Como lolos ke Liga Champions musim depan. (REUTERS/Daniele Mascolo)
INDOZONE.ID - Como 1907 baru saja mencetak sejarah, dengan lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya. Hal itu setelah mereka mengalahkan Cremonese pada pekan terakhir Serie A, pada Minggu malam waktu setempat, atau Senin (25/5/2026) dini hari WIB.
Bertanding di Stadio Giuseppe Zini, Como berhasil meraih kemenangan 1-4 atas Cremonese. Keempat gol Como dicetak oleh Jesus Rodriguez (35'), Anastasios Douvikas (50), dan juga brace Lucas Da Cunha (73' via penalty, 80'). Sementara itu, satu-satunya gol Cremonese dicetak oleh Federico Bonazolli pada menit ke-54 via penalty.
Tentu saja, kemenangan atas Cremonese membuat Como berhasil menorehkan sejarah baru. Sebab, klub yang dimiliki oleh Djarum Group tersebut, lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya setelah dua tahun mereka promosi ke Serie A.
Banyak perjuangan yang harus dilalui oleh Como untuk menjadi kekuatan baru di Serie A seperti saat ini. Bahkan, mereka juga berhasil mengganggu persaingan 4 besar yang biasanya diisi oleh tim-tim seperti Inter Milan, AC Milan, Napoli dan Juventus.
Lantas, bagaimana perjuangan Como yang dari tadinya hanya sebagai klub antah berantah yang hampir bangkrut, hingga menjadi tim yang sukses cetak sejarah lolos ke Liga Champions musim depan. Yuk simak!
Baca juga: Tottenham Hotspur Masih Kepincut untuk Datangkan Savinho dari Manchester City
Como pastikan lolos ke Liga Champions musim depan (Instagram @comofootball)
Perjuangan Como untuk menjadi tim kuat seperti saat ini, memanglah tidak mudah. Sebelum Djarum Group datan untuk mengakuisisi klub berjuluk I Lariani itu, mereka dalam kondisi yang cukup memprihatinkan yang mana mereka saat itu hampir bangkrut.
Hingga akhirnya pada tahun 2019, Djarum Group melalui SENT Entertainment akhirnya mengakuisisi Como. Saat itu, mereka mengakuisisi klub dengan dana yang cukup terbatas.
Dalam wawancaranya beberapa tahun lalu, Mirwan Suwarso yang saat ini menjabat sebagai presiden Como, mengatakan, dulu Djarum Group membeli Como dengan biaya yang kurang dari Rp5 milyar.
"Kami belinya tak sampai Rp5 milyar," kata Mirwan Suwarso, dikutip dari akun X/Firzie Idris.
Baca juga: Lengkap! Jadwal Final Liga Champions Musim Ini: Arsenal Juara Perdana atau PSG Pertahankan Trofi?
"Istilahnya, kami menebus di pegadaian. Kami hanya memastikan karyawan mereka gajinya terselesaikan," sambungnya.
Dengan biaya tersebut, Djarum Group berhasil membawa Como bangkit dari keterpurukan setelah alami kebangkrutan pada 2017 lalu. Alhasil, mereka akhirnya berhasil promosi ke Serie C pada tahun 2019 lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan, X @firzieidris