INDOZONE.ID - Indonesian Basketball League (IBL) 2025 telah mencapai puncaknya. Final IBL 2025 pun mempertemukan dua tim terbaik musim ini yang berasal dari dua era berbeda, yaitu Pelita Jaya Jakarta dan Dewa United Banten.
Pelita Jaya merupakan juara bertahan yang ingin mempertahankan hegemoninya di kompetisi basket nasional.
Sementara itu, sang lawan, Dewa United, baru lima musim berkompetisi di IBL. Final musim ini pun jadi yang pertama bagi mereka.
Tradisi vs Pembaruan
Pertempuran kedua tim itu di final, diibaratkan pertemuan dua poros besar, yaitu tradisi dan pembaruan, oleh Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah.
Baca juga: Jelang Semifinal IBL 2025: Pelita Jaya Vs Satria Muda, Siapa Masih Layak Disebut Raja?
“Kita sedang menyaksikan momen besar dalam sejarah liga. Ketika klub dengan mental juara bertemu klub baru yang dibangun dengan kesabaran dan visi jangka panjang, di situlah sejarah yang sesungguhnya sedang ditulis,” ujar Junas, dikutip pada Rabu (16/7/2025).
Junas pun memuji konsistensi Dewa United yang pernah tiga kali terhenti di semifinal sebelum mencapai final pada musim ini.
Ia bahkan memuji Dewa United karena telah memberi warna baru di liga basket nasional.
“Ini adalah bukti bahwa konsistensi dan komitmen bisa membawa tim menembus dominasi tradisional dan memberi warna baru bagi liga,” ujar Junas.
Namun, Pelita Jaya tentu tak akan membiarkan Dewa United menjadi juara pada musim ini. Apalagi, jika mampu mengalahkan Dewa United, Pelita Jaya akan mengukir back to back championship yang seakan menegaskan mereka tengah membangun dinasti baru.
Baca juga: Duel Sengit di Playoff IBL 2025, Hangtuah Siap Redam Serangan Agresif Dewa United
“Mereka tahu bagaimana menjadi juara, dan tahun ini tampil seolah ingin menegaskan diri sedang membangun dinasti baru,” kata Junas.
Final IBL 2025 Tunjukkan Kemajuan Ekosistem Basket Tanah Air
Final IBL 2025 menunjukkan kemajuan ekosistem basket Tanah Air. Sebab, final mempertemukan dua tim dengan manajemen bagus, permainan apik, dan basis pendukung solid.
Tak hanya itu, antusiasme publik terhadap IBL 2025 dapat dikatakan meningkat tajam. Itu tampak dari tiket babak playoff yang selalu habis dalam hitungan jam.
Arena pertandingan pun dipenuhi oleh banyak penonton yang diiringi peningkatan interaksi digital juga.
“Basket Indonesia sedang naik daun. Tiket sold out, penonton membludak, dan engagement digital kami naik signifikan. Ini semua menunjukkan betapa olahraga ini semakin dicintai,” jelas Junas.
Junas pun amat menantikan final IBL 2025. Menurutnya, final musim ini bukan sekadar pertarungan dua tim kuat, melainkan awal dari sesuatu yang lebih besar.
“Siapa pun pemenangnya nanti, kita semua akan menjadi saksi sejarah. Final ini adalah hadiah terbaik untuk fans, pemain, dan semua pihak yang percaya pada potensi besar bola basket Indonesia. Ini bukan akhir, tapi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pers Rilis