Selasa, 02 SEPTEMBER 2025 • 14:35 WIB

Pierre Gasly dan Franco Colapinto Nestapa, Nina Gademan Justru 'Menyala' di Grand Prix Belanda!

Author

Nina Gademan di Grand Prix Belanda. (Sumber: F1.com)

INDOZONE.ID - Grand Prix Belanda yang digelar di Sirkuit Zandvoort seharusnya menjadi momen seru bagi BWT Alpine F1 Team. Namun, bagi tim utama F1 mereka, balapan kemarin lebih mirip mimpi buruk. Sementara duo pembalap mereka, Pierre Gasly dan Franco Colapinto, pulang dengan tangan hampa, justru pembalap binaan mereka dari F1 Academy, Nina Gademan, sukses besar dan menjadi pahlawan tuan rumah.

Balapan di Zandvoort kemarin jelas membuat penggemar "gregetan". Kedua mobil biru-pink bernomor 10 dan 43 gagal total menembus zona poin, mengakhiri balapan dengan hasil jauh dari harapan.

Pierre Gasly, pembalap asal Prancis yang dikenal sebagai sosok paling senior di tim, harus melewati balapan super berat. Ia finis di posisi ke-17, alias paling belakang dari semua mobil yang berhasil menyelesaikan balapan. Hasil ini terasa makin menyesakkan karena beberapa pembalap top seperti duo Ferrari (Lewis Hamilton dan Charles Leclerc) serta Lando Norris dari McLaren gagal finis (DNF). Artinya, ada peluang besar untuk merebut poin, tapi sayangnya Gasly tak mampu memanfaatkannya.

Baca juga: Lika-Liku Lewis Hamilton di Ferrari Layaknya 'Drakor', Ralf Schumacher: Sungguh Tragis!

Nasib Franco Colapinto, sang rookie, sedikit lebih baik, tetapi tetap menyakitkan. Pembalap asal Argentina ini finis di posisi ke-11, hanya satu tempat di luar zona poin. Bayangkan, sudah berjuang sepanjang balapan, hasil akhirnya justru hanya "hampir" meraih poin. Sebuah pencapaian yang pasti membuat Colapinto dan tim merasa sangat frustrasi. Akhir pekan di Belanda menjadi bukti nyata bahwa Alpine masih memiliki banyak PR untuk membuat mobil mereka lebih kompetitif. Bukan hanya itu, Alpine kini juga dihadapkan pada tugas berat: keluar dari jurang klasemen konstruktor.

Nina Gademan sukses besar dan jadi pahlawan tuan rumah. (sumber: autoevolution.com)

Sekadar informasi, dilansir dari laman resmi F1, tim yang bermarkas di Enstone ini masih mengantongi total 20 poin hingga saat ini. Kondisi tersebut membuat tim yang dipimpin Flavio Briatore harus puas "tenggelam" di dasar klasemen konstruktor. Rival terdekat Alpine saat ini adalah Haas, yang diperkuat mantan pembalap mereka Esteban Ocon serta pembalap muda Inggris, Oliver Bearman. Haas sendiri tepat berada di atas Alpine dengan total 44 poin.

Namun, di tengah mendung yang menyelimuti garasi tim Alpine, secercah cahaya terang justru datang dari ajang balap pendukung, F1 Academy. Di sinilah Nina Gademan, pembalap muda binaan mereka, sukses mencuri perhatian.

Tak hanya itu, pembalap asal Belanda tersebut berhasil meraih kemenangan perdananya di F1 Academy. Momen ini terasa makin spesial sekaligus sinematik karena ia melakukannya di sirkuit kandangnya sendiri, di hadapan ribuan pendukung yang memadati Zandvoort. Kemenangan ini bukan hanya soal pecah telur, melainkan juga bukti nyata bahwa program pembibitan pembalap muda Alpine berjalan dengan baik.

Baca juga: Mengenal Nina Gademan: Pembalap Belanda Binaan Alpine yang Mencuri Perhatian di F1 Academy!

Saat Gasly dan Colapinto harus menunduk lesu, Nina Gademan justru berdiri tegak di podium tertinggi, mendengarkan lagu kebangsaan Belanda berkumandang. Ia benar-benar bersinar dan memberikan akhir pekan manis bagi keluarga besar Alpine secara keseluruhan.

Jadi, meskipun tim utama F1 Alpine masih berjuang, masa depan mereka tampaknya menyimpan harapan cerah. Kemenangan Nina Gademan di hadapan pendukung sendiri menjadi pengingat bahwa di balik setiap kekecewaan, selalu ada potensi bintang baru yang siap bersinar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: F1

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU