Sulap Terminal Induk Jadi Sirkuit, Panitia Road Race Kejurprov Pastikan Tak Pakai Anggaran Pemerintah
INDOZONE.ID - Panitia Road Race Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Sulawesi Selatan Putaran 3 menegaskan bahwa pengaspalan Terminal Induk Lumpue, Parepare, yang disulap menjadi sirkuit balap, sepenuhnya dikerjakan secara swadaya tanpa menggunakan dana pemerintah daerah.
Ketua Panitia, Firman, menyampaikan klarifikasi ini setelah muncul sorotan yang menuding adanya keterlibatan anggaran proyek Pemerintah Kota Parepare dalam pengerjaan lintasan.
“Seluruh biaya pengaspalan berasal dari partisipasi panitia dan dukungan sejumlah pihak. Sama sekali tidak menggunakan anggaran pemerintah kota,” tegas Firman, didampingi Ketua IMI Parepare Jeanne Ahmad Rifai dan Ketua Solutif Parepare Basri Bass, Selasa (9/9/2025).
Firman menjelaskan, pengaspalan dilakukan untuk menjamin keamanan, kenyamanan, serta kelancaran jalannya kompetisi.
Selain itu, fasilitas memadai juga diharapkan mampu menarik sponsor dan meningkatkan animo peserta balap dari berbagai daerah.
Ia memastikan, pengaspalan tersebut telah mengantongi izin resmi dari Balai Pengelola Transportasi Darat Provinsi Sulawesi Selatan.
“Kami pastikan semuanya sesuai aturan. Terminal Lumpue memang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan ini setelah ada persetujuan resmi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IMI Parepare, Jeanne Ahmad Rifai, menyebut event yang akan berlangsung pada 19–20 September 2025 itu bakal menjadi magnet bagi ribuan pecinta otomotif.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Tumbang 0-1 dari Korea Selatan, Gagal ke Piala AFC 2026
Selain menyajikan persaingan sengit antar pembalap, panitia juga menyiapkan door prize utama berupa satu unit motor bagi penonton yang membeli tiket seharga Rp50 ribu untuk dua hari pertandingan.
Menurut Jeanne, ajang tersebut tidak hanya bernilai olahraga, tetapi juga berdampak signifikan terhadap ekonomi lokal.
“Event balap seperti ini selalu menggerakkan UMKM, hotel, restoran, hingga sektor pariwisata. Parepare berpeluang memperkuat citranya sebagai kota sport tourism,” katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung