Jumat, 05 SEPTEMBER 2025 • 14:44 WIB

Williams 'Pundung' Gara-gara Penalti Nggak Adil Carlos Sainz, Drama Berlanjut ke Meja FIA!

Author

Carlos Sainz Jr (sumber: Kym Illman via Getty Images)

INDOZONE.ID - Drama Formula 1 itu seringkali nggak ada habisnya. Meskipun balapan seru di Grand Prix Belanda udah selesai, after-party-nya ternyata lebih panas. 

Williams secara resmi "pundung" dan membawa kasus penalti Carlos Sainz ke meja Federasi Otomotif Internasional (FIA).

Tim yang dipimpin James Vowles ini nggak terima pembalap andalan mereka dihukum atas insiden yang mereka anggap nggak adil. 

Sekarang, drama dari sirkuit Zandvoort ini berlanjut ke ruang sidang FIA. Yuk, kita bedah kronologinya!

Baca juga: Wejangan Charles Leclerc Buat Lewis Hamilton Jelang Debut di Monza, Apa Itu?

Sainz Mengaku Penaltinya Bikin "Ngakak Brutal"

Jadi, melansir dari Crash.net, ceritanya Carlos Sainz dijatuhi penalti waktu 10 detik plus dua poin penalti di lisensinya setelah bersenggolan dengan pembalap Visa Cash App Racing Bulls (VCARB), Liam Lawson. 

Banyak yang melihat insiden itu sebagai racing incident biasa, di mana Sainz sepertinya nggak bisa disalahkan.

Sainz sendiri langsung vokal setelah balapan. Tanpa basa-basi, ia menyebut penalti itu sebagai sebuah "sesuatu yang bikin ngakak brutal" dan mempertanyakan kualitas pengawas balap (steward) di F1.

Karena penalti waktunya sudah dijalani di hasil akhir balapan, hukuman itu nggak bisa diubah. 

Tapi, Williams masih bisa berjuang untuk menghapus dua poin penalti dari lisensi Sainz. Hal inilah yang mereka lakukan dengan mengajukan right of review.

"Kami mengonfirmasi telah mengajukan right of review ke FIA terkait penalti Carlos (Sainz Jr.) di Zandvoort," tulis Williams dalam pernyataan resmi mereka. 

"Penting bagi kami untuk memahami cara balapan di masa depan, dan kami berharap hasilnya positif." lanjutnya.

Baca juga: Ulasan Google Pixel 10: Ponsel Flagship Google dengan AI Canggih dan Kamera Hebat

Sainz Ngaku Udah Ngobrol Sama Steward

Nah, ini bagian paling menariknya. Dalam konferensi pers di Monza, Sainz ngaku kalau dia sebenarnya sudah sempat ngobrol langsung dengan para steward setelah balapan di Zandvoort.

Menurut Sainz, setelah mereka duduk bareng dan melihat semua bukti dari berbagai sudut kamera, para steward seolah menyadari kalau mereka salah ambil keputusan. 

“Sangat jelas bagi saya bahwa begitu mereka mendapatkan semua bukti yang benar. Saya pikir mereka menyadari bahwa keputusan ini bukanlah yang terbaik,” ungkap Sainz.

Meskipun begitu, Sainz tetap mencoba bersimpati. Ia sadar betul kalau balapan di Belanda kemarin super kacau, dengan tiga kali Safety Car dan banyak banget insiden. 

Tapi, ia tetap pada pendiriannya. "Saya masih sangat yakin bahwa penalti itu tidak dapat diterima dan saya sudah menjelaskannya," tegasnya.

Baca juga: Perang Saudara di McLaren: Piastri di Atas Angin, Norris Ogah Ngarepin Sial!

Liam Lawson dengan POV Berbeda: "Dia Kenapa Marah, Deh?"
Di sisi lain, Liam Lawson punya pandangan yang 180 derajat berbeda. 

Pembalap VCARB ini kelihatan nggak punya simpati sama sekali untuk Sainz dan merasa hukuman itu sudah pas.

Lawson nggak paham kenapa Sainz begitu vokal dan marah-marah ke media. Menurutnya, aturan balap sudah diterapkan dengan benar.

"Dia adalah mobil yang mencoba menyalip dan entah bagaimana saya dianggap agresif," kata Lawson dikutip oleh The Race. 

"Jadi saya tidak begitu mengerti. Tapi itu merusak balapan saya." terusnya.

Baca juga: Usai Mimpin Selama 25 Tahun, Daniel Levy Akhirnya Mundur dari Jabatan Sebagai Executive Chairman Tottenham Hotspur

Lawson menambahkan, "Saya tidak tahu mengapa dia begitu kesal, jujur saja. Jika saya yang menyalipnya, saya akan mengerti dia lebih frustrasi, tetapi dia adalah mobil yang menyalip dan dia mendapat penalti untuk itu."

Kini, bola panas ada di tangan FIA. Kira-kira permintaan Williams bakal dikabulkan nggak, ya? Drama ini bukan cuma soal dua poin, tapi soal kejelasan aturan main di lintasan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Crash.net, The Race

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU