Cristiano Ronaldo merayakan gol ke gawang Kroasia usai berhasil mengeksekusi titik putih. (FIFA)
INDOZONE.ID - Bintang sepak bola Cristiano Ronaldo kembali mencetak gol pada ajang Piala Dunia 2026 dan mengantar negaranya menang melawan Kroasia dengan Skor 2-1.
Kemenangan tipis namun krusial ini tidak hanya mengamankan langkah Selecao das Quinas, tetapi juga membuktikan bahwa daya magis sang kapten di lini depan belum pudar meski usianya tidak lagi muda di atas lapangan hijau.
Pada pertandingan yang berlangsung Jumat (3/7/2026) tersebut, Ronaldo mencetak satu gol (68) melalui titik putih, sedangkan satu gol lagi dicetak oleh Goncalo Ramos (94) lewat tandukan.
Kombinasi apik antara eksekusi dingin sang veteran dan determinasi striker muda ini menjadi pembeda, mengingat Kroasia memberikan perlawanan yang luar biasa ketat sejak peluit pertama dibunyikan.
Ini merupakan gol ketiganya pada ajang kali ini dan secara total Ronaldo sudah mencetak 11 gol dalam enam edisi Piala Dunia yang sudah dia jalani.
Catatan impresif tersebut semakin mengukuhkan namanya dalam buku sejarah sepak bola dunia sebagai salah satu pemain paling konsisten yang mampu mencetak gol di enam turnamen mayor berturut-turut.
Namun, meski Ronaldo berhasil mencetak gol dan membawa Portugal melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, kritik dan cemooh tetap ia dapatkan.
Atmosfer euforia kelolosan Portugal seolah terbelah oleh perdebatan panas di kalangan pecinta bola mengenai performa keseluruhan sang megabintang sepanjang laga berjalan.
Tidak sedikit banyak komentar di media sosial bahwa Ronaldo pada pertandingan tersebut hanya mencetak gol “gampang” atau mudah karena melalui titik putih alias penalti.
Julukan lama seperti "Penaldo" kembali mencuat, dan netizen di berbagai platform digital berargumen bahwa gol tersebut tidak memerlukan skill khusus atau skema permainan yang rumit.
Baca juga: Viral! Cristiano Ronaldo Diduga Ucap Bismillah Sebelum Bobol Gawang Kroasia di Piala Dunia 2026
Padahal, tidak semua pemain mau dan bisa mengeksekusi penalti dengan baik.
Di balik jarak yang hanya 11 meter dari garis gawang, ada beban mental jutaan pasang mata dan ekspektasi negara yang berada di pundak sang penendang, sebuah situasi yang bisa meruntuhkan konsentrasi pemain paling berpengalaman sekalipun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: FIFA, Amatan