Kamis, 04 SEPTEMBER 2025 • 13:00 WIB

Jules Kounde Desak FIFA untuk Evaluasi Kalender Sepak Bola yang Terlalu Padat

Author

Jules Kounde saat bermain di Timnas Prancis. (REUTERS/Sarah Meyssonnie)

INDOZONE.ID - Bek Timnas Prancis, Jules Kounde, menyoroti padatnya kalender sepak bola internasional.

Kounde menilai jadwal pertandingan yang terlalu berlebihan tidak hanya membebani fisik dan mental pemain, tetapi juga bisa merusak ekosistem sepak bola secara keseluruhan.

Jadwal Padat Pengaruhi Pemain

Menjelang laga pembuka kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Ukraina dan Islandia, Kounde menyampaikan keresahannya.

Menurutnya, jadwal pertandingan yang terus menerus membuat banyak pihak terdampak.

“Ini bukan hanya soal pemain, tapi juga keluarga mereka,” ujar Kounde dalam konferensi pers, Rabu (3/9/2025).

Baca juga: Arsenal Siap Rebut Jules Kounde dari Barcelona dengan Tawaran £55 Juta

“Saya juga memikirkan semua orang yang bekerja di sekitar sepak bola. Mereka pun ikut merasakan tekanan dari jadwal yang terlalu padat,” lanjutnya.

Prancis sendiri akan menghadapi Ukraina di Wroclaw, Polandia, pada Jumat (5/9/2025), kemudian bertemu Islandia di Paris, Selasa (9/9/2025).

Risiko Cedera Pemain

Walau tidak tampil bersama Barcelona di Piala Dunia Antarklub yang digelar 14 Juni hingga 13 Juli 2025 di Amerika Serikat, Kounde tetap menyoroti dampak kompetisi tersebut.

Menurutnya, turnamen tambahan hanya membuat jadwal semakin sesak.

Banyak pemain top sudah mulai merasakan konsekuensinya. Rayan Cherki (Manchester City) dan William Saliba (Arsenal) harus absen di dua laga beruntun karena cedera.

Baca juga: Niat Hati Ingin Membalas Manchester United, Rayan Cherki Terpaksa Absen 2 Bulan Karena Cedera

Sementara itu, Ousmane Dembele (Paris Saint-Germain) mengalami cedera paha saat latihan pada Selasa (2/9/2025).

PSG sendiri mencatat 65 pertandingan sepanjang musim 2024/2025, termasuk perjalanan panjang hingga final Piala Dunia Antarklub.

“Sepak bola itu ekosistem yang utuh. Ketika sesuatu dilakukan berlebihan, kita berhenti menghargainya. Begitu juga dengan sepak bola," jelas Kounde.

"Terlalu banyak pertandingan membuat makna dari setiap laga semakin berkurang. Inilah yang saya sebut konsumsi berlebihan,” tambahnya.

Kounde Minta FIFA Evaluasi

Presiden FIFA, Gianni Infantino, di konferensi pers Piala Dunia Antarklub 2025. (IMAGN IMAGES via Reuters/Daniel Kucin Jr)

Turnamen Piala Dunia Antarklub edisi perdana yang diikuti 32 tim menambah 63 pertandingan ke dalam kalender musim panas.

Baca juga: FIFPro Desak FIFA untuk Dengarkan Suara Para Pemain yang Tertekan Karena Jadwal Padat

Hal ini langsung menuai kritik dari banyak pemain dan klub, karena menambah risiko kelelahan hingga cedera serius.

Kounde pun berharap FIFA lebih bijak dalam menyusun jadwal agar sepak bola bisa bertahan dalam jangka panjang.

“Ini hal yang harus dipikirkan ulang. Saya rasa sudah waktunya ada perubahan,” tutup bek berusia 26 tahun itu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: L'Equipe

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU