Dean Henderson Protes Pencoretan Crystal Palace dari Liga Europa, Disebut Akan Cederai Reputasi Kompetisi
INDOZONE.ID - Kiper Crystal Palace, Dean Henderson, menilai keputusan mencoret timnya dari Liga Europa sebagai hal yang merugikan dan dapat merusak reputasi kompetisi.
Pernyataan ini disampaikannya usai Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) menggelar sidang banding terkait putusan UEFA dalam kasus kepemilikan ganda klub.
UEFA memutuskan menurunkan Palace ke Liga Konferensi Eropa, kompetisi kasta ketiga antarklub Eropa, pada bulan Juli.
Keputusan ini diambil karena John Textor, Presiden Eagle Football Group yang merupakan pemilik mayoritas Olympique Lyonnais, juga memiliki saham mayoritas di klub asal London tersebut.
Baca juga: UEFA Coret Crystal Palace dari Liga Europa, Pemilik: Ini Keputusan Konyol dan Tidak Adil
Masalah Kepemilikan Ganda
Yang menjadi perhatian, Lyon yang juga lolos ke Liga Europa tetap diizinkan tampil meski berada di bawah kepemilikan grup yang sama.
Palace pun tidak tinggal diam. Klub mengajukan banding ke CAS untuk membatalkan keputusan tersebut. Sidang tertutup digelar pada 8 Agustus, hasilnya banding ditolak.
“Kami menjuarai Piala FA dan layak berada di Liga Europa,” kata Henderson, usai membawa Palace menaklukkan Liverpool di Community Shield.
“Secara aturan, kami pantas berada di sana. Jika kami tidak ikut, menurut saya, itu akan merendahkan kompetisi tersebut,” tambahnya.
Baca juga: Tidak Adil! Suporter Crystal Palace Demo Keputusan UEFA yang Degradasikan Klub dari Liga Europa
Langkah Penyelamatan Kepemilikan Klub
Pada Juni, Crystal Palace mengumumkan bahwa Robert Wood Johnson, salah satu pemilik klub NFL New York Jets, telah menandatangani perjanjian untuk membeli saham Eagle Football Holding di klub tersebut.
Hal ini diyakini sebagai upaya untuk mematuhi aturan kepemilikan multi-klub yang berlaku di Eropa. Akan tetapi, usaha itu datang terlambat.
Palace melewatkan tenggat pada Maret yang ditetapkan UEFA untuk mematuhi aturan tersebut. Padahal, kemenangan di final Piala FA pada Mei memastikan mereka lolos ke Liga Europa secara prestasi.
Baca juga: Buntut Kepemilikan Ganda, UEFA Umumkan Crystal Palace Akan Bermain di Conference League
Berharap Kembali ke Liga Europa
Meski situasi belum berpihak, Henderson optimistis. Ia percaya manajemen klub, terutama pemilik klub Steve Parish, akan berjuang keras demi memulihkan hak mereka tampil di Liga Europa.
“Saya tahu ketua klub, Steve Parish, sudah berjuang keras untuk ini. Semoga saja kami bisa bermain di Liga Europa seperti seharusnya,” ujar Henderson, 28 tahun.
Dengan dukungan para penggemar dan dorongan dari dalam tim, Palace harus menerima keputusan CAS yang menolak banding mereka dan tetap bermain di Liga Konferensi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: The Independent