Kamis, 10 JULI 2025 • 14:56 WIB

Ramai Protes Soal 11 Pemain Asing di Liga Indonesia: APPI Hingga Yanto Basna Bersuara

Author

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus (tengah) berpose setelah menyampaikan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan dan luar biasa PT LIB 2025 di Hotel Langham, Jakarta Selatan. (ANTARA/Zaro Ezza Syachniar)

INDOZONE.ID - Rapat Umum Pemegang Saham PT LIB pada Senin (7/7/2025) menghasilkan keputusan klub Liga Indonesia atau dengan nama barunya Super League boleh mendaftarkan 11 pemain asing.

Selain itu, delapan pemain di antaranya boleh masuk daftar susunan pemain (DSP) pertandingan. 

Aturan ini lantas menimbulkan kegaduhan di percaturan sepakbola Indonesia. Kebijakan ini mengancam para pemain lokal. Kesempatan bermain mereka berpotensi berkurang karena regulasi baru ini.

Baca juga: Kisah Cinta Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez: Cinta Pandangan Pertama hingga Bahagia di Arab Saudi

APPI Sebut Jam Terbang Lokal Berkurang Karena Aturan 11 Pemain Asing

Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI), sebagai organisasi yang menampung aspirasi para pemain, berpendapat aturan ini akan mengurangi kesempatan pemain lokal untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

“Regulasi ini secara langsung akan mengurangi jam terbang daripada bakat lokal sepakbola Indonesia,” ujar Andritany Ardhiyasa, Presiden APPI. 

Berdasarkan survey singkat yang dilakukan APPI, mayoritas pemain Liga Indonesia keberatan dengan regulasi sebelas pemain asing. Terlebih, hanya ada satu kompetisi yang dijalankan. 

Jika seluruh klub memenuhi kuota pemain asing, maka ada 198 pemain lokal yang kehilangan pekerjaan dan akan pindah ke Kasta Kedua Championship. 

Efek berantai akan terjadi. Akan ada 198 pemain lain yang akan turun ke kasta yang lebih bawah, bahkan terancam menganggur. Mereka malah terpaksa main tarkam atau beralih profesi untuk mendapatkan penghasilan. 

Baca juga: Joystick Tak Kasat Mata: Warisan Diogo Jota yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola dan Esports

Andritany mengatakan, kebijakan sebelas pemain asing tidak sesuai dengan visi pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert. Kulivert ingin pemain lokal mendapat banyak menit bermain di klub. 

“Jika muara kompetisi yang berkualitas adalah Timnas Indonesia, maka kebijakan sebelas pemain asing kontradiktif dari pernyataan pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert yang  menyatakan jika para pemain tidak punya menit bermain di klub maka akan tidak dapat kesempatan bermain di Timnas Indonesia,” tegas Andritany. 

Baca juga: Gyokeres Jadi Pilihan Utama Arsenal Setelah RB Leipzig Tak Mau Turunkan Harga Sesko

Pemain Asing Butuh Regulasi Ketat Menurut Yanto Basna

Mantan pemain Timnas Indonesia yang pernah merasakan kerasnya Liga Thailand, Yanto Basna, mengaku pemain asing yang masuk di Indonesia seringkali mempunyai kualitas di bawah rata-rata. 

Melaui story Instagramnya @yanto_basna, ia mengharapkan peningkatan kualitas pemain asing. Bila perlu, kata dia, pemain asing disyaratkan membela timnas senior di negaranya minimal 3 kali.

“Jadi kalau mau menaikkan kualitas liga, ya pemain asing juga harus dikasih standar tinggi agar dampak ke pemain lokal terasa dan mendorong liga lebih profesional,” ujarnya. 

Yanto Basna juga menyoroti nasib Pemain lokal yang harus naik kelas jika masih ingin mendapatkan kesempatan di liga profesional.

“Semua negara berkompetisi memajukan sepak bolanya, realita menyakitkan adalah tentang pilihan go professional atau stay tarkam,” jelasnya. 

Baca juga: Donald Trump Dipastikan Hadir di Final Piala Dunia Antarklub 2025

Perlunya Lebih dari Satu Kompetisi dengan Kuota Pemain Asing yang Bertambah

Bertambahnya kuota pemain asing, tidak sebanding dengan jumlah kompetisi yang hanya ada satu. 

Tidak usah jauh-jauh ke Eropa, negara tetangga Malaysia punya tiga kompetisi yang berjalan setiap tahunnya. 

Apabila alasan-alasan yang ditakutkan sebagian orang, atau bahkan dari PSSI sendiri, soal biaya dan jarak, toh di masa lalu kita pernah mengadakan Copa Indonesia dan Piala Indonesia.

Dua kompetisi tersebut justru menarik perhatian banyak penonton dari daerah yang tidak punya klub yang bertanding di kasta tertinggi. 

Baca juga: Hasil Investigasi Kecelakaan Maut Diogo Jota: Kombinasi Kecepatan Ekstrem dan Ban yang Pecah

Dengan menambah jumlah kompetisi, pemain asing maupun lokal punya kesempatan bermain lebih banyak. Dampaknya akan terasa ke Timnas Indonesia. 

Selain itu, kompetisi yang bisa diikuti oleh banyak klub dari berbagai kasta juga akan menambah eksposur yang berdampak secara jumlah penonton dan nilai ekonomi. 

Akan muncul pula kisah-kisah ajaib klub kecil yang bisa mengalahkan klub besar. Ini akan menjadi narasi jualan yang mampu meningkatkan engagement penonton.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Appi-online.com, Instagram @yanto_basna

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU