senin (25/5/2026) dini hari WIB.
Kesuksesan Como menjadi tim yang mampu bersaing di papan atas Serie A hingga berhasil lolos ke Liga Champions musim 2026/27, tentunya tak lepas dari tangan dingin Mirwan Suwarso. Berkat tangan dinginnya itu membuat klub berjuluk I Lariani itu berkembang cukup pesat.
Bahkan, menariknya Como mampu lolos ke Liga Champions hanya membutuhkan waktu dua tahun sejak mereka promosi ke Serie A pada tahun 2024 lalu.
Namun, baru-baru ini presiden Como, Mirwan Suwarso membongkar filosofinya dalam hal rekrutmen pemain di Como, yang mana ia merekrut pemain berdasarkan analisis data seperti moneyball. Bahkan, ia mengaku bahwa ia dan manajemen klub pernah menggandeng Billy Beane, yang merupakan pelopor moneyball.
Baca juga: Aldi Satya Mahendra Percaya Diri Jelang Aragon
Como lolos ke Liga Champions musim depan. (REUTERS/Daniele Mascolo)
Kamu harus tahu, Billy Beane merupakan mantan pemain bisbol asal Amerika Serikat sekaligus mantan manajer tim bisbol, Oakland Athletics.
Billy Beane sukses membangun timnya menjadi salah satu tim bisbol yang disegani, meskipun hanya memanfaatkan anggaran terbatas.
Jadi secara garis besar, konsep moneyball itu merupakan konsep berbasis data sebelum memilih atau membeli pemain.
Dalam wawancaranya bersama Helmy Yahya dalam podcast Helmy Yahya Bicara baru-baru ini, Mirwan Suwarso mengatakan bahwa sejak awal Como sudah melakukan rekrutmen pemain semuanya menggunakan analisis dan data.
Ia bahkan sempat menargetkan bahwa timnya paling mentok finish di posisi ke-7 di Serie A musim 2025/26, setelah pada musim pertamanya di Serie A sukses finish di peringkat ke-10.
"Kami enggak terlalu memikirkan. Kami benar-benar di sini cuma, ya, setiap pertandingan kami take it by day. Kami enggak pernah memikirkan kalau kalah bagaimana, kalau menang bagaimana. Terpenting mainnya bagus atau enggak. Begitu saja," ujar Mirwan Suwarso dalam wawancaranya yang dikutip dari YouTube Helmy Yahya Bicara pada Rabu (27/5/2026).
"Dari awal kami memang sudah dari rekrutmennya semua pakai analisis dan data. Jadi prediksi kami untuk musim ini target posisi ketujuh. Itu yang realistis buat kami. Tahun lalu bisa dapat posisi 10. Terus kalau bisa naik turun di atas itu, ya itu yang kami bilang bisa overperforming atau underperforming," tutur mantan suami Nova Eliza itu melanjutkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube Helmy Yahya Bicara